Medan, Optimaise News – Gelombang doa dan belasungkawa komunitas dangdut membanjiri linimasa setelah kabar kepergian Dedi Swandi alias Deswa beredar. Finalis 9 Besar Dangdut Academy musim pertama itu dikabarkan wafat sekitar 24 Juli 2026 usai berjuang melawan sakit.
Inti artikel
- Gelombang doa dan belasungkawa komunitas dangdut membanjiri linimasa setelah kabar kepergian Dedi Swandi alias Deswa beredar
- Finalis 9 Besar Dangdut Academy musim pertama itu dikabarkan wafat sekitar 24 Juli 2026 usai berjuang melawan sakit
- Sosok angkatan awal program itu masih dikenang lewat karakter vokal khas
Sosok angkatan awal program itu masih dikenang lewat karakter vokal khas. Optimaise News merangkum reaksi Ridho juara DA2, jejak kompetisi, serta pemisahan fakta dan spekulasi yang beredar di ruang publik.
Gelombang Doa dan Belasungkawa Memenuhi Media Sosial
Linimasa media sosial dipenuhi unggahan doa dari fans, alumni, dan penonton setia. Banyak yang mengingat penampilan Deswa di panggung musim pertama sebagai bagian memori bersama program.
Unggahan kenangan berganti dengan ucapan belasungkawa. Komunitas dangdut seolah menyatu dalam duka yang sama untuk finalis yang sempat menonjol di babak awal.
Arus dukungan ini menunjukkan posisi Deswa bukan sekadar peserta biasa. Ia bagian generasi pertama yang ikut membentuk kesan publik terhadap Dangdut Academy.
Pesan Ridho Juara Dangdut Academy 2 untuk Deswa

Ridho, juara Dangdut Academy 2, menyampaikan doa belasungkawa lewat unggahan di media sosial. Pesan itu langsung dibalas ratusan komentar duka dari warganet.
Ucapan Ridho terasa personal karena keduanya berasal dari jalur kompetisi serupa. Fans melihatnya sebagai tanda solidaritas antarangkatan yang masih terjaga.
Beberapa komentar di unggahan itu juga menyinggung dukungan penggemar Lesti Kejora yang sempat membantu perjuangan perawatan sebelumnya. Hal itu hanya sempat disebut sambil lalu di satu media, tapi tetap menambah nuansa perhatian luas.
Jejak hingga 9 Besar Musim Pertama dan Vokal yang Diingat

Deswa meraih posisi 9 Besar di Dangdut Academy musim pertama. Ia dikenal punya warna vokal khas yang membedakannya di antara finalis angkatan awal.
Penampilannya kerap diingat fans lama. Salah satu momen yang masih dilontarkan adalah saat tersenggol deswa academy; Tersenggol, Deswa D Academy Memang Ingin Pulang sempat jadi frasa yang melekat di benak penonton.
Jejak itu menempatkannya sebagai bagian generasi yang ikut membangun memori publik program. Bukan hanya biodata singkat, melainkan wajah yang mewakili semangat kompetisi dangdut televisi di masanya.
Asal Medan serta Yang Sudah dan Belum Terkonfirmasi soal Kepergiannya
Deswa disebut berasal dari Medan, tepatnya Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Tanggal lahirnya 14 Desember, sementara tahun kelahiran belum dipublikasikan secara luas.
Optimaise News menyusun sintesis singkat agar pembaca tidak mencampur fakta dan dugaan. Yang sudah pasti: ia finalis 9 Besar DA1, kabar wafat beredar sekitar 24 Juli 2026 usai sakit, serta Ridho dan komunitas menyampaikan doa.
Yang masih spekulasi: dugaan meningitis atau sakit selaput otak yang muncul di ruang publik dan sebagian media. Konfirmasi resmi dari keluarga belum ada. Umur pastinya juga belum terverifikasi publik.
Timeline ringkas kiprahnya: tampil dan bertahan hingga 9 Besar di musim pertama, lalu kabar duka muncul di 24 Juli 2026. Pemisahan ini penting agar duka tetap hormat pada fakta tanpa menelan rumor mentah.
Bagi fans, yang tinggal adalah doa dan kenangan vokal. Komunitas dangdut kini menjaga nama Deswa sebagai bagian dari angkatan yang pernah menghidupkan panggung.







