Tinjauan Mensos-Menpar: Sekolah Rakyat Bandung Siap Tampung 2.000

Usai tinjauan Mensos Saifullah Yusuf dan Menpar Widiyanti Putri Wardhana di Dayeuhkolot 23 Juli 2026, Sekolah Rakyat permanen Bandung disiapkan tampung.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

Tinjauan Mensos-Menpar: Sekolah Rakyat Bandung Siap Tampung 2.000

– Pada 23 Juli 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Menpar Widiyanti Putri Wardhana melakukan peninjauan di area Poltekpar NHI yang terletak di Dayeuhkolot. Di sanalah kampus permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung akan didirikan dengan proyeksi daya tampung 2.000 sampai 2.500 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Inti artikel

  • Keputusan tersebut menandai langkah konkret penyiapan fasilitas pendidikan berasrama yang menekankan pembinaan sepanjang hari
  • Optimaise News mencatat proyek ini sebagai gelombang lanjutan program nasional yang berambisi menjangkau sejuta peserta didik pada 2029
  • Lokasi di Dayeuhkolot dipilih karena berada di wilayah yang relatif sejuk sehingga mendukung kenyamanan aktivitas belajar

Keputusan tersebut menandai langkah konkret penyiapan fasilitas pendidikan berasrama yang menekankan pembinaan sepanjang hari. Optimaise News mencatat proyek ini sebagai gelombang lanjutan program nasional yang berambisi menjangkau sejuta peserta didik pada 2029.

Dibangun di Kawasan Sejuk, Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung Manfaatkan Iklim Belajar

Lokasi di Dayeuhkolot dipilih karena berada di wilayah yang relatif sejuk sehingga mendukung kenyamanan aktivitas belajar. Suasana sejuk itu diarahkan agar siswa lebih fokus dan betah tinggal di asrama sepanjang tahun ajaran.

Namun pembangunan belum bisa langsung digelar. Tim teknis harus menyelesaikan dulu penyiapan infrastruktur dasar. Pasokan air minum yang layak, perbaikan jalur masuk ke lokasi, penyiapan dan perataan lahan, serta pengurusan dokumen Amdal menjadi prasyarat mutlak sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Tanpa kelengkapan tersebut, proyek berisiko tertunda dan mengganggu timeline nasional. Karena itu, koordinasi lapangan antarinstansi menjadi prioritas segera setelah peninjauan resmi dua menteri. Lahan di sekitar Poltekpar NHI dinilai strategis karena sudah memiliki konektivitas awal yang dapat ditingkatkan.

Iklim kawasan juga sejalan dengan visi fasilitas yang ramah anak. Siswa dari berbagai latar belakang rentan diharapkan dapat beradaptasi lebih cepat di lingkungan yang tidak terlalu panas atau bising sehingga proses belajar tetap stabil.

Asrama Full Time dan Dukungan Learning Management System

Asrama Full Time dan Dukungan Learning Management System
Ilustrasi Asrama Full Time dan Dukungan Learning Management System.

Model yang diterapkan adalah sistem berasrama. Siswa tinggal di kampus sambil menerima pembinaan 24 jam. Fasilitas pembelajaran diselaraskan dengan learning management system agar materi tetap terstruktur meski kegiatan di luar kelas juga intensif.

Jenjang yang dilayani mencakup SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan terpadu. Pendekatan ini memudahkan pendampingan lintas usia sekaligus menjaga kontinuitas pendidikan bagi mereka yang sempat terputus aksesnya. Perpindahan antarjenjang menjadi lebih mulus karena berada di lokasi yang sama.

Empat kementerian utama terlibat erat. Kementerian Sosial memimpin aspek kesejahteraan peserta, Kementerian Pariwisata mendukung pemanfaatan kawasan Poltekpar, sementara Pekerjaan Umum menangani infrastruktur fisik dan Dalam Negeri mengoordinasikan dukungan pemerintah daerah. Sinergi ini diperlukan agar aspek sosial, pariwisata edukasi, bangunan, dan birokrasi daerah tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dengan kapasitas lokal yang cukup besar, Bandung diharapkan menjadi salah satu titik unggulan di Jawa Barat. Keberhasilan operasional asrama akan bergantung pada kesiapan SDM pendamping dan kelengkapan modul digital learning management system sejak hari pertama masuk.

Peserta Hanya dari DTSEN, Penjangkauan lewat Pendamping Sosial

Peserta Hanya dari DTSEN, Penjangkauan lewat Pendamping Sosial
Ilustrasi Peserta Hanya dari DTSEN, Penjangkauan lewat Pendamping Sosial.

Kuota Sekolah Rakyat tidak dibuka lewat pendaftaran umum. Calon siswa diambil dari rumah tangga miskin atau rentan yang sudah terdata dalam DTSEN. Pendamping sosial aktif menjemput bola ke komunitas untuk mengidentifikasi anak yang memenuhi kriteria.

Sasaran utama meliputi remaja yang sempat berhenti sekolah, mereka yang berisiko putus di tengah jalan, serta anak usia wajib belajar yang belum pernah mengenyam bangku formal. Pola penjangkauan ini memastikan bantuan tepat sasaran tanpa antrian massal yang bisa membingungkan keluarga rentan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan capaian sejuta peserta didik pada 2029. Proyek di Kabupaten Bandung masuk ke dalam rangkaian fase lanjutan, diperkirakan sebagai gelombang ketiga maupun keempat di antara titik-titik lain di Indonesia. Setiap gelombang menuntut kesiapan lahan dan dokumen yang ketat agar tidak ada bottleneck.

Dengan kapasitas 2.000, 2.500 kursi, kontribusi Bandung menjadi cukup signifikan terhadap target keseluruhan. Optimaise News menilai sinergi lintas kementerian sebagai kunci agar timeline pra-konstruksi dan operasional asrama tetap sinkron. Keluarga yang sudah terdata DTSEN disarankan aktif berkomunikasi dengan pendamping sosial setempat untuk mengetahui jadwal penjangkauan.

Tanya Jawab Seputar Sekolah Rakyat Bandung

Berapa daya tampung kampus permanen di Dayeuhkolot?

Proyeksi resmi menyebutkan sekitar 2.000 hingga 2.500 siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Mereka akan tinggal di asrama dengan pembinaan penuh waktu setiap hari.

Bagaimana cara mendaftar ke Sekolah Rakyat ini?

Tidak ada open registration. Hanya keluarga miskin atau rentan terdata DTSEN yang dijangkau melalui pendamping sosial. Calon peserta diprioritaskan bila sempat putus sekolah, berisiko berhenti, atau belum masuk sekolah di usia wajib belajar.

Apa saja yang harus siap sebelum bangunan dikerjakan?

Prasyarat meliputi pasokan air yang memadai, akses jalan yang sudah layak, lahan yang dimatangkan, serta dokumen Amdal. Setelah semuanya lengkap barulah tahap konstruksi fisik dapat dilanjutkan sesuai tahapan program nasional.

Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b