Review MSCI yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026 pukul 23.00 waktu CEST berdampak langsung pada pergerakan IHSG. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyebabkan Brent Crude naik ke US$88,91 per barel, sementara IHSG turun 1,53% atau 97,49 poin ke level 6.267,88 pada perdagangan sebelumnya.
Inti artikel
- Review MSCI yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026 pukul 23.00 waktu CEST berdampak langsung pada pergerakan IHSG
- Investor asing mencatat net sell Rp687,84 miliar
- Kondisi ini mendorong pasar menunggu hasil tinjauan Indeks MSCI yang akan menentukan status pembekuan saham Indonesia
Investor asing mencatat net sell Rp687,84 miliar. Kondisi ini mendorong pasar menunggu hasil tinjauan Indeks MSCI yang akan menentukan status pembekuan saham Indonesia.
Geopolitik Menggerus Harga Minyak dan Perhitungan Rupiah
Iran mempertahankan penutupan Selat Hormuz sejak 11 Agustus 2026. Hal itu meningkatkan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran pasokan energi global.
Rupiah menguat ke Rp17.762 per dolar AS pada 10 Agustus, tetapi menahan posisi di dekat Rp17.800 pada sesi awal kemarin. Kondisi ini mencerminkan sentimen tunggu hasil tinjauan MSCI.
Apa Itu Indeks MSCI dan Dampaknya bagi Pasar Indonesia
Indeks MSCI Indonesia Index menjadi acuan global untuk investasi. Tinjauan Agustus 2026 bisa membuka atau menutup peluang masuknya saham RI ke dalam indeks tersebut.
Update paling krusial adalah pengumuman hasil tinjauan yang diprediksi keluar di web resmi MSCI setelah pukul 23.00 CEST.
Prajogo Pangestu Tambah Pengendalian di CUAN Jelang Review
Konglomerat Prajogo Pangestu membeli 51,7 juta saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan total dana Rp36,68 miliar. Pembelian dilakukan bertahap antara Rp680 hingga Rp740 per lembar pada 11 Agustus 2026.
Aksi tersebut menambah kepemilikan Prajogo menjadi 90,4 miliar lembar atau 80,1478 persen. Transaksi ini bertepatan dengan hitungan hari menjelang pengumuman hasil tinjauan MSCI.
Peluang Reksa Dana Pasar Uang di Tengah Geopolitik
Reksadana pasar uang tetap dipandang sebagai pilihan aman saat volatilitas tinggi. Produk ini memiliki volatilitas rendah dibandingkan reksa dana saham.
Optimaise News merangkum bahwa instrumen ini bisa membantu investor mengamankan likuiditas sambil menunggu kepastian hasil review MSCI.







