Jakarta, Optimaise News – Pusat laboratorium forensik Polri sedang menangani pemeriksaan mendalam terhadap dokumen akademik Nomor Induk Mahasiswa 1120 milik Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Hasil akhir pemeriksaan ini menyatakan dokumen tersebut autentik, sesuai klarifikasi resmi yang dikeluarkan pada 22 Agustus 2025.
Inti artikel
- Hasil akhir pemeriksaan ini menyatakan dokumen tersebut autentik, sesuai klarifikasi resmi yang dikeluarkan pada 22 Agustus 2025
- Tim analis dari pusat laboratorium forensik fokus pada keaslian tinta dan jenis kertas yang digunakan dalam dokumen berusia puluhan tahun
- Mereka juga memeriksa elemen fisik lain untuk memastikan kesesuaian dengan standar keamanan resmi
Tim analis dari pusat laboratorium forensik fokus pada keaslian tinta dan jenis kertas yang digunakan dalam dokumen berusia puluhan tahun. Mereka juga memeriksa elemen fisik lain untuk memastikan kesesuaian dengan standar keamanan resmi.
Proses Pemeriksaan Mendalam di Pusat Laboratorium Forensik
Analisis dilakukan secara bertahap, dimulai dari material tinta hingga tekstur kertas serta unsur fisik pendukung lainnya. Pendekatan ini bertujuan untuk mengungkap detail yang mungkin membantu mengklarifikasi keabsahan dokumen tanpa kelonggaran.
Hasil uji ini muncul sebagai kelanjutan dari kasus TPUA yang sempat berujung pada pengaduan ke Bareskrim Polri sebelum Mei 2025, di mana verifikasi menjadi langkah krusial dalam proses hukum terkait pendidikan.
Klaim Resmi Dekan Fakultas Kehutanan UGM

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Sigit Sunarta, menyatakan bahwa hasil uji forensik menyatakan ijazah autentik. Dalam sesi klarifikasi resmi 22 Agustus 2025, beliau menjelaskan bahwa tim spesialis telah mengkaji mulai dari tinta sampai kertas serta aspek fisik lainnya secara menyeluruh.
Dokumen pendukung seperti formulir pendaftaran kartu hasil studi dan ijazah asli berhasil diamankan oleh pihak berwenang sebagai bagian dari bukti yang dikumpulkan. Pendekatan ini juga merujuk pada teknik pembuatan skripsi Jokowi yang menggunakan mesin ketik serta cetak sesuai periode tahun 1985.
Tindakan Investigasi Bareskrim Polri
Bareskrim Polri memeriksa 39 saksi serta menelusuri 13 lokasi termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan kampus Universitas Gadjah Mada. Unit ini berhasil mengamankan sejumlah dokumen pendukung yang diserahkan dalam proses penyelidikan.
Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa mereka tetap menyimpan dokumen akademik asli yang diserahkan ke aparat penegak hukum untuk mendukung penelitian lebih lanjut oleh tim forensik.
Dampak Kasus dan Solusi dari Pusat Laboratorium Forensik
Kasus ini menjawab dugaan terhadap ijazah palsu yang sempat memicu pengaduan masyarakat luas. Perspektif dari Optimaise News melihat bahwa kerja sama antara kampus dan pusat laboratorium forensik Polri penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap ijazah kampus.







