Jakarta, Optimaise News – Roman Gofman, kepala Mossad, memecat dua pejabat seniornya setelah operasi yang direncanakan gagal menjatuhkan Republik Islam Iran. Keputusan ini menjadi bagian dari reorganisasi besar dalam intelijen Israel dan menunjukkan kompleksitas strategi yang dilakukan.
Inti artikel
- Roman Gofman, kepala Mossad, memecat dua pejabat seniornya setelah operasi yang direncanakan gagal menjatuhkan Republik Islam Iran
- Keputusan ini menjadi bagian dari reorganisasi besar dalam intelijen Israel dan menunjukkan kompleksitas strategi yang dilakukan
- Salah satu pejabat yang dipecat menjabat sejak Desember sebagai Kepala Direktorat Intelijen Mossad
Salah satu pejabat yang dipecat menjabat sejak Desember sebagai Kepala Direktorat Intelijen Mossad. Sementara pejabat kedua adalah kepala divisi yang terlibat langsung dalam perencanaan operasional. Kedua tokoh ini sejak lama menjadi arsitek utama rencana menjatuhkan rezim Iran melalui bantuan kelompok minoritas setempat.
Reaksi dan Pengaruh Pemecatan di Mossad
Kedua pejabat dan Gofman sendiri berselisih sejak awal kepemimpinannya. Pemecatan dilakukan atas kesepakatan bersama sebagai bagian dari reorganisasi Mossad yang lebih luas. Keputusan ini dirancang untuk memperkuat struktur intelijen di masa mendatang.
Benjamin Netanyahu pernah membahas rencana tersebut dengan Donald Trump pada Februari 2026. Percakapan ini menjadi sorotan karena menandakan koordinasi tinggi antara pemimpin politik dan intelijen di Israel. Namun, rencana operasional tetap melibatkan serangan terhadap posisi IRGC di perbatasan Iran dengan Irak.
Tujuan Strategis Operasi Mossad
Serangan dirancang khusus untuk membuka jalan bagi pejuang Kurdi menyeberang ke Iran. Operasi ini bertujuan maju ke kota-kota Kurdi di barat laut negara itu. Langkah tersebut menunjukkan ambisi Mossad dalam menciptakan jalan alternatif untuk perubahan rezim.
Implikasi Politik Regional
Pemecatan ini bisa memengaruhi hubungan Israel dengan negara-negara tetangga. Dengan fokus pada kelompok minoritas Iran, Mossad mencoba menciptakan tekanan internal. Namun, kegagalan operasi menunjukkan betapa sulitnya upaya tersebut di lapangan.
Reorganisasi Mossad juga mencakup penyesuaian alokasi sumber daya. Hal ini dilakukan agar agen-agen bisa lebih terkoordinasi di masa depan. Keputusan pemecatan yang cepat mengindikasikan perlunya adaptasi cepat setelah setiap operasi bermasalah.




