Jakarta, Optimaise News – Jorge Messi, ayah sekaligus manajer bayangan yang menuntun Lionel Messi dari pabrik baja Rosario hingga rekor delapan Ballon d’Or dan final Piala Dunia 2026, meninggal Jumat (7/8/2026) malam waktu setempat di klinik medis kota kelahirannya. Usianya 68 tahun. Kabar itu setara Sabtu WIB dan dikonfirmasi keluarga kepada Reuters, menutup episode panjang sosok yang jarang tampil di sorotan publik tapi menopang hampir setiap lonjakan karier sang putra.
Inti artikel
- Detail diagnosis tidak dibuka publik
- Ia tidak sendirian: Celia serta tiga saudara Lionel bergiliran mendampingi perawatan yang bolak-balik klinik-rumah
- Kota Rosario tetap menjadi panggung terakhir
Dalam rangkuman Optimaise News, kepergian ini datang setelah beberapa bulan rawat bergantian antara pusat medis Rosario dan rumah, disaksikan istri Celia serta anak Rodrigo, Matias, dan Maria Sol. Lionel sempat reuni singkat pasca turnamen sebelum kembali ke Inter Miami sekitar sepekan lalu, sehingga momen duka beririsan ketat dengan jadwal klubnya di MLS.
Momen akhir di klinik Rosario dan pendampingan keluarga
Menurut laporan media olahraga Spanyol dan konfirmasi keluarga, Jorge mengembuskan napas terakhir di klinik setelah lama menderita penyakit. Detail diagnosis tidak dibuka publik. Ia tidak sendirian: Celia serta tiga saudara Lionel bergiliran mendampingi perawatan yang bolak-balik klinik-rumah.
Kota Rosario tetap menjadi panggung terakhir. Di sinilah Lionel lahir dan Newell’s Old Boys tumbuh sebagai klub masa kecil. Bagi pembaca di Indonesia, tipikal figur keluarga di balik superstar sering tersembunyi; kasus Jorge menegaskan bahwa sebagian urusan kontrak, pindah negara, dan stabilitas emosional justru dipegang orang terdekat di luar lampu sorot stadion.
Timing WIB versus Argentina memperjelas kenapa topik jorge messi langsung tren di Indonesia: kabar malam Jumat setempat tiba ke media digital Sabtu, bertepatan hari pembaca mengecek berita bola internasional.
Peran agen yang menuntun dari La Masia hingga Inter Miami
Jorge dulunya pekerja pabrik baja di Rosario. Ketika Lionel remaja digadang akademi Barcelona sekitar 2000, ayahnya memutuskan pindah ke Eropa mendampingi, bukan meninggalkan anak sendirian di asrama asing. Lionel pernah mengingat di Radio del Plata 2007 bahwa ia butuh ayah sejak kecil: sering mengurung diri menangis di Barcelona, sementara Jorge juga sedih diam-diam, lalu menanya apakah bertahan atau pulang; putranya memilih bertahan dan ayah tetap di samping.
Bertahun-tahun Jorge berperan agen atau perwakilan resmi. Ia membawa alur karier lewat Barcelona (rekor penampilan dan gol klub), Paris Saint-Germain, hingga Inter Miami di MLS. Di matanya, validasi ayah tetap penting; Messi pernah bilang selalu butuh pendapat Jorge tentang permainannya sejak kanak-kanak. Optimaise News mencatat dari sumber-sumber yang dihimpun bahwa profil Jorge tetap rendah di media sambil mengurus sisi profesional level tertinggi.
Delapan Ballon d’Or dan tiga dari empat final Piala Dunia terakhir Argentina, termasuk juara 2022 Qatar, tak lepas dari fondasi itu. Final musim panas 2026 usai 0-1 dari Spanyol; Jorge tidak hadir di turnamen Amerika Utara. Lionel sempat pulang Rosario bertemu keluarga sebelum merumput lagi bersama Inter Miami.
Air mata Messi di laga pembuka Piala Dunia dan pernyataan keluarga
Emosi publik menyala saat Messi menangis merayakan gol pertama usai hat-trick lawan Aljazair di pembuka Piala Dunia 2026. Di konferensi pers ia tegaskan air mata bukan soal sepak bola. Ia mengaku melewati “beberapa hari yang sulit dan rumit” dan berterima kasih pada rekan setim serta staf.
Sekitar sepekan kemudian keluarga merilis pernyataan: Jorge sedang alami masalah kesehatan, dalam pengawasan medis, menjalani pemulihan, dan menunjukkan perkembangan sesuai kondisinya. Mereka minta privasi. Kronologi itu sekarang dibaca ulang sebagai jembatan menuju akhir Jumat di klinik: rawat lama, emosi di lapangan, reuni pasca-final, lalu kabar duka.
Bagi penikmat bola Indonesia, momen itu mengingatkan bahwa even juara dunia pun punya beban pribadi di belakang kamera. Lionel baru aktif lagi di Inter Miami sepekan sebelum ayahnya wafat; jarak geografis MLS-Rosario menjadi sorotan tambahan soal dukungan jarak jauh.
Penghormatan Newell’s Old Boys hingga CONMEBOL
Newell’s Old Boys, klub masa kecil Lionel, termasuk yang pertama menyampaikan duka lewat Instagram. Klub mengucapkan selamat tinggal dengan kesedihan mendalam kepada Jorge Messi yang meninggal usia 68 di Rosario, menyebutnya pendukung setia Newell’s, pengusaha, dan ayah kapten timnas Argentina. Mereka menambahkan: pendampingan konstan dan kepemimpinan di balik layar menjadi bagian fundamental setiap langkah Lionel, bersama visi, keteguhan, dan kasih sayang Celia.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) turut menyampaikan belasungkawa penuh hormat dan kasih sayang kepada Lionel. Rangkaian tribute klub-konfederasi menutup lingkaran: dari lapangan kampung Rosario, lewat Eropa, ke puncak dunia, kembali ke rasa kehilangan di kampung halaman.
Sintesis singkat: perawatan bergantian berbulan-bulan, air mata di laga Aljazair, pernyataan keluarga soal rawat medis, reuni pasca final 0-1 Spanyol, tampil lagi Inter Miami, lalu kematian di klinik. Itulah rangkaian yang membuat nama Jorge Messi kembali memuncak di pencarian.







