Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026 dengan skor 1-0 atas Argentina berkat gol tunggal Ferran Torres pada menit 106. Final digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Jurang disiplin dan ketajaman ofensif menjadi pembeda utama di luar skor tipis. Optimaise News mencatat Argentina tenggelam dalam pelanggaran dan kartu sementara Spanyol menguasai final tanpa kartu dari 21 pelanggarannya.
MetLife Stadium Jadi Panggung Dominasi Bola La Roja
La Roja menguasai penguasaan bola 65 persen di MetLife Stadium. Argentina hanya mengantongi 35 persen.
Dominasi teritorial Spanyol mencapai 83,3 persen. Operan sukses sepertiga akhir tercatat 235 berbanding 47 milik Argentina.
Volume dan akurasi passing Spanyol jauh unggul. Perbandingan tendangan sudut juga memihak La Roja sepanjang laga.
Lini Depan Albiceleste Hampir Tanpa Jejak di Gawang

Argentina hanya mencatat dua percobaan tembakan. Keduanya tidak mengarah ke gawang.
Tembakan pertama Argentina baru muncul di menit 126. Emiliano Martinez justru membuat 11 penyelamatan.
Lionel Messi tampil redup dengan sentuhan minim tanpa kreasi peluang. Scaloni mencadangkan Lautaro Martinez meski jadi pahlawan semifinal.
Hujan Kartu Argentina Berbanding Nol Kartu Spanyol

Argentina membuat 24 pelanggaran yang menghasilkan tujuh kartu kuning. Enzo Fernandez kena akumulasi kartu kuning sebagai titik kritis disipliner final.
Spanyol melakukan 21 pelanggaran namun tidak menerima satu pun kartu. Leandro Paredes menerima kartu merah setelah laga usai.
Menit 106: Torres Mengunci Gelar Dunia Kedua
Ferran Torres mencetak gol di menit 106 perpanjangan waktu. Gol tunggal itu mengunci gelar dunia kedua bagi Spanyol.
Spanyol menutup turnamen dengan rekor 38 laga tanpa kalah. Mereka hanya kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Pola 1-0 yang Mengulang Jejak Juara 2010
Kemenangan 1-0 mengulang jejak Spanyol saat juara dunia pada 2010. Saat itu mereka mengalahkan Belanda dengan skor identik.
Pola skor sama menegaskan cara Spanyol meraih gelar dunia. Konsistensi di final menjadi ciri khas La Roja menurut Optimaise News.







