Jakarta, Optimaise News – Kepala Badan Gizi Nasional Martinus Sudaryono menegaskan jalur ganda penanganan kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis. Proses hukum diserahkan total kepada aparat penegak hukum, sementara jajaran BGN wajib bekerja optimal di Kantor BGN Jakarta Pusat, Rabu 22 Juli 2026.
Inti artikel
- Kepala Badan Gizi Nasional Martinus Sudaryono menegaskan jalur ganda penanganan kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis
- Dia menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan dihadapi langsung tanpa menghindar
- Program harus tetap efektif demi penerima manfaat
Dia menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan dihadapi langsung tanpa menghindar. Program harus tetap efektif demi penerima manfaat. Optimaise News mencatat penegasan ini sebagai sinyal reformasi internal yang tegas.
Arahan Prabowo: Hadapi Persoalan MBG dengan Efektif dan Cepat
Sudaryono mengingatkan seluruh jajaran agar sadar ada kelemahan tata kelola MBG. Akar masalah harus dituntaskan sesuai target Presiden: efektif, efisien, dan cepat selesai.
Dia mengutip pesan langsung Prabowo. “Run into the problem. Love your people and use common sense.” Artinya, hadapi persoalan frontally, sayangi masyarakat penerima, dan pakai akal sehat sehari-hari.
Instruksi itu menjadi pedoman operasional harian. Tidak boleh pesimis meski kasus hukum muncul. Kerja tetap full tanpa menunggu selesainya proses di luar BGN.
Tiga Mantan Pimpinan Atas BGN yang Sudah Jadi Tersangka

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menyebutkan tiga mantan pimpinan level atas yang sudah berstatus tersangka. Mereka adalah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
Selain itu ada pihak yang berstatus saksi atau masih dalam pemeriksaan terkait dugaan korupsi tata kelola MBG. Status itu diserahkan sepenuhnya ke penegak hukum tanpa campur tangan internal.
Fakta ini memperjelas timeline singkat pergantian pimpinan BGN. Beberapa pejabat sebelumnya terseret kasus, sehingga Sudaryono Gerindra yang baru menjabat menekankan pembersihan tanpa pandang bulu.
Sikap BGN: Urusan Hukum Mutlak ke Aparat, Operasional Tetap Jalan

BGN memberi dukungan penuh terhadap investigasi, penyelidikan, dan penyidikan. Tidak ada pembelaan internal bagi siapa pun yang terbukti menyalahgunakan wewenang.
Namun operasional program tidak boleh terhenti. “Kita bukan superhero, tapi harus tetap optimal,” tegasnya. Jajaran diminta fokus melayani sambil membiarkan aparat bekerja independen.
Sikap ini menjadi sintesis lengkap: nama-nama tersangka dibuka, arahan Prabowo dijalankan utuh, dan komitmen harian BGN dijaga. Reformasi tata kelola digambarkan sebagai paket yang tak terpisah.
Pesan ke Jajaran yang Tersangkut: Ikuti Proses, Badan Tetap Optimal
Bagi pegawai atau pejabat yang tersangkut, pesannya sederhana. Ikuti proses hukum dengan patuh. Jangan bawa-bawa institusi untuk menghindar.
Badan tetap harus bekerja. Program MBG dilanjutkan tanpa gangguan. Sudaryono mengingatkan agar tidak patah semangat. Fokus pada target gizi masyarakat yang jadi prioritas nasional.
Sebagai mantan Wakil Menteri Pertanian, dia membawa pengalaman reformasi di kementerian lain. Latar itu dipakai untuk menekankan pentingnya tata kelola bersih di BGN yang relatif baru.
Zero Tolerance bagi yang Catut Nama atau Kedekatan Pribadi
Sudaryono menyatakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan jabatan. Siapa pun yang catut nama pejabat atau mengaku dekat pribadi akan ditindak tanpa kompromi.
Sikap ini berlaku merata. Tidak ada kekebalan. Tujuannya menjaga kredibilitas program agar masyarakat percaya layanan tetap profesional.
Bagi penerima manfaat MBG, komitmen operasional berarti porsi gizi harian dan distribusi tetap berjalan normal. Proses hukum di level pimpinan tidak boleh merembes ke layanan lapangan. Inilah implikasi konkret yang membedakan pendekatan BGN kini.
Optimaise News menilai penegasan Martinus Sudaryono ini menutup celah spekulasi. Dengan tiga tersangka disebut eksplisit, arahan Presiden diulang utuh, dan jaminan layanan dijaga, reformasi BGN mendapat kerangka yang jelas dan terukur.







