Tangerang, Optimaise News – Siswi SMA berinisial AP, 14 tahun, tewas tertabrak Kereta Commuter Line di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Kereta KA 1742D rute Tanah Abang, Parung Panjang yang menabraknya sempat membuat perjalanan green line lintas Rangkasbitung terhambat, menurut keterangan KAI Commuter dan Polres Tangerang Selatan.
Inti artikel
- Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menegaskan korban adalah siswi kelas 10, sementara penyebab pastinya belum disimpulkan
- “Belum bisa diketahui dulu ya (dugaan bunuh diri atau tidak), kita lagi mengecek
- Korban dibawa ke rumah sakit ke RSUD ya,” ujarnya
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menegaskan korban adalah siswi kelas 10, sementara penyebab pastinya belum disimpulkan. “Belum bisa diketahui dulu ya (dugaan bunuh diri atau tidak), kita lagi mengecek. Korban dibawa ke rumah sakit ke RSUD ya,” ujarnya. Dalam rangkuman Optimaise News, jurang mangu polisi terus mendalami TKP, saksi, dan barang bukti milik korban.
Kronologi lengkap insiden tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu
Peristiwa berlangsung sore hari di area rel stasiun jurang mangu. Korban ditemukan tewas setelah tertabrak rangkaian dari arah Tanah Abang. Petugas Pengamanan Dalam (PKD) setempat segera menuju lokasi usai menerima laporan, mengamankan area, lalu berkoordinasi dengan kepolisian dan layanan medis.
Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan petugas mendalami informasi bersama pihak berwajib. KAI Commuter juga mengunggah permintaan maaf di akun X pada Senin pukul 17.37 WIB terkait keterlambatan Commuter Line karena seseorang menemper KA 1742D di Stasiun Jurangmangu.
Evakuasi dilakukan setelah keluarga diberi kesempatan melihat jenazah. Ambulans membawa jenazah ke RSU Tangerang Selatan di kawasan Pamulang. Kerja sama Polres dan KAI Commuter berlanjut hingga area rel aman bagi penumpang.
Identitas korban dan kisah keluarga yang berduka

Korban berinisial AP, 14 tahun, pelajar kelas X di SMA swasta kawasan Tangerang Selatan (sumber lain menyebut Pondok Aren). Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Marabunta, Pondok Ranji, usai penanganan di RSUD.
Ibu korban sempat histeris saat tiba di lokasi dan melihat jenazah anaknya sebelum proses evakuasi dilanjutkan. Suasana duka juga merundung rumah di wilayah Ciputat; kerabat menyebut almarhumah tumbuh dengan perhatian dan kasih sayang orang tua.
Pengurus sekolah yang disamarkan I menggambarkan almarhumah pribadi hangat, beretika, dan mudah beradaptasi. Setelah MPLS, AP sempat menulis surat tangan ucapan terima kasih dan doa kepada gurunya. Sekolah membantah isu perundungan maupun masalah akademik. “Saya pastikan tidak pernah ada (masalah), mau itu bullying, tugas-tugas, dan lainnya,” tutur I. Pihak keluarga meminta doa dan ruang privasi masa berkabung.
Pemeriksaan saksi teman sekolah dan barang bukti
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan saksi kunci termasuk teman sekolah yang pulang bersama menuju stasiun. Setibanya di stasiun jurang mangu, keduanya berpisah dan menunggu di titik berbeda.
“Saksi bersama korban diketahui pulang sekolah dan menuju Stasiun Jurangmangu,” kata Bambang. Polisi melakukan pemeriksaan TKP, mendata saksi, serta mengamankan barang milik korban. Dari pemeriksaan awal, korban mengalami luka di bagian kepala setelah tertabrak kereta.
Bambang menolak spekulasi dini. “Tidak bisa berandai-andai. Tunggu dulu, ini kita lakukan proses penyelidikan secara ilmiah yang bisa mengetahui penyebabnya seperti apa dan hasil dari korelasi keterangan para saksi yang dilakukan,” ujarnya. Optimaise News merangkum, jurang mangu polisi menekankan korelasi saksi dan bukti ilmiah sebelum menyimpulkan.
Dugaan bunuh diri yang masih didalami polisi
KAI Commuter menyebut korban diduga masuk atau melompat ke jalur saat kereta hendak berhenti. Informasi itu masih didalami bersama kepolisian. Ada pula sebaran unggahan media sosial yang disebut tulisan terakhir, termasuk isu permintaan maaf; keaslian dan kaitannya dengan korban belum dipastikan.
AKBP Boy Jumalolo kembali menegaskan kesimpulan belum ada. “Lagi dalam proses ya. Nanti kalau sudah ada pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” tutup Boy. Polisi masih membuka kemungkinan kecelakaan atau niat mengakhiri hidup, tanpa mengunci salah satu teori.
Bagi masyarakat dan komunitas sekolah, kasus ini mengingatkan pentingnya saluran curhat aman bagi remaja kelas X yang baru beradaptasi. Pihak sekolah menekankan adaptasi pasca-MPLS masih digelar tanpa tekanan berlebih. Jika ada tanda distres, orang tua dan guru dianjurkan merujuk layanan kesehatan mental resmi setempat, bukan spekulasi di media sosial.
Respon KAI Commuter atas gangguan perjalanan
Insiden memengaruhi beberapa perjalanan Commuter Line di lintas Rangkasbitung. KAI Commuter meminta maaf kepada penumpang atas keterlambatan sehubungan peristiwa di stasiun. Evakuasi dan pengamanan rel jadi prioritas sebelum normalisasi jadwal.
Petugas PKD, polisi, dan medis bekerja berurutan: amankan lokasi, verifikasi identitas, buka akses keluarga singkat, lalu angkut jenazah. Komuter disarankan memantau info resmi KAI Commuter saat ada gangguan di green line agar perjalanan tetap terukur.







