Jakarta, Optimaise News – Sam Altman, bos OpenAI, memamerkan fitur ChatGPT yang menghubungkan kalender keluarga dengan minat anak untuk bikin podcast pagi tentang pertandingan sepak bola atau ulang tahun. Meski begitu, unggahan itu langsung dirujak netizen yang merasa fitur itu terlalu berlebihan. Alex Hirsch, kreator Gravity Falls, bahkan balas sinis lewat komentarnya yang lebih viral dibanding postingan Altman sendiri.
Inti artikel
- Meski begitu, unggahan itu langsung dirujak netizen yang merasa fitur itu terlalu berlebihan
- Alex Hirsch, kreator Gravity Falls, bahkan balas sinis lewat komentarnya yang lebih viral dibanding postingan Altman sendiri
- Reaksi ini dikutip TechCrunch pada Selasa, 4 Agustus 2026
Reaksi ini dikutip TechCrunch pada Selasa, 4 Agustus 2026. Cerita ini muncul saat diskusi tentang dampak AI di kehidupan sehari-hari orang tua Indonesia yang masih sibuk mengatur jadwal anak sekaligus urusan bisnis kecil.
Demo ChatGPT yang Langsung Dikritik Netizen
Sam Altman membagikan contoh bagaimana AI bisa membantu orang tua dengan mengintegrasikan kalender keluarga dan hobi anak. Tujuannya untuk menghasilkan ringkasan pagi yang menggabungkan jadwal dan minat kecil anak. Namun, komentar Alex Hirsch justru menyabet soal bagaimana orang tua seharusnya berbicara langsung dengan anak tanpa perlu AI.
Reaksi viral ini menunjukkan bahwa banyak orang tua kini waspada terhadap iklan berlebihan dari perusahaan tech. Optimaise News mencatat bahwa komentar Hirsch tersebar lebih luas dan menjadi pembicaraan di berbagai grup kelompok orang tua.
Contoh Penggunaan ChatGPT di Kehidupan Sehari-hari
Nick Turley, kepala produk ChatGPT, mengaku memakai fitur suara untuk menyusun daftar tugas saat berkendara menuju kantor. Ia merasa fitur itu membantu menghemat waktu dalam urusan keluarga sekaligus pekerjaan.
Sementara itu, Mark Chen, chief research officer OpenAI, menggunakan pengetahuan mendalam tentang AI untuk menyusun konteks sebelum rapat penting. Contoh-contoh ini memperlihatkan bagaimana ChatGPT mulai masuk ke rutinitas orang dewasa yang punya anak.
Altman Akui Batasan dan Janji OpenAI
Di acara The Tonight Show with Jimmy Fallon, Sam Altman mengaku tak pernah membayangkan bisa membesarkan bayi tanpa ChatGPT. Ia menegaskan orang-orang sudah mengurus anak sejak lama tanpa bantuan teknologi.
Di sisi lain, OpenAI kini membuka lowongan manajer produk yang berpengalaman merancang solusi digital yang dipercaya orang tua. Langkah ini dilakukan setelah OpenAI menghadapi tuntutan hukum dari orang tua-keluarga yang menuduh AI memicu halusinasi dan kasus bunuh diri anggota keluarga meski sudah ada fitur keamanan orang tua.
Reaksi Industri dan Tantangan Hukum
Tahun lalu, Satya Nadella, CEO Microsoft, menyatakan ia menghentikan mendengarkan podcast favorit saat mengemudi dan diganti dengan chatbot AI. Pernyataan ini menjadi bahan perbandingan dengan fitur ChatGPT yang kini dipakai untuk parenting.
Meta juga sedang menguji aplikasi AI untuk menceritakan dongeng sebelum tidur kepada anak. Semua ini terjadi di tengah diskusi luas tentang bagaimana AI bisa membantu atau malah membingungkan orang tua di Indonesia yang masih mengandalkan pengalaman tradisional.
Dampak untuk Orang Tua UMKM di Indonesia
Bagi banyak orang tua yang mengelola bisnis kecil, fitur ChatGPT parenting terasa menarik karena bisa meringankan tugas mengatur jadwal. Namun, reaksi netizen menunjukkan kekhawatiran bahwa AI terlalu sering dipromosikan tanpa mempertimbangkan keterikatan manusia.
Optimaise News melihat bahwa cerita ini relevan untuk pembaca yang menggabungkan pekerjaan dan tanggung jawab sebagai orang tua. Banyak yang mulai mencoba fitur suara ChatGPT saat bepergian atau menyiapkan tugas harian.






