Sejarah Buruk San Antonio Spurs di Final NBA 2026

Author Image

Dwi

17 July 2026

Sejarah Buruk San Antonio Spurs di Final NBA 2026

New York Knicks menumbangkan San Antonio Spurs 4-1 di Final NBA 2026 dan mengakhiri puasa gelar selama 53 tahun. Ironinya, Spurs justru mencatat sejarah buruk San Antonio Spurs di final: selalu unggul dua digit poin di setiap laga, tapi tetap gagal juara.

Dilansir dari ESPN dan dihimpun Optimaise News, Spurs bahkan punya total keunggulan +173 poin jika dihitung dari babak playoff. Angka itu disebut selisih poin terbesar bagi tim yang unggul di final NBA namun tidak jadi kampiun.

Knicks angkat trofi di kandang Spurs

Gelar Knicks datang setelah game kelima di markas San Antonio. Spurs hanya mampu merebut satu kemenangan sepanjang seri, yakni di game ketiga.

Meski sempat mendominasi skor di hampir setiap babak, Spurs gagal menutup laga. Knicks memanfaatkan momen comeback hingga trofi diangkat di depan penonton Spurs.

Dominasi poin yang berakhir tanpa juara

Dominasi poin yang berakhir tanpa juara

Catatan Optimaise News menunjukkan Spurs memimpin 15 poin di game pertama, 16 poin di game kedua, dan 13 poin di game ketiga. Game ketiga menjadi satu-satunya kemenangan mereka di final.

Di game keempat, keunggulan Spurs membengkak hingga 29 poin—selisih terjauh di final NBA—sebelum Knicks comeback dan menang 107-106. Game kelima kembali menyisakan pimpinan 16 poin yang tak mampu dipertahankan Spurs.

Pola itu yang membuat sejarah buruk San Antonio Spurs terasa pahit: dominasi skor hampir mutlak, hasil akhir justru sebaliknya.

Wembanyama akui margin kesalahan terlalu tipis

Bintang Spurs, Victor Wembanyama, menilai serinya tak jauh dari penguasaan penuh. Ia menekankan betapa tipisnya ruang untuk salah di level final.

“Salah satu dari banyak hal yang saya pelajari adalah margin kesalahan sangat, sangat tipis,” kata Wembanyama. “Dominasi kami benar-benar mutlak. Kami benar-benar mendominasi sebagian besar seri ini, tetapi kesalahan kami, kekeliruan kami, dihukum dengan sangat berat. Kami tidak punya alasan apa-apa.”

Pernyataan itu merangkum ironi final 2026: San Antonio Spurs menguasai hampir seluruh seri secara skor, tapi New York Knicks yang membawa pulang gelar pertama mereka dalam lebih dari setengah abad.