BMRI Unggul di Bank Besar: Dividen 9% & Target Rp5800 di Tengah

Samuel Sekuritas rekomendasikan BMRI dengan target Rp5.800. Berikut analisis lengkap laba, NIM, dan valuasi rendah di tengah volatilitas IHSG.

Author Image

Dyah

BMRI Unggul di Bank Besar: Dividen 9% & Target Rp5800 di Tengah

Samuel Sekuritas Indonesia menilai saham Bank Mandiri (BMRI) sebagai pilihan terbaik di antara saham bank besar saat ini. Meski normalisasi laba diprediksi berlangsung pada semester II-2026, analis tetap memberikan target harga Rp5.800 berdasarkan valuasi price to book value yang rendah dan yield dividen sekitar 9 persen.

Inti artikel

  • Samuel Sekuritas Indonesia menilai saham Bank Mandiri (BMRI) sebagai pilihan terbaik di antara saham bank besar saat ini
  • Rekomendasi ini muncul meski saham BMRI turut tertekan oleh aksi jual asing hari ini
  • Optimaise News merangkum proyeksi dari Samuel Sekuritas yang mencerminkan potensi pemulihan kinerja perusahaan di masa depan

Rekomendasi ini muncul meski saham BMRI turut tertekan oleh aksi jual asing hari ini. Optimaise News merangkum proyeksi dari Samuel Sekuritas yang mencerminkan potensi pemulihan kinerja perusahaan di masa depan.

NIM Bank Mandiri Diprediksi Hantam Titik Terendah di Kuartal III-2026

Proyeksi margin bunga bersih (NIM) BMRI mencapai titik terendah pada kuartal III-2026 sebelum mulai stabil di kuartal IV-2026. Kondisi ini masih memengaruhi profitabilitas secara keseluruhan di semester berikutnya.

Namun, analis melihat normalisasi tersebut telah tercermin dalam valuasi rendah saat ini. Tekanan profitabilitas sudah terbayang jelas sejak tahun lalu.

Laba Bersih QII Naik 33,5% YoY tapi Turun 2,3% QoQ, Sudah Lepas 52% Estimasi

Laba Bersih QII Naik 33,5% YoY tapi Turun 2,3% QoQ, Sudah Lepas 52% Estimasi
Laba Bersih QII Naik 33,5% YoY tapi Turun 2,3% QoQ, Sudah Lepas 52% Estimasi.

Pada kuartal II-2026, BMRI mencetak laba bersih Rp15 triliun. Angka itu turun 2,3 persen kuartal ke kuartal, namun naik 33,5 persen tahun ke tahun.

Secara kumulatif semester I-2026, laba bersih BMRI mencapai Rp30,4 triliun atau meningkat 24,4 persen. Realisasi tersebut sudah mencapai sekitar 52,4 persen dari estimasi Samuel Sekuritas untuk tahun 2026.

Pengguna Livin’ 40,9 Juta Dorong Pendapatan Komisi Berulang 24% YoY

Pendapatan berbasis komisi menjadi mesin pertumbuhan baru BMRI. Angkanya naik 24 persen tahun ke tahun dengan dukungan jumlah pengguna Livin yang mencapai 40,9 juta orang.

Ekspansi ekosistem digital ini terlihat jelas memberikan kontribusi terhadap laba operasional ke depan.

Valuasi P/BV 1,2 Kali Level Rendah 2015-2016 Meski NPL Cuma 0,3%

BMRI diperdagangkan di level price to book value 2026 sebesar 1,2 kali. Angka tersebut setara dengan posisi terendah pada 2015-2016.

Kualitas aset saat ini jauh lebih baik. Non-performing loan hanya 0,3 persen atau 30 basis poin dibandingkan 4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Samuel Sekuritas Tetapkan Target Rp5.800 Berdasarkan P/BV 1,7 Kali

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp5.800. Target tersebut mencerminkan rasio price to book value sebesar 1,7 kali untuk proyeksi 2026.

Yield dividen 9 persen dinilai memberi kompensasi selama investor menunggu pemulihan kinerja bank Mandiri.

Alternatif Rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas

BRI Danareksa Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli BMRI dengan target harga Rp6.200. Angka itu berdasarkan pendekatan inverse cost of equity lima tahun dan asumsi long-term growth 3 persen.

Valuasi fair value price to book value diperhitungkan 1,8 kali dalam model mereka.

FAQ
Apa target harga yang direkomendasikan Samuel Sekuritas untuk BMRI?
Samuel Sekuritas memberikan target Rp5.800 dengan rasio price to book value 1,7 kali untuk proyeksi 2026.
Mengapa nilai BMRI terlihat rendah padahal fundamental bank besar semakin kuat?
Valuasi harga buku saat ini berada di level terendah dibandingkan periode 2015-2016, dipicu proyeksi normalisasi laba di semester II-2026.
Berapa yield dividen yang dinilai sebagai kompensasi?
Yield dividen BMRI sekitar 9 persen yang memberikan pengembalian tambahan selama pemulihan kinerja.
Apakah ada kesempatan jangka panjang bagi investor di sektor bank besar?
Ada, asalkan mempertimbangkan proyeksi NIM yang stabil pasca kuartal III-2026 dan ekspansi pendapatan komisi yang didorong pengguna digital.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.