Skandal Busang: Klaim Emas 53 Juta Ton Tipu Soeharto

Author Image

Dyah

19 Juli 2026

Skandal Busang: Klaim Emas 53 Juta Ton Tipu Soeharto

Skandal klaim cadangan emas raksasa di Busang, Kalimantan Timur, sempat mengguncang pasar modal Kanada dan menarik lingkaran istana Presiden Soeharto sebelum berujung aib besar.

Perusahaan tambang kecil asal Kanada, Bre-X, memasarkan prospek emas juta ton di kawasan terpencil itu sejak 1993, hingga verifikasi Freeport membuktikan sampel kosong dan saham ambruk.

Asal-usul klaim Bre-X di kawasan terpencil Kalimantan Timur

Narasi cadangan raksasa bermula dari Bre-X, firma yang Tempo (30 November 1998) sebut bergerak kecil-kecilan dari Kanada.

Bondan Winarno dalam buku investigasi Bre-X: Sebongkah Emas di Kaki Pelangi (1997:50) mencatat ekspedisi 12 hari menyusuri hutan Kalimantan Timur pada 1993.

Ahli geologi John Felderhof menunjuk wilayah bernama Busang sebagai zona yang dinilai kaya logam mulia.

Usai survei, Bre-X mengedarkan surat terbuka kepada investor yang menjanjikan kekayaan bila kawasan digarap serius.

Di dalam negeri, kisah orang kaya dari tambang seperti Freeport di Papua sudah familiar, sehingga penemuan gunung emas di Kalimantan mudah memantik imajinasi publik dan spekulan.

Lonjakan valuasi saham dan daya tarik investor global

Lonjakan valuasi saham dan daya tarik investor global

Begitu prospek Busang dipasarkan dengan kandungan yang disebut mencapai 53 juta ton, pasar bereaksi ekstrem.

BBC International mencatat valuasi Bre-X dari posisi nyaris tak diperhitungkan melonjak setara Rp7 triliun, rekor tertinggi emiten itu di Kanada.

Menurut pantauan Optimaise News atas rekam berita skandal tersebut, lonjakan harga saham menjadi magnet bagi spekulan global sekaligus pengusaha Jakarta.

Kabar gunung emas juta ton di kawasan Busang menyebar cepat ke lingkaran bisnis dan elite politik Orde Baru.

Masuknya pengusaha dekat istana ke proyek Busang

Masuknya pengusaha dekat istana ke proyek Busang

Di dalam negeri, tokoh dekat Presiden Soeharto langsung tertarik menguasai akses area.

Pengusaha Bob Hasan dan Sigit Hardjojudanto—putra Soeharto—disebut sumber sejarah sebagai pihak paling agresif masuk ke proyek.

Di tengah ketidakpastian ekonomi 1990-an, keikutsertaan elite lokal sempat dipandang sebagai secercah harapan kekayaan tambang baru.

Keterlibatan nama besar itu memperkuat keyakinan investor bahwa proyek Busang “dijamin” secara politik.

Peran konsultan dan akuisisi saham area tambang

Pada 1997, Bob Hasan telah memegang 50 persen kepemilikan PT Askatindo Karya Mineral serta PT Amsya Lina yang menguasai penambangan Busang I dan Busang II.

Sementara Sigit ditawari imbalan US$1 juta per bulan agar PT Panutan Daya berperan sebagai konsultan di lokasi.

Berbisnis di Indonesia tak mulus bagi Bre-X: Presiden Soeharto mewajibkan investor asing berbagi saham dan bermitra dengan pihak yang ditunjuk negara.

Pemerintah menempatkan Freeport-McMoran sebagai mitra yang mewakili kepentingan resmi, dan dari situlah proses cek lapangan digelar.

Dari harapan kekayaan ke pengungkapan penipuan memalukan

Freeport menerapkan prosedur ketat: pengambilan sampel untuk diuji laboratorium sebelum klaim diterima.

Saat tim verifikasi turun ke lapangan 19 Maret 1997, berita menghilangnya Direktur eksplorasi Bre-X, Michael de Guzman, menyebar bersamaan.

Dia dikabarkan melompat dari helikopter di rute Samarinda–Busang, disertai surat wasiat.

“Kursi belakang dengan satu-satunya penumpang itu sudah kosong, dan pintu kanan helikopter terbuka,” tulis Bondan Winarno (1997:117).

Tim SAR menemukan jenazah yang diyakini miliknya, lalu jenazah itu dibawa ke Filipina untuk dimakamkan.

Namun investigasi Bondan hingga Kanada menyimpulkan ciri fisik jenazah tidak cocok; de Guzman dinilai berstatus hidup dan dilindungi agar tak terlacak.

Hasil lab Freeport serta peneliti independen sejalan: sampel kawasan Busang tidak menunjukkan kandungan emas untuk periode 1995–1997.

Saham Bre-X ambruk, investor marah, bahkan sempat menahan David Walsh, pimpinan Bre-X, demi menuntut pengembalian dana.

Catatan Optimaise News menunjukkan skandal ini sempat membuat Presiden Soeharto terlihat tertipu di hadapan publik nasional.

BBC International melaporkan de Guzman tak pernah muncul lagi; keluarga meyakini dia hidup dan konon menetap di Amerika Selatan.

FAQ

Apa yang diklaim Bre-X di Busang?

Perusahaan itu memasarkan prospek cadangan dengan skala yang disebut mencapai 53 juta ton di Kalimantan Timur, yang memicu heboh penemuan gunung di pasar modal Kanada dan Jakarta.

Siapa tokoh Indonesia yang ikut masuk proyek?

Bob Hasan dan Sigit Hardjojudanto disebut masuk lewat akuisisi saham pengelola area serta kontrak konsultan bernilai US$1 juta per bulan.

Bagaimana penipuan akhirnya terungkap?

Verifikasi Freeport-McMoran dan peneliti independen menemukan sampel tanpa kandungan emas, bertepatan dengan hilangnya Michael de Guzman.

Bagaimana nasib Michael de Guzman?

Resmi dikabarkan bunuh diri dari helikopter, tetapi investigasi jurnalistik Bondan Winarno dan keyakinan keluarga menunjuk kemungkinan dia masih hidup di luar negeri.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.