Jakarta, Optimaise News – Telkomsat bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri menggelar knowledge sharing pada 27 Juli 2026 di Jakarta. Acara itu diikuti 50 kepala dinas Dukcapil dari berbagai daerah agar mereka siap mengoperasikan koneksi satelit secara mandiri.
Inti artikel
- Telkomsat bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri menggelar knowledge sharing pada 27 Juli 2026 di Jakarta
- Acara itu diikuti 50 kepala dinas Dukcapil dari berbagai daerah agar mereka siap mengoperasikan koneksi satelit secara mandiri
- Knowledge sharing difokuskan pada bekal teknis langsung
Langkah ini menjadi fondasi operasional agar sistem administrasi kependudukan tetap berjalan di wilayah tanpa sinyal seluler lewat MangoStar LEO. Optimaise News mencatat pelatihan tersebut menempatkan kesiapan petugas di lapangan sebagai tahap awal sebelum perangkat benar-benar digelar.
Fondasi Kesiapan: 50 Kepala Dinas Dilatih Operasikan Koneksi Satelit
Knowledge sharing difokuskan pada bekal teknis langsung. Materi meliputi instalasi perangkat, konfigurasi jaringan, cara penggunaan sehari-hari, dan penanganan awal jika muncul gangguan.
Andri Yunianto dari Telkomsat menegaskan satelit menjadi solusi strategis. Menurutnya, pendekatan ini tepat untuk wilayah dengan infrastruktur telekomunikasi yang terbatas.
Pelatihan bukan sekadar sosialisasi. Ia dirancang agar 50 kepala dinas mampu menjalankan sistem Dukcapil secara mandiri begitu MangoStar aktif di daerah masing-masing.
MangoStar LEO Gantikan Ketergantungan pada Jaringan Seluler
Layanan MangoStar memanfaatkan satelit low earth orbit atau LEO. Tujuannya jelas: memberi akses stabil ke sistem digital Dukcapil tanpa menunggu jaringan seluler.
Dengan cara ini, layanan administrasi kependudukan lepas sepenuhnya dari menara BTS. Sistem tetap hidup meski di lokasi yang sama sekali tidak terjangkau sinyal seluler.
Independensi penuh dari infrastruktur terestrial menjadi nilai utama. Daerah blank spot tidak lagi harus menunggu pembangunan menara agar urusan dokumen warga bisa diproses.
Peta Sasaran: Blank Spot dari Sumatra hingga Papua
Lima puluh daerah sasaran tersebar luas. Lokasinya mencakup Sumatra, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.
Sebaran geografis itu memperlihatkan skala kebutuhan. Banyak wilayah di luar Jawa masih menghadapi keterbatasan sinyal yang menghambat layanan publik digital.
Peta ini juga menjadi acuan roll-out. Setelah bekal knowledge sharing selesai, konektivitas satelit LEO akan diarahkan ke titik-titik blank spot tersebut.
Komitmen Dua Pihak Jaga Kelangsungan Layanan Publik Digital
Kolaborasi Telkomsat dan Ditjen Dukcapil dibangun atas komitmen bersama. Kedua pihak ingin memastikan layanan administrasi kependudukan tidak terputus di mana pun.
Hani Syopiar Rustam menekankan kesiapan pemerintah daerah sebagai kunci. Tanpa kesiapan pemda, perangkat MangoStar sulit diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Komitmen ini menempatkan knowledge sharing 27 Juli sebagai gerbang awal. Dari situ, 50 dinas mendapat bekal operasional sebelum layanan digelar luas.
Apa Artinya bagi Warga di Wilayah Keterbatasan Sinyal
Bagi warga di pelosok, dampaknya langsung terasa. Mereka bisa mengurus dokumen kependudukan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke daerah ber sinyal.
KTP, kartu keluarga, atau akta tetap bisa diproses lewat sistem digital Dukcapil yang ditopang MangoStar. Layanan publik digital tidak lagi bergantung pada kondisi menara seluler setempat.
Sintesis timeline menunjukkan alur jelas: knowledge sharing 27 Juli memberi bekal, 50 dinas siap operasi, lalu roll-out konektivitas LEO menyasar 50 blank spot. Optimaise News melihat rangkaian ini sebagai jembatan nyata agar administrasi kependudukan tetap hidup di wilayah paling terpencil.







