Jakarta, Optimaise News – Rebo Wekasan jatuh pada Rabu penutup bulan Safar dan banyak umat Islam Indonesia memilih momen itu untuk menyempurnakan hajat pribadi lewat sholat sunnah. Sholat hajat sendiri boleh dikerjakan kapan saja menurut Abu Khansa Al-Harits dalam Menjemput Berkah Lewat: Sholat Hajat, meski sepertiga malam terakhir disebut waktu utama.
Inti artikel
- Tidak ada tata cara khusus yang membedakan pelaksanaannya di Rebo Wekasan dibanding hari biasa
- Istilah Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa
- Rebo merujuk Rabu sementara wekasan berarti pungkasan atau penutup
Tidak ada tata cara khusus yang membedakan pelaksanaannya di Rebo Wekasan dibanding hari biasa. Optimaise News merangkum langkah-langkah yang bersumber dari hadis Rasulullah SAW serta panduan Kementerian Agama RI agar pembaca bisa langsung praktik tanpa kebingungan.
Rebo Wekasan dan makna Rabu penutup Safar
Istilah Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa. Rebo merujuk Rabu sementara wekasan berarti pungkasan atau penutup. Tradisi setempat menjadikan hari itu sebagai ruang untuk memohon perlindungan dan keberkahan menjelang pergantian bulan Hijriah.
Banyak warga desa maupun pelaku usaha kecil menjadikan malam Rebo Wekasan sebagai momentum merapikan niat usaha dan keluarga. Mereka menggabungkan ibadah sunnah dengan doa agar urusan harian lebih lancar tanpa menunggu waktu tertentu.
Tata cara sholat hajat dua rakaat sesuai anjuran
Hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dan Ibnu Majah menganjurkan wudhu sebaik mungkin sebelum sholat hajat. Setelah itu laksanakan dua rakaat, puji Allah, ucapkan sholawat, lalu lanjutkan doa khusus. Laman Kementerian Agama RI menegaskan jumlah rakaat yang sama, yakni dua rakaat.
Niatnya berbunyi ushalli sunnatal hajati rak’ataini ada’an lillahi ta’ala. Maknanya aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT. Setelah niat, bacalah Al-Fatihah dilanjutkan surah pendek. Gerakan mengikuti sholat sunnah biasa hingga salam.
Tidak ada tambahan gerakan khusus. Yang membedakan hanyalah niat di dalam hati dan doa yang dilafalkan usai salam. Pelaku usaha mikro sering memanfaatkan jeda sepertiga malam terakhir agar pikiran lebih tenang sebelum memulai aktivitas dagang esok hari.
Doa setelah salam yang dianjurkan ulama
Usai salam perbanyak sholawat. Satu doa panjang yang sering dibaca dimulai dengan Subhanal-ladzi labisal-izza dilanjutkan pujian hingga memohon shalawat atas Nabi Muhammad. Doa itu menegaskan keagungan Allah dan memohon karunia di atas arasy-Nya.
Doa lanjutan yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berbunyi La ilaha illallahul-halimul-karimu sampai walhamdulillahi rabbil-alamin. Intinya memohon rahmat, ampunan, dan terpenuhinya hajat yang diridhai. Setelah itu penutup dengan Ya arhamar-rahimin agar Allah yang Maha Penyayang segera mengabulkan.
Urutan doa ini menjaga fokus agar tidak berpindah ke permintaan duniawi semata. Banyak jamaah menuliskannya di kertas kecil agar lafal tidak terlewat saat malam sunyi.







