Jakarta, Optimaise News – BYD mengungkapkan dokumen MIIT pada 7 Agustus 2026 untuk generasi Seal 07 berikutnya. Varian baterai murni (BEV) ditenagai hingga 300 kW atau setara 408 hp dengan kecepatan puncak 240 km/jam, sementara opsi plug-in hybrid memakai mesin 1,5 liter turbo 154 hp digabung motor 215 hp dan paket LFP 38,029 kWh.
Inti artikel
- BYD mengungkapkan dokumen MIIT pada 7 Agustus 2026 untuk generasi Seal 07 berikutnya
- Sensor LiDAR dipasang di atap agar DiPilot 5.0 bisa menjalankan fungsi Navigate on Autopilot
- Penjualan Juni 2026 hanya 627 unit, sehingga refresh ini diharapkan memulihkan minat pasar
Dimensi memanjang menjadi 5.080 mm (tambah 85 mm dari edisi lama), lebar 1.960 mm (tambah 50 mm), tinggi 1.495 mm, serta jarak sumbu roda 2.960 mm. Sensor LiDAR dipasang di atap agar DiPilot 5.0 bisa menjalankan fungsi Navigate on Autopilot. Penjualan Juni 2026 hanya 627 unit, sehingga refresh ini diharapkan memulihkan minat pasar.
Spesifikasi daya dan jarak tempuh yang diuji ulang
Pada mode listrik, paket hybrid diklaim mampu menempuh sekitar 245 km sebelum mesin bensin ikut bekerja. Saat baterai habis, konsumsi bahan bakar tercatat 4,25 liter per 100 km. Angka ini memberi ruang bagi pemilik armada kecil di kota besar Indonesia untuk menghitung biaya harian lebih ketat.
Optimaise News menilai kombinasi motor listrik 215 hp plus turbo 154 hp cocok buat rute antarkota pendek. Pengemudi bisa mengandalkan tenaga listrik di dalam kota, lalu beralih ke bensin tanpa khawatir kehabisan daya di jalan tol.
Versi BEV dengan 408 hp menargetkan pengemudi yang menginginkan respons cepat. Limit 240 km/jam memosisikan model ini di segmen sedan performa, meski infrastruktur pengisian di Indonesia masih berkembang bertahap.
Perubahan ukuran bodi dan ruang kabin

Penambahan 85 mm di panjang total serta 50 mm di lebar memberi kabin lebih lega. Wheelbase 2.960 mm menjaga stabilitas saat manuver di jalan raya yang sering padat. Tinggi 1.495 mm tetap rendah agar profil sporty tidak hilang.
Bagi pelaku UMKM yang sesekali membawa barang ringkas, ruang bagasi lebih dalam berpotensi mengurangi frekuensi perjalanan bolak-balik. Desain atap yang menampung LiDAR tetap harus mempertimbangkan garasi rumah susun yang sering pendek di Jakarta dan Surabaya.
Material bodi belum diungkapkan lebih rinci dalam dokumen MIIT, namun penambahan dimensi biasanya diiringi penyesuaian bobot. Pengemudi perlu menyesuaikan gaya pengereman di jalan basah karena massa total naik.
Integrasi LiDAR dan DiPilot 5.0
Sensor LiDAR di atap menjadi fondasi sistem bantuan Navigate on Autopilot. Fungsi ini membantu menjaga lajur dan menyesuaikan kecepatan pada jalan yang telah dipetakan, asalkan infrastruktur peta digital mendukung.
Di Indonesia, penggunaan fitur serupa masih dibatasi regulasi dan kesiapan jalan. Pengguna disarankan tetap memegang kendali penuh, terutama di kawasan yang belum lengkap rambu elektronik.
Gak Pakai Lama, BYD Siapkan Seal 07 Baru dengan Teknologi LiDAR terlihat dari dokumen yang masuk ke MIIT. Langkah ini menunjukkan merek ingin menaikkan tingkat otonomi tanpa menunggu siklus model penuh.
Konteks penjualan dan peluang pasar lokal
Angka 627 unit di Juni 2026 menandakan tekanan kompetisi di segmen sedan listrik menengah. Refresh dimensi dan sensor bisa menjadi penyeimbang, apalagi opsi hybrid menawarkan jarak listrik 245 km plus cadangan bensin.
Konsumen rumahan dapat memanfaatkan skema charge di malam hari bila tarif listrik rumah tangga stabil. Untuk armada perjalanan dinas, konsumsi 4,25 l/100 km saat baterai kosong memudahkan perhitungan anggaran bulanan.
Dealer diharapkan menyiapkan pelatihan teknisi untuk kalibrasi LiDAR. Tanpa support purna jual yang jelas, fitur canggih berisiko jarang dipakai pemilik.







