Saksa Hengkang Tundra usai Konflik 33, Raih 3 Gelar Yandex

Saksa hengkang dari Tundra usai TI 2025 karena konflik personal dengan 33. Kini kapten Yandex, raih 3 gelar tier-1 termasuk DreamLeague dan BLAST SLAM.

Author Image

Bagus

Saksa Hengkang Tundra usai Konflik 33, Raih 3 Gelar Yandex

Martin Saksa Sazdov hengkang dari Tundra Esports usai The International 2025. Penyebabnya retak relasi personal dengan offlaner Neta 33 Shapira, bukan soal performa atau strategi organisasi.

Inti artikel

  • Martin Saksa Sazdov hengkang dari Tundra Esports usai The International 2025
  • Penyebabnya retak relasi personal dengan offlaner Neta 33 Shapira, bukan soal performa atau strategi organisasi
  • Suasana roster dinilai sudah tak lagi kondusif

Suasana roster dinilai sudah tak lagi kondusif. Saksa lalu bangkit sebagai kapten Team Yandex dan meraih DreamLeague Season 27, PGL Wallachia Season 7, serta BLAST SLAM VII. Optimaise News merangkum kronologi dan dampaknya.

Retaknya Relasi Saksa dan 33 di Dalam Roster Tundra

Saksa ungkap alasan tinggalkan Tundra Esports yang berpusat pada konflik pribadi dengan 33. Kedua pemain pernah berbagi roster support dan offlane di skema Tundra pasca-TI.

Hubungan keduanya memburuk perlahan setelah tekanan kompetisi besar. Saksa menolak merinci isi perselisihan. Ia hanya menegaskan bahwa masalah itu bersifat personal murni.

Keputusan hengkang diambil setelah evaluasi internal. Saksa menekankan bahwa performa individu maupun kolektif bukan pemicu utama. Posisi support bintang itu justru masih diandalkan dalam draft.

Atmosfer Tim yang Disebut Sudah Tak Bisa Diselamatkan

Atmosfer Tim yang Disebut Sudah Tak Bisa Diselamatkan
Ilustrasi Atmosfer Tim yang Disebut Sudah Tak Bisa Diselamatkan.

Menurut Saksa, retaknya relasi membuat kolaborasi di dalam game semakin sulit. Komunikasi menjadi kaku dan suasana ruang latihan terasa berat.

Ia menggambarkan atmosfer roster sudah tak bisa diselamatkan lewat mediasi biasa. Tim butuh dinamika yang lebih sehat untuk mengejar target kompetisi berikutnya.

Organisasi Tundra tidak dipersalahkan secara langsung. Fokus kritik tertuju pada chemistry antar pemain yang sudah rusak. Situasi itu memaksa Saksa memilih keluar demi karier jangka panjang.

Langkah Saksa Menjadi Kapten di Team Yandex

Setelah meninggalkan Tundra, Saksa bergabung ke Team Yandex. Ia langsung dipercaya sebagai kapten. Peran kepemimpinan itu memberi ruang baru untuk mengatur tempo dan komunikasi.

Perpindahan ini terjadi di tengah bursa pasca-TI 2025. Yandex membutuhkan leader berpengalaman di posisi support. Saksa mengisi celah itu dengan cepat.

Sebagai kapten, ia mengatur struktur latihan dan pengambilan keputusan di draft. Perubahan pola pikir dari rekan setim lama ke struktur baru terasa lebih lega.

Deretan Prestasi Yandex di Era Kepemimpinan Saksa

Bersama Yandex, Saksa langsung meraih gelar DreamLeague Season 27. Tim menunjukkan konsistensi di fase grup hingga final. Chemistry baru terbukti efektif.

Gelar berikutnya datang dari PGL Wallachia Season 7. Yandex unggul di beberapa seri ketat melawan lawan kuat Eropa dan CIS. Saksa sering menjadi pengatur tempo di belakang.

Puncaknya adalah BLAST SLAM VII. Tiga gelar tier-1 dalam waktu singkat menandai kebangkitan karier. Optimaise News mencatat momen ini sebagai bukti bahwa hengkang tepat waktu justru membuka jalur juara.

Prestasi itu juga mengangkat ranking Yandex di kancah internasional. Saksa kini dipandang sebagai pemimpin yang mampu membangun roster stabil pasca-pergantian besar.

Sikap Diam 33 atas Tudingan Mantan Rekan Setim

Hingga kini Neta 33 Shapira belum merespons pernyataan Saksa secara publik. Tidak ada klarifikasi di media sosial maupun wawancara resmi.

Diamnya 33 membiarkan narasi Saksa berdiri sendiri di publik. Beberapa pengamat esports mencatat bahwa ketegangan personal jarang dibahas terbuka di scene Dota 2.

Sikap itu justru memperkuat kesan bahwa konflik memang ada. Namun tanpa konfirmasi dari pihak lain, detail perselisihan tetap menjadi spekulasi di kalangan fan.

Tanya Jawab Seputar Hengkangnya Saksa
Apa penyebab utama Saksa tinggalkan Tundra Esports?
Konflik personal dengan offlaner 33. Saksa menegaskan isu itu bukan soal performa individu atau keputusan organisasi.
Gelar apa saja yang diraih Saksa bersama Yandex?
DreamLeague Season 27, PGL Wallachia Season 7, dan BLAST SLAM VII. Tiga trofi tier-1 itu datang setelah ia menjadi kapten.
Apakah 33 sudah memberi tanggapan?
Belum. Hingga laporan ini disusun, 33 tetap diam dan tidak merilis pernyataan publik terkait tudingan mantan rekan setimnya.
Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.