Teheran Balas Gempur Pangkalan AS usai Serangan 6 Jam

Author Image

Adel

17 July 2026

Teheran Balas Gempur Pangkalan AS usai Serangan 6 Jam

Militer Amerika Serikat melepaskan gelombang serangan selama enam jam di berbagai lokasi di Iran pada Kamis (16/7/2026), dan Teheran langsung membalas dengan menggempur pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Konflik yang sudah memasuki hari keenam ini mengancam kesepakatan awal kedua negara untuk mengakhiri perang.

Menurut pantauan Optimaise News, eskalasi ini juga memicu penutupan Selat Hormuz serta lonjakan tajam harga minyak dunia.

Sasaran serangan Centcom di Iran

Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menyatakan serangan enam jam itu ditujukan untuk memperlemah kemampuan Iran di Selat Hormuz. Targetnya mencakup pusat komando, situs pertahanan udara, serta fasilitas pengawasan pantai.

Lokasi yang disasar termasuk kota pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Tunb Besar. Media pemerintah Iran melaporkan suara ledakan terdengar di seluruh penjuru negeri.

Sistem pertahanan udara di kota Teheran ikut diaktifkan. Serangan ini menambah ketegangan di Teheran Iran yang sudah memanas sejak blokade pelabuhan diberlakukan kembali.

Balasan Teheran ke pangkalan AS di Teluk

Tidak tinggal diam, Teheran meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di negara tetangga kawasan Teluk, termasuk Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Militer Iran mengeklaim target terbaru mereka adalah sistem komunikasi AS dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Yordania.

Dampaknya langsung terasa di pihak sekutu AS. Militer Kuwait melaporkan berhasil mencegat serangan drone.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau warganya tetap tenang dan segera mencari tempat perlindungan terdekat. Optimaise News mencatat, aksi balasan ini memperluas medan konflik ke luar wilayah Iran teheran.

Selat Hormuz ditutup, harga minyak melonjak

Konflik bersenjata ini dipicu perebutan kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial yang ditutup Iran sebagai respons atas serangan AS. Lalu lintas kapal tanker praktis terhenti akibat penutupan tersebut.

Harga minyak dunia melonjak tajam. Bagi pembaca di Indonesia, gejolak di jalur energi global ini berpotensi menekan harga BBM dan biaya logistik dalam waktu dekat jika eskalasi berlanjut.

Blokade pelabuhan dan MoU yang retak

Ketegangan meningkat setelah AS memutuskan kembali memberlakukan blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran. Blokade itu sempat dicabut bulan lalu berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua negara.

Sehari setelah pengumuman blokade, AS menembak dan melumpuhkan kapal tanker minyak kosong berbendera Curacao. Langkah itu semakin menjauhkan peluang deeskalasi di kawasan Teluk.

Negara yang beribukota Teheran kini berada di pusat badai militer dan diplomasi yang belum jelas ujungnya. Situasi di kota Teheran dan jalur Hormuz tetap menjadi fokus pemantauan internasional.