Pada Senin (20/7/2026), kawasan Taman Film di kompleks Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, disesaki ribuan warga yang datang untuk menonton final Piala Dunia 2026. Laga puncak di layar lebar mempertemukan Spanyol dan Argentina, dan skor akhir 1-0 lewat perpanjangan waktu memicu gelombang reaksi di lapangan.
Situs bersejarah itu berubah jadi panggung euforia global dengan emosi yang bercampur. Dukungan utama mengarah ke La Roja, sementara sebagian penggemar Argentina menahan kecewa usai kekalahan di babak penentuan juara.
Kerumunan warga ubah kawasan benteng jadi arena sorak-sorai modern
Area di sekitar tembok tua yang biasanya identik dengan nilai sejarah malam itu dipenuhi massa dari berbagai usia. Layar besar di Taman Film menjadi magnet utama sejak jauh sebelum kick-off.
Orang berdesakan mencari sudut pandang, sebagian berdiri di tepi, sebagian lagi duduk berimpitan di depan. Ruang publik lokal menyatu dengan hiburan olahraga paling ditunggu dunia.
Sejak pluit awal, teriakan dan tepuk tangan saling bersahutan tanpa jeda panjang. Transformasi itu terasa jelas: benteng yang tenang berubah menjadi arena modern yang berdenyut mengikuti alur laga.
Dalam ringkasan Optimaise News, volume kerumunan terus membengkak seiring menit berjalan. Warga setempat menjadikan momen final sebagai acara kota yang jarang dilewatkan.
Dukungan solid La Roja bergema di layar lebar Taman Film

Mayoritas penonton membawa atribut merah-kuning atau berseru nama pemain Spanyol. Nyanyian dan teriakan nama tim mengalun tiap kali bola mendekati kotak penalti lawan.
Setiap peluang berbahaya memicu lonjakan suara serentak. Saat Spanyol unggul di perpanjangan waktu, gelombang selebrasi menyebar cepat di depan layar.
Kelompok kecil mengibarkan bendera sebagai identitas visual di tengah laut massa. Dukungan itu tampil padu meski pertandingan digelar ribuan kilometer dari Eropa.
Ritme sorakan mengikuti alur permainan: tenang saat membangun serangan, meledak saat peluang besar muncul. Layar lebar menjadi pusat orientasi seluruh kerumunan.
Air mata fans Argentina warnai momen kekalahan di tengah keramaian

Tidak semua wajah di kerumunan cerah setelah sirene akhir. Sejumlah pendukung La Albiceleste tampak terpukul saat juara bertahan gagal mempertahankan gelar.
Tangis dan keheningan sesaat mewarnai sudut-sudut keramaian. Kontras itu tajam di samping selebrasi pendukung Spanyol yang merayakan kemenangan tipis 1-0.
Perbedaan reaksi memperlihatkan betapa personalnya ikatan fans dengan tim pilihan. Satu ruang yang sama menampung dua kutub perasaan tanpa batasan fisik.
Beberapa penonton saling menghibur, sebagian lain hanya menunduk menatap layar yang sudah menampilkan hasil final. Emosi itu menjadi bagian tak terpisahkan dari malam penentu juara dunia.
Nobar final jadi perekat kebersamaan lintas pendukung di Maluku Utara
Di luar rivalitas skor, acara menonton bersama berfungsi sebagai wadah bertemu warga. Keluarga, tetangga, dan teman seperjuangan duduk berdekatan menyambut penentuan juara.
Banyak yang datang bukan semata demi satu tim, melainkan demi pengalaman kolektif. Kegiatan ini menempatkan Ternate sebagai salah satu pusat keramaian sepakbola di kawasan timur Indonesia malam itu.
Optimaise News mencermati adanya pola serupa di lokasi yang sama pada laga-laga sebelumnya, termasuk saat pendukung Argentina dan Brasil juga memenuhi kawasan benteng. Final 2026 memperbesar skala keramaian tersebut.
Meski ada yang menang dan yang kecewa, interaksi antarwarga tetap cair. Momen itu menegaskan fungsi ruang publik sebagai perekat sosial lintas preferensi klub atau negara favorit.
Dari kick-off hingga penentuan juara: energi publik tak padam
Intensitas tetap tinggi dari menit pertama hingga penentuan lewat perpanjangan waktu. Tiap serangan, pelanggaran, dan peluang disambut respons kolektif yang nyaris tak putus.
Usai laga, sebagian penonton bertahan untuk merayakan atau sekadar membicarakan jalannya pertandingan. Energi di kawasan benteng belum mereda meski hasil sudah final.
Malam itu membuktikan bahwa situs warisan bisa menjadi ruang modern bagi ritus kolektif sepakbola. Ternate menyambut juara dunia dengan cara yang sangat lokal: ramai, emosional, dan penuh kebersamaan.
Bagi warga yang hadir, final bukan hanya soal skor di papan, melainkan pengalaman bersama di tanah sendiri. Benteng Oranje malam itu menjadi saksi euforia dan air mata dalam satu tarikan napas.
FAQ
Di mana nobar final Piala Dunia 2026 digelar di Ternate?
Acara berlangsung di Taman Film Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, pada Senin 20 Juli 2026.
Tim mana yang paling banyak didukung warga di lokasi?
Mayoritas kerumunan memberi dukungan kepada Spanyol yang berhadapan dengan Argentina di partai puncak.
Bagaimana reaksi fans Argentina usai laga?
Sejumlah pendukung La Albiceleste menangis setelah timnya kalah di final.
Berapa skor akhir final menurut data pertandingan?
Spanyol menang 1-0 atas Argentina melalui perpanjangan waktu (AET).







