Surakarta, Optimaise News – Bareskrim Polri melalui Pusat Laboratorium Forensik mengumumkan hasil pemeriksaan ijazah S1 Presiden ke-7 Joko Widodo nomor 1120 dari Fakultas Kehutanan UGM pada Mei 2025. Dokumen itu dinyatakan identik dengan pembanding seperiode, autentik, dan sah setelah uji tinta, kertas, serta unsur fisik lain.
Inti artikel
- Dokumen itu dinyatakan identik dengan pembanding seperiode, autentik, dan sah setelah uji tinta, kertas, serta unsur fisik lain
- Klarifikasi Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta pada 22 Agustus 2025 menegaskan tim memeriksa material fisik berusia puluhan tahun
- Pemeriksaan 39 saksi di 13 lokasi termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan kampus UGM turut memperkuat temuan tanpa unsur pidana
Klarifikasi Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta pada 22 Agustus 2025 menegaskan tim memeriksa material fisik berusia puluhan tahun. Pemeriksaan 39 saksi di 13 lokasi termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan kampus UGM turut memperkuat temuan tanpa unsur pidana.
Peran Pusat Laboratorium Forensik Polri dalam Uji Ijazah Jokowi
Pusat laboratorium forensik polri menjadi garda depan penanganan dugaan dokumen palsu yang sempat meramaikan ruang publik. Tim ahli meneliti tinta, jenis kertas, dan komponen fisik lain di luar Nomor Induk Mahasiswa agar seluruh indikasi keaslian tercatat rapi.
Hasil yang diumumkan Bareskrim menegaskan dokumen akademik tersebut cocok dengan arsip sezaman. Skripsi yang dilampirkan juga diuji dan terbukti dibuat menggunakan mesin ketik plus teknik cetak khas 1985, sehingga pola produksi masa itu tetap terbaca.
Optimaise News mencatat proses ini melibatkan penelusuran lokasi fisik yang meluas. Formulir pendaftaran, kartu hasil studi, surat keterangan praktik, hingga ijazah asli diamankan untuk perbandingan langsung di laboratorium.
Klarifikasi Kampus dan Temuan Material Dokumen Usia Dekade

Sigit Sunarta dalam pernyataan resmi August 2025 menekankan pemeriksaan menyentuh material yang sudah puluhan tahun. Ia menyebut seluruh temuan menunjuk pada autentisitas dokumen yang diserahkan kepada penegak hukum.
Selain pemeriksaan visual dan kimia, ahli forensik membandingkan karakteristik kertas dengan sample seperiode. Langkah ini menutup celah spekulasi soal manipulasi modern yang sering muncul dalam kasus serupa.
Pemeriksaan menyentuh 13 titik, dari sekolah menengah di Surakarta hingga arsip kampus Yogyakarta. Data saksi yang berjumlah 39 orang memberi konteks temporal yang selaras dengan hasil laboratorium.
Pusat Laboratorium Forensik Jakarta dan Konteks Operasional

Banyak warga mencari pusat laboratorium forensik jakarta sebagai rujukan visualisasi lokasi. Unit ini dikenal berada di kawasan Kalimalang, meski alamat pusat laboratorium forensik kalimalang jarang dicantumkan lengkap di berita sehari-hari.
Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan uji mendalam tanpa memindahkan dokumen ke luar struktur Polri. Hal ini mempercepat rantai penanganan pengaduan yang semula dilayangkan sejumlah pihak terkait dugaan ijazah palsu.
Bareskrim menegaskan tidak ada unsur pidana yang terbukti. Seluruh rangkaian forensik, saksi, dan penelusuran lokasi menyimpulkan dokumen resmi serta sah untuk digunakan sebagai arsip publik.







