Jakarta, Optimaise News – Optimaise News mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Pasar mengalami tekanan setelah kemarin tutup turun 97,4 poin atau 1,53% ke level 6.267,8. Analis pasar menyoroti pergerakan global yang kurang menguntungkan bagi investor lokal.
Inti artikel
- Pergerakan Asia menunjukkan campuran hasil
- Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,17%, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,17%
- S&P/ASX 200 Australia melemah 0,52%
Sentimen Global dan Asia yang Mempengaruhi Pasar Saham
Pergerakan Asia menunjukkan campuran hasil. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,17%, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,17%. S&P/ASX 200 Australia melemah 0,52%. Wall Street ditutup melemah karena aksi jual saham teknologi dan ketidakpastian konflik AS-Iran. Harga minyak kembali menguat, memicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat.
Data ini menjadi perhatian utama karena memengaruhi sentimen investor di Indonesia. BNI Sekuritas mencatat net sell asing sebesar Rp280 miliar kemarin, terutama pada saham TPIA, BMRI, ASII, BBCA, dan PGAS.
Rekomendasi Saham dari Mandiri Sekuritas
Mandiri Sekuritas memberikan tiga saham pilihan untuk trading hari ini. ISAT direkomendasikan buy dengan harga penutupan 2.150, target harga 2.200, stop loss atau reversal di 2.120. Level support berada di 2.120 dan resistance di 2.200.
Untuk BBCA, rekomendasi buy dengan target naik ke 6.400 dari harga penutupan 6.300. Stop loss di 6.225, support 6.225, dan resistance 6.400. MDKA buy dengan target 2.970 dari penutupan 2.920. Stop loss di 2.890, support 2.890, dan resistance 2.970.
Rekomendasi ini memberikan opsi diversifikasi bagi pelaku pasar yang mengantisipasi pelemahan IHSG.
Trading Plan BNI Sekuritas dengan Level Detail
BNI Sekuritas menyediakan enam saham pilihan dengan area beli, cutloss, dan target harga yang spesifik. Fanny Suherman menyebut IHSG berpeluang break resistance kuat di 6300. Hati-hati jika gagal, risiko koreksi ke support 6100-6200.
Untuk INDF, beli di 7225-7275, cutloss di bawah 7200, target 7325-7450. JPFA beli 2200, cutloss di bawah 2180, target 2230-2270. ULTJ beli 1480-1495, cutloss di bawah 1455, target 1515-1545.
AMMN beli 4200-4250, cutloss di bawah 4160, target 4300-4400. ELSA beli 685-695, cutloss di bawah 675, target 710-720. ADRO beli 2510-2530, cutloss di bawah 2500, target 2550-2580.
Analisis Teknikal dari MNC Sekuritas
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguat di best case dengan target 6.440-6.544. Rentang worst case terkoreksi ke 5.890-6.192. Support 6.201 dan 6.029, resistance 6.454 dan 6.599.
AMRT buy on weakness di 1.265-1.315, target 1.440 hingga 1.590, stop loss di bawah 1.220. EMAS trading buy 7.475-7.600, target 7.875 hingga 8.175, stop loss di bawah 7.375. HRUM buy on weakness 770-800, target 910 hingga 970, stop loss di bawah 755.
ICBP buy on weakness 7.225-7.450, target 7.800 hingga 8.200, stop loss di bawah 7.125.
Pilihan dari BRI Danareksa dan ACES
BRI Danareksa Sekuritas menyarankan MEDC, ESSA, dan WIRG. MEDC mempertahankan potensi penguatan di atas support 1.296-1.310 menuju 1.370-1.400. Laba bersih kuartal I-2026 mencapai US$67,2 juta atau sekitar Rp1,1 triliun.
ESSA breakout dari 600-650 dengan volume meningkat, target 715-740. Potensi dividen Rp42-56 per saham sepanjang 2026. WIRG menembus level 61, target 68-72, dengan laba kuartal II-2026 sebesar Rp53,6 miliar.
Saham ACES mencatat net buy asing Rp4,45 miliar kemarin, harga Rp360. PBV di 0,97 kali, omzet semester I-2026 Rp4,5 triliun. Saham ini dinilai masih murah meski ytd minus 12,20%.
Level Kunci yang Dipantau Analis Pasar
Analis pasar menyarankan pemantauan level utama 6.200 hingga 6.350 untuk IHSG. Kombinasi rekomendasi dari berbagai broker ini membantu investor menyusun strategi trading lebih luas tanpa membuka banyak sumber berbeda. Pilihan saham tetap harus dianalisis lebih dalam sebelum dieksekusi.







