Pemerintah kini beralih mengandalkan uang primer M0 sebab indikator resmi dinilai tidak andal lagi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah bank mengalami kesulitan menghimpun pendanaan meski laporan formal menyatakan likuiditas dalam kondisi aman.
Laporan KSSK periode Maret 2026 menempatkan LDR pada 84,64 persen. Rasio AL/NCD mencapai 122,55 persen sementara AL/DPK 27,85 persen. Ketiganya jauh melampaui ambang masing-masing 50 persen dan 10 persen. Kenaikan suku bunga deposito dan pergerakan di pasar uang antarbank mengindikasikan kebutuhan likuiditas yang sedang naik.
Purbaya Nilai Indikator Likuiditas KSSK Tak Cerminkan Kondisi Bank
Pernyataan itu muncul saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Jakarta pada 16 Juli 2026. Data resmi KSSK menggambarkan likuiditas memadai, tetapi fakta lapangan menunjukkan sebaliknya.
Menurut Purbaya, alat ukur yang dipakai sudah tidak menggambarkan kondisi riil perbankan. Optimaise News mencatat ia mendorong tim KSSK menemukan ukuran yang lebih pas.
Namun formula pengganti belum berhasil ditemukan. Anggota KSSK meliputi Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan.
Pergeseran ke Base Money M0 sebagai Acuan Alternatif

Pemerintah mulai memakai uang primer yang dikenal sebagai base money (M0). Langkah ini dipilih untuk mendapatkan potret yang lebih akurat mengenai kondisi likuiditas.
Rasio-rasio seperti LDR dan AL/DPK dinilai terlalu optimis sehingga gagal mendeteksi kesulitan di tingkat bank individual. Persaingan menaikkan bunga deposito menjadi bukti konkret tekanan tersebut.
Gejolak di pasar uang antarbank memperkuat indikasi yang sama. Pasokan dana antar bank terlihat lebih ketat dari yang digambarkan data agregat.
Indikator KSSK Tak Akurat, Purbaya Desak Pencarian Formula Baru

Kesenjangan ini menuntut respons cepat agar stabilitas terjaga. Tanpa perbaikan, pengambilan keputusan di level otoritas bisa meleset dari realitas pasar.
Purbaya menggarisbawahi urgensi penyesuaian indikator. Hanya dengan data yang relevan, KSSK dapat berfungsi optimal.
Sinyal dari kenaikan bunga simpanan dan aktivitas pasar antarbank harus menjadi input utama. Hal itu lebih mencerminkan kebutuhan likuiditas yang sesungguhnya.
FAQ atau Tanya Jawab seputar Isu Likuiditas
Mengapa indikator KSSK dianggap tak akurat oleh Purbaya? Karena data resmi menyatakan memadai dengan LDR 84,64 persen AL/NCD 122,55 persen dan AL/DPK 27,85 persen, tetapi sejumlah bank kesulitan memperoleh dana. Kenaikan suku bunga deposito menjadi indikasi.
Apa yang diminta Purbaya kepada tim KSSK? Ia meminta mereka mencari indikator yang lebih pas. Sayangnya formula pengganti belum ditemukan.
Apa acuan alternatif yang mulai digunakan? Uang primer alias base money (M0). Ini membantu merefleksikan jumlah uang di sistem dengan lebih baik.
Kapan pernyataan disampaikan dan di mana? Pada 16 Juli 2026 di rapat kerja Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Jakarta.







