Serang, Optimaise News – Birmingham City menaklukkan Swansea City 0-1 di babak pertama Piala Liga Inggris, Sabtu 8 Agustus 2026 di Swansea.com Stadium. Gol tunggal August Priske di menit 44 dari umpan Carlos Vicente menjadi penentu, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan The Blues dalam 10 pertemuan terakhir melawan Swansea.
Inti artikel
- Birmingham City menaklukkan Swansea City 0-1 di babak pertama Piala Liga Inggris, Sabtu 8 Agustus 2026 di Swansea.com Stadium
- Skor itu menjaga deretan empat kemenangan plus enam imbang Birmingham sejak 2020, dengan rata-rata 2,4 gol per laga di 10 duel tersebut
- Swansea sempat lebih aktif di awal, tapi belum menemukan celah di lini bela Birmingham
Menurut data yang dihimpun Optimaise News, kick-off sekitar pukul 21.00 WIB digelar di hadapan 11.283 penonton. Skor itu menjaga deretan empat kemenangan plus enam imbang Birmingham sejak 2020, dengan rata-rata 2,4 gol per laga di 10 duel tersebut.
Gol Priske menit 44 memecah kebuntuan di babak pertama
Swansea sempat lebih aktif di awal, tapi belum menemukan celah di lini bela Birmingham. Kartu kuning Melker Widell di menit 21 menandai intensitas yang meningkat. Momentum berbalik saat Vicente mengirim umpan matang ke Priske yang menuntaskan peluang sebelum jeda.
Striker Denmark itu sudah menonjol di pra-musim Birmingham, sehingga pilihannya sebagai tumpuan serangan terbukti. Satu sentuhan tersebut cukup mengubah arah laga di kompetisi piala yang biasanya padat momen kritis di babak pertama.
Hasil akhir 0-1 di full time mengunci kemenangan tandang efficient. Birmingham tidak perlu banyak tembakan untuk menutup laga, sementara Swansea kesulitan menembus benteng lawan setelah ketinggalan.
Statistik penguasaan bola Swansea 61% tapi gagal manfaatkan
Swansea menguasai bola 61 persen lawan 39 persen Birmingham. Expected goals mereka lebih tinggi di 1,56 dibanding 0,82 lawan, dengan 13 tembakan total versus hanya enam dari tamu. Meski begitu, efisiensi tandang yang lebih rapi yang menentukan hasil.
Sentuhan di kotak penalti relatif berimbang, 15 untuk Swansea dan 17 untuk Birmingham. Angka itu memperlihatkan Swansea sering masuk area berbahaya tapi finishing kurang tajam. Birmingham justru memanfaatkan ruang di serangan balik singkat.
Dalam rangkuman Optimaise News, pola ini menjelaskan kenapa rekor historis terus berlanjut: tuan rumah dominan bola, tamu lebih rapi di finishing. Rating formasi keseluruhan juga condong ke Birmingham di 6,9 dibanding 6,7 Swansea.
Susunan pemain dan pergantian kunci kedua tim
Swansea merapat dengan formasi 4-3-3. Lawrence Vigouroux menjaga gawang, didukung Filip Lissah, Ben Cabango, Cameron Burgess, dan Josh Tymon di belakang. Gelanggang tengah diisi Melker Widell, Marko Stamenic, serta Elijah Just, sementara lini depan mengandalkan Moussa Kounfolo Yeo, Adam Idah, dan Joseph Opoku.
Birmingham tampil 4-4-2. James Beadle di gawang, Bright Osayi-Samuel, Phil Neumann, Christoph Klarer, dan Alexander Cochrane di lini bela. Carlos Vicente, Tomoki Iwata, Jhon Solís, dan Jay Stansfield mengisi sayap-tengah, dengan Seung-Ho Paik bersama Priske di depan. Osayi-Samuel tercatat sebagai pemain terbaik laga dengan rating 8,0.
Babak kedua dibuka pergantian Lee Buchanan masuk menggantikan Cochrane di menit 46. Swansea merespons lewat tiga perubahan di menit 63: Zan Vipotnik, Leo Walta, dan Moussa Yeo masuk. Kartu kuning Cameron Burgess datang di menit 62. Demarai Gray dan Josh Key juga masuk di menit 65, diikuti pergantian lanjut di menit 72 dan 82 termasuk Luis Vázquez serta Ji-Sung Eom.
Rekor H2H Birmingham tetap tak terkalahkan sejak 2020
Sejak 2020 Birmingham tak pernah kalah dari Swansea dalam 10 laga, meraih empat kemenangan dan enam hasil imbang. Di kandang Swansea sendiri, tuan rumah belum berhasil menang melawan lawan ini sejak Agustus 2019, dengan lima imbang dari tujuh pertemuan di Swansea.com.
H2H keseluruhan mencatat Swansea empat kemenangan, Birmingham lima kemenangan, dan delapan imbang. Rata-rata 2,4 gol per duel di 10 laga terakhir memberi bayangan pertandingan terbuka, namun di EFL Cup kali ini hanya satu gol yang lolos.
Pra-musim Birmingham di bawah Chris Davies relatif matang: empat kemenangan plus imbang 2-2 melawan Barcelona. Skuad Swansea baru meraih 1-0 atas Leganes lewat gol Opoku, seraya masih membangun chemistry rekrutan.
Pemulihan Vipotnik dan debut rekrutan Swansea tak cukup
Pelatih Vitor Matos sempat menekankan timnya belum menjadi produk akhir. Lima rekrutan musim panas seperti Stephen Welsh, Tiago Parente, Joseph Opoku, Elijah Just, dan Moussa Yeo berpeluang ikut, sementara Ross Stewart masih menunggu kebugaran. “Tentu saja, tim manapun di dunia ini belum menjadi produk akhir saat ini,” ujar Matos.
Dia menambahkan perlu waktu memperkenalkan pemain baru dan menyesuaikan pemain internasional yang kembali belakangan. “Seperti semua tim saat ini, kami kembali dalam hal kualitas permainan dan kebugaran. Itu akan datang dengan pertandingan kompetitif,” katanya. Vipotnik yang pulih dari cedera ikut dimasukkan, tapi momentum bela diri Birmingham tetap solid.
Walau Swansea membuka musim piala dengan wajah segar, efisiensi Priske di menit 44 dan rekor H2H yang sudah kuat sejak 2020 membuat Birmingham lolos babak 128 besar dengan skor tipis. Laga di cuaca 24 derajat Celsius itu menandai awal kompetitif yang masih butuh penyesuaian bagi tuan rumah.







