Persija Jakarta resmi merekrut Kwon Chang-hoon, mantan pemain Bundesliga dan Timnas Korea Selatan, dengan kontrak dua musim untuk musim 2026/2027. Pengumuman itu disampaikan Jumat (17/7/2026) dan menempatkan gelandang serang berusia 32 tahun itu di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Menurut pantauan Optimaise News, pemain kidal yang didatangkan dari Jeju SK ini digadang menambah kreativitas lini serang Macan Kemayoran. Ia dikenal serbabisa di sayap kanan, sayap kiri, maupun gelandang serang.
Reuni dengan Shin Tae-yong di Macan Kemayoran
Kwon sempat menjadi anak buah Shin Tae-yong di Timnas Korea Selatan pada periode 2017–2018. Kini keduanya bertemu lagi di level klub setelah STY menangani Persija.
Laga terakhir Kwon bersama Taegeuk Warriors tercatat di Piala Dunia 2022 di Qatar, saat ia masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan dari Ghana. Total ia mengoleksi 43 penampilan dan 12 gol untuk tim nasional.
Presiden Persija Mohamad Prapanca optimistis proses adaptasi akan lebih cepat berkat kehadiran pelatih se-negara. “Kami percaya kualitas dan mentalitas Kwon akan memberikan pengaruh positif bagi Persija. Keberadaan Coach Shin diharapkan membantu Kwon beradaptasi lebih cepat sehingga bisa segera menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama tim,” katanya.
Jejak Eropa, K League, dan rekor klub

Kwon memulai karier profesional di Suwon Samsung Bluewings sebelum hijrah ke Eropa. Ia pernah memperkuat Dijon FCO di Ligue 1 Prancis dan SC Freiburg di Bundesliga Jerman.
Usai kembali ke Korea Selatan, ia membela Gimcheon Sangmu, Jeonbuk Hyundai Motors, lalu Jeju SK sebelum menerima pinangan Persija. Sepanjang karier, ia tampil lebih dari 340 kali di level klub dan tim nasional serta mencetak lebih dari 50 gol.
Ia juga dua kali masuk K League 1 Best XI pada 2015 dan 2016. Pengalaman itu menjadi modal yang disorot manajemen Macan Kemayoran.
Prapanca soroti pengalaman dan target musim

Dalam keterangan resmi Persija, Prapanca menilai rekam jejak Kwon sebagai aset penting bagi skuad asuhan Shin Tae-yong. “Kwon adalah pemain dengan pengalaman yang sangat lengkap. Ia pernah bermain di kompetisi top Eropa, membela Timnas Korea Selatan, dan tampil di level tertinggi sepak bola internasional,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
“Kehadirannya diharapkan dapat menambah kreativitas, variasi serangan, serta membantu Persija mencapai target musim ini.” Rilis klub juga menegaskan pemain asal Korea Selatan itu dikontrak dua musim dan diharapkan jadi tambahan penting di lini serang.
Optimaise News mencatat bursa transfer Persija musim ini juga diisi nama lain seperti Pratama Arhan, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Kerim Memija, dan Kyohei Yoshino. Kwon menjadi opsi Asia Timur setelah Yoshino.
Alasan Kwon memilih Persija
Kwon mengaku tak ragu menerima tawaran dari Jakarta. “Saya memilih Persija karena ingin menghadapi tantangan baru. Saya sudah mendapatkan berbagai pengalaman di beberapa negara, tetapi datang ke Persija merupakan lembaran baru dalam hidup saya,” ujarnya.
Ia mengaku mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia sejak Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia. “Ketika masih bermain di Korea Selatan, saya melihat Coach Shin Tae-yong bekerja di Indonesia. Saya juga melihat sepak bola Indonesia mengalami banyak perkembangan. Hal itu membuat saya memiliki pandangan positif terhadap sepak bola Indonesia dan Persija. Karena itulah saya memutuskan datang ke sini.”
Dengan kontrak hingga 2028, eks Freiburg itu diharapkan segera menyatu dengan intensitas permainan yang ditanamkan STY di Super League 2026/2027.






