Juara Liga Primer Inggris 2025/26, Arsenal, kalah 2-3 dari Borussia Dortmund pada laga Piala Emirates di Stadion Emirates, London, Minggu (9/8/2026). Skor waktu normal telan ironi: The Gunners tertinggal, bangkit lewat Ethan Nwaneri dan penalti Viktor Gyokeres, tapi gagal menyamakan kedudukan.
Inti artikel
- Format turnamen tetap memaksa adu penalti
- Arsenal menang 5-4; kiper cadangan Illan Meslier menepis tendangan Mathis Albert
- Dortmund yang dilatih Niko Kovac tampil lebih tajam sejak peluit awal
Format turnamen tetap memaksa adu penalti. Arsenal menang 5-4; kiper cadangan Illan Meslier menepis tendangan Mathis Albert. Dalam rangkuman Optimaise News, hasil ganda itu jadi ujian kesiapan sebelum Como 1907 (Kamis 13/8) dan Community Shield lawan Manchester City (Minggu 16/8).
Babak pertama klinis Die Borussen di Emirates
Dortmund yang dilatih Niko Kovac tampil lebih tajam sejak peluit awal. Menit ke-7, Samuele Inacio memanfaatkan celah di belakang Kepa Arrizabalaga dan membawa tamu unggul 1-0.
Keunggulan digandakan Konstantinos Karetsas pada menit ke-29. Skor 0-2 bertahan hingga istirahat. Lini tengah Arsenal, dengan Martin Odegaard dan Viktor Gyokeres di depan, kesulitan menutup ruang di tengah dan sayap.
Momen ini jauh dari drama tautan lama seperti arsip uefa champions league arsenal vs dortmund; pramusim Piala Emirates lebih soal ritme dan rotasi dibanding tekanan kompetisi resmi. Pemain muda dan opsi bench Dortmund yang lebih klinis jadi pembeda babak pertama.
Balasan Nwaneri-Gyokeres dan gagalnya kejar skor
Babak kedua, intensitas Arsenal naik. Ethan Nwaneri memperkecil jadi 1-2 di menit ke-54 dari umpan Christos Tzolis. Empat menit kemudian Joane Gadou menambah lewat sepak pojok, skor 1-3.
Harapan bangkit muncul menit ke-69. Wasit tunjuk titik putih setelah pelanggaran pada Tzolis; Gyokeres mengeksekusi bersih jadi 2-3. Mikel Arteta lalu memasukkan Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus di menit ke-78 menggantikan Gyokeres dan Tzolis.
Tekanan tuan rumah di sisa laga tidak membuahkan gol penyeimbang. Pertahanan Dortmund, yang sempat digeser rotasi, tetap rapat hingga peluit panjang. Skor akhir waktu normal tetap 2-3 untuk Die Borussen.
Format turnamen paksa adu penalti meski kalah normal
Piala Emirates memuat sesi tos-tosan meski pemenang waktu normal sudah jelas. Arsenal menang 5-4. Illan Meslier, yang masuk menit 46 menggantikan Kepa, menjadi penentu dengan menepis penalti pemain muda Dortmund, Mathis Albert.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, trofi dirayakan kubu Dortmund usai laga waktu normal, sementara sesi penalti memberi The Gunners poin format tersendiri. Ironi juara PL yang kalah 90 menit tapi “menang” penalti pramusim terbaca sebagai sinyal campuran: blunder lini belakang babak I diimbangi mental eksekusi di bintik putih.
Bagi penonton yang sempat bandingkan skenario malam serupa di tren pencarian, nuansa arsenal vs dortmund 2018 malam ini atau ristaka 2019 tidak relevan di sini; yang diuji 2026 adalah kesiapan skuat Arteta, bukan tabungan sejarah head-to-head kompetitif.
Formasi Arteta dan rotasi menuju Community Shield
Arsenal mulai 4-3-3: Kepa; White, Mosquera, Gabriel, Calafiori; Odegaard, Lewis-Skelly, Havertz; Dowman, Gyokeres, Tzolis. Odegaard diganti Nwaneri sejak menit 33. Banyak roketan di menit 60, 79 menandai tes bench: Julienne, Ogunnike, Salmon, Hincapie, Vieira, O’Neill, Ibrahim, Jesus, Martinelli, plus Meslier di babak kedua.
Dortmund 3-4-3: Meyer; Gadou, Mane, Bensebaini; Svensson, Bellingham, Nmecha, Beier; Karetsas, Fabio Silva, Inacio, dengan pergantian Chukwuemeka, Albert, Guirassy, Sabitzer, dan lainnya. Jobe Bellingham, Felix Nmecha di tengah memberi densitas yang sempat menghancurkan struktur tuan rumah di babak I.
Rotasi massal bukan hanya penyesuaian skor. Menjelang Como dan Community Shield, Arteta tampak menimbang daya tahan pemain muda serta opsi sayap. Kekalahan normal 2-3 menempatkan pekerjaan rumah di lini belakang; kemenangan penalti 5-4 menahan moral sebelum trofi musim pertama diuji City.
Bagi pembaca di Indonesia yang mengikuti skor pramusim, paket fakta skor normal, penalti, line-up, dan kalender 13, 16 Agustus lebih berguna daripada sekadar daftar gol. Arsenal butuh ketat di rear line, tapi masih punya path eksekusi di tekanan tinggi, tepat yang diuji Piala Emirates ini.







