Team Spirit dari Eastern Europe & Central Asia menciptakan sejarah di Grand Final MSC 2026. Mereka mengalahkan Yangon Galacticos 4-3 di Game 7 pada 1 Agustus 2026 di Paris, Prancis, pukul 19.00 WIB. Tim ini menjadi juara non-Asia Tenggara pertama di turnamen resmi Mobile Legends: Bang Bang.
Inti artikel
- Team Spirit dari Eastern Europe & Central Asia menciptakan sejarah di Grand Final MSC 2026
- Mereka mengalahkan Yangon Galacticos 4-3 di Game 7 pada 1 Agustus 2026 di Paris, Prancis, pukul 19.00 WIB
- Tim ini menjadi juara non-Asia Tenggara pertama di turnamen resmi Mobile Legends: Bang Bang
Kemenangan itu mengantar Spirit membawa hadiah juara US$1 juta atau sekitar Rp18,03 miliar. Optimaise News merangkum perjalanan dominan mereka, from playoff hingga final BO7 yang dramatis.
Perjalanan Dominan Tim Spirit Menuju Final
Spirit menyingkirkan Team Vamos Malaysia 3-0 di perempat final playoff. Langkah itu langsung membawa mereka ke semifinal tanpa tekanan besar.
Di babak tersebut Spirit mengalahkan ONIC 3-0 secara telak. Hasil itu memastikan tempat di Grand Final berformat BO7 bersama Yangon Galacticos.
Yangon sendiri lolos setelah mengalahkan Team Falcons PH 3-2 tipis di semifinal. Spirit tetap tampil solid di seluruh fase knockout hingga final yang berlangsung di Paris.
ONIC Tersingkir Telak di Semifinal & Raih Tempat Ketiga
ONIC sempat maju ke semifinal usai mengalahkan Aurora Gaming 3-2. Namun di sana mereka kalah telak 0-3 dari Team Spirit.
Di laga perebutan juara ketiga yang digelar pukul 16.00 WIB, ONIC balas dendam. Mereka mengalahkan Team Falcons PH 3-0 dan meraih tempat ketiga plus hadiah US$250 ribu atau Rp4,51 miliar.
Hasil itu menutup kampanye ONIC di MSC 2026. Indonesia dan Filipina absen total dari Grand Final karena keduanya tersingkir di semifinal.
Kid Bomba Jadi FMVP, Team Spirit Adaptasi Bootcamp Malaysia

Mathaios Kid Bomba Chatzilakos dinobatkan sebagai FMVP. Ia konsisten sebagai EXP Laner dengan hero tank sepanjang Grand Final yang ketat.
Roster utama Spirit terdiri dari Anton Hiko Pak, Kemiran Sunset Lover Kochkarov, Mathaios Kid Bomba Chatzilakos, Stanislav SAWO Reshniak, dan Zaur zauregoist Magomov. Jungler berusia 16 tahun zauregoist menonjol memakai assassin hero Hirara.
Tim ini sempat bootcamp di Malaysia untuk berlatih melawan gaya Asia. Persiapan itu terbukti membantu mereka menyesuaikan diri sebelum turnamen dimulai.
MOONTON & Fabian Scheuermann Puji Kemenangan Sebagai Momentum Globalisasi MLBB
MOONTON Games lewat Tiger Xu menyebut kemenangan Spirit sebagai tonggak globalisasi MLBB Esports. Ini edisi pertama gelar juara di Eropa setelah turnamen digelar di luar Asia.
Moonton menekankan lahirnya juara internasional pertama dari luar Asia Tenggara sebagai bukti persaingan sudah merata. Group Chief Officer Esports Foundation Fabian Scheuermann menambahkan MSC 2026 menandai tolak ukur penyebarluasan MLBB usai digelar di Eropa.
Hadiah runner-up yang diterima Yangon Galacticos mencapai US$500 ribu atau Rp9,01 miliar. Total prize pool menandai skala internasional yang semakin besar.
| Peringkat | Hadiah (USD) | Hadiah (Rp perkiraan) |
|---|---|---|
| Juara 1 (Team Spirit) | US$1.000.000 | Rp18,03 miliar |
| Runner-up (Yangon Galacticos) | US$500.000 | Rp9,01 miliar |
| Tempat Ketiga (ONIC) | US$250.000 | Rp4,51 miliar |
Asia Tenggara Kehilangan Dominasi Sejak MSC Pertama Digelar
Sejak MSC pertama digelar, Asia Tenggara selalu mendominasi. Indonesia, Filipina, dan Malaysia masih menempati tiga peringkat teratas historis hingga edisi ini.
MSC 2026 mengubah peta itu. Absennya wakil Indonesia dan Filipina dari Grand Final menandai era baru di mana region lain mampu bersaing setara.
Timeline lengkap dari playoff Spirit 3-0 lawan Vamos, semifinal 3-0 lawan ONIC, hingga final 4-3 di Game 7 memperlihatkan dominasi solid. Optimaise News menilai momen ini membuka kompetisi global yang lebih merata ke depan.







