Rupiah Menguat ke Rp 17.800

Rupiah menguat ke Rp 17.800 per USD di tengah antusiasme pasar menantikan pidato Presiden Prabowo di DPR. IHSG naik 0,64% ke level 6.450 didukung sentimen.

Author Image

Dyah

Rupiah Menguat ke Rp 17.800

– Pasar modal dan valas pagi Senin (10/8/2026) bergerak positive saat pelaku pasar menanti isyarat stabilitas dari Presiden Prabowo Subianto. IHSG menguat 0,64 persen ke 6.450 pukul 10.02 WIB, sementara rupiah menyentuh Rp17.810 per dolar AS.

Inti artikel

  • Pasar modal dan valas pagi Senin (10/8/2026) bergerak positive saat pelaku pasar menanti isyarat stabilitas dari Presiden Prabowo Subianto
  • IHSG menguat 0,64 persen ke 6.450 pukul 10.02 WIB, sementara rupiah menyentuh Rp17.810 per dolar AS
  • Indeks Harga Saham Gabungan melanjutkan tren naik di sesi pagi

Dalam rangkuman Optimaise News, suasana itu sejalan judul berita video pasar yang menunggu pidato. Komoditas ikut warnai: batu bara tertekan, minyak naik karena Selat Hormuz masih tertutup.

IHSG dan rupiah pagi Senin 10 Agustus

Indeks Harga Saham Gabungan melanjutkan tren naik di sesi pagi. Level 6.450 tercatat setelah penguatan 0,64 persen pada pukul 10.02 WIB.

Di pasar valas, rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar AS. Angka itu menjadi acuan tunggal yang disebut dalam ringkasan video pasar pagi ini.

Sentimen menunggu pidato presiden di depan DPR memberi konteks bagi investor ritel dan institusi. Mereka menakar apakah pernyataan fiskal-moneter bisa meredam volatilitas kurs.

Batu bara tertekan, minyak naik di Hormuz

Di pasar berjangka, harga batu bara melemah seiring naiknya pasokan dari India. Tekanan pasokan itu langsung terasa di kontrak energi regional.

Sebaliknya, harga minyak mentah kembali naik. Alasan utama yang disebut pasar: Selat Hormuz masih tertutup, sehingga risiko pasokan energi global tetap tinggi.

Kombinasi dua arah harga komoditas itu memengaruhi neraca perdagangan Indonesia sebagai net importir minyak. Investor mengaitkannya dengan daya tarik aset dalam negeri di sesi yang sama.

Video: Pasar Nantikan Pidato Prabowo dan target kurs 2027

Frasa Video: Pasar Nantikan Pidato Prabowo merangkum ekspektasi sesi ini. Pasar berharap pidato membawa sinyal strategi menjaga nilai tukar terhadap mata uang dunia.

Pada dokumen KEM-PPKF RAPBN 2027 yang sebelumnya dipaparkan di Rapat Paripurna DPR, pemerintah menargetkan kurs rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Prabowo menekankan strategi fiskal dan moneter agar nilai tukar tetap stabil.

Target lain yang menyertai: inflasi 1,5, 3,5 persen, defisit APBN 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB, pengangguran terbuka 4,30, 4,87 persen, serta kemiskinan 6,0, 6,5 persen. Angka-angka itu menjadi latar panjang di balik pergerakan harian hari ini.

Optimaise News mencatat dari keterangan sumber pasar bahwa pelemahan rekor di sekitar Rp17.706 per dolar AS pada pertengahan Mei 2026 sempat menjadi acuan tekanan terberat. Penguatan ke Rp17.810 pagi ini dibaca sebagai jeda, bukan penutup bab.

Apa artinya bagi investor ritel

Penguatan simultan IHSG dan rupiah memberi ruang likuiditas sementara. Namun risiko geopolitik lewat jalur minyak Hormuz tetap di meja, begitu pula harga batu bara yang lemah.

Keputusan moneter di luar negeri dan kejelasan kebijakan DHE serta disiplin fiskal, termasuk sinyal pemangkasan belanja yang pasar anggap positif, akan diuji lewat isi pidato dan tindak lanjut di lapangan. Tanpa itu, gap antara target 2027 dan kurs harian bisa kembali melebar.

FAQ
Berapa level IHSG dan rupiah yang disebut pagi ini?
IHSG menguat 0,64 persen ke 6.450 pada pukul 10.02 WIB. Rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar AS.
Mengapa minyak naik dan batu bara turun?
Minyak naik karena Selat Hormuz masih tertutup. Batu bara tertekan seiring pasokan India yang naik.
Berapa target kurs Prabowo untuk 2027?
Kisaran Rp16.800, 17.500 per dolar AS dalam kerangka KEM-PPKF, dengan penekanan pada stabilitas nilai tukar.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.