Jakarta, Optimaise News – Usai Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Senin (3/8/2026), Ketua Umum Erick Thohir memaparkan pendapatan federasi periode 2025-2026 sekitar Rp722 miliar yang sudah diaudit. Angka itu menandai pergeseran sikap: dari era sebelumnya yang cenderung menolak dana negara ke model kolaborasi, meski sponsor mendominasi lebih dari 90 persen dan porsi APBN hanya Rp63 miliar.
Inti artikel
- Presiden disebut menyampaikan dukungan dana dan fasilitas yang akan terus diberikan
- Dari total pendapatan yang dilaporkan, bantuan pemerintah melalui APBN tercatat Rp63 miliar
- Sisanya dihimpun federasi sendiri
Presiden disebut menyampaikan dukungan dana dan fasilitas yang akan terus diberikan. Pantauan Optimaise News, Erick menekankan sinyal itu sangat dibutuhkan, sambil menegaskan PSSI cukup mandiri lewat merchandise, sponsor, tiket, dan hak siar televisi.
Komposisi Rp722 Miliar: Sponsor Dominan, APBN Tipis
Dari total pendapatan yang dilaporkan, bantuan pemerintah melalui APBN tercatat Rp63 miliar. Sisanya dihimpun federasi sendiri. Mayoritas aliran masuk berasal dari sponsor, dengan porsi di atas 90 persen.
Sumber non-APBN lain mencakup penjualan merchandise, tiket pertandingan, dan hak siar televisi. Erick menegaskan kerja keras itu membuat organisasi olahraga relatif mandiri, tanpa menutup pintu bantuan negara.
“Kami di PSSI bekerja keras untuk mendapatkan pendanaan itu. Baik dari penjualan merchandise, sponsor, tiket pertandingan, hingga hak siar televisi. Artinya, kami juga cukup mandiri sebagai organisasi olahraga,” kata Erick Thohir setelah Kongres PSSI di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Erick Ubah Tradisi Lama: Dari Tertutup ke Kolaborasi

Sebelum masa kepemimpinan Erick, PSSI cenderung tertutup terhadap bantuan dana pemerintah. Roda organisasi dijalankan dengan dana yang dikumpulkan sendiri. Tradisi itu ingin diubah bila tujuan memajukan sepak bola sama antara federasi dan negara.
Kolaborasi digambarkan sebagai pilihan, bukan ketergantungan penuh. Erick menolak persepsi seolah federasi tidak lagi memerlukan dukungan publik.
“Jangan sampai ada persepsi bahwa kami tidak memerlukan dukungan pemerintah. Tadi juga Bapak Presiden menyampaikan mengenai dana dan fasilitas yang akan terus didukung. Itu tentu sangat kami butuhkan,” ucap Erick Thohir.
Sinyal Presiden dan Fasilitas yang Diharapkan
Dalam jumpa pers usai kongres, Erick menyinggung pidato Presiden soal dana dan fasilitas yang akan terus didukung. Ia menilai dukungan itu tetap krusial untuk pengembangan sepak bola nasional, meski arus kas federasi sudah kuat.
“Tapi kami juga PSSI berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar APBN. Sisanya benar-benar kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu. Baik dari merchandise, sponsor, tiket, dan TV,” kata Erick. Framing tujuan bersama menjadi syarat agar bantuan dan fasilitas dapat dimanfaatkan bersama tanpa mengaburkan kemandirian organisasi.
Posisi PSSI di Antara Federasi Olahraga Lain
Angka Rp722 miliar digambarkan sebagai bukti bahwa PSSI termasuk federasi terbesar di Indonesia dibanding federasi olahraga lainnya. Capaian itu juga disebut menempatkan federasi pada posisi sehat dan cukup mandiri.
“Angka itu menunjukkan federasi kita menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dibandingkan federasi olahraga lainnya. Ini menjadi bukti bahwa PSSI terus berkembang sebagai organisasi yang profesional sekaligus mandiri,” tuturnya.
Optimaise News merangkum, penekanan “profesional sekaligus mandiri” digandeng dengan penegasan bahwa bantuan pemerintah tetap terbuka. Tidak ada klaim lepas total dari APBN, hanya komposisi yang kini jauh lebih didominasi sumber komersial.
Liga Rp705 Miliar dan Arah Asprov Selanjutnya
Selain laporan federasi, Erick menyinggung pendapatan kompetisi liga per musim sekitar Rp705 miliar. Ia menilai klub Liga 1 dan Liga 2 kini memperoleh pemasukan lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Fokus pembenahan berikutnya diarahkan ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI. Setelah tim nasional dan kompetisi dinilai lebih maju, penguatan pembinaan daerah digambarkan sebagai langkah menjaga kesinambungan prestasi.
Erick berharap Asprov ke depan dipimpin sosok yang berkomitmen pada sepak bola, mampu mengembangkan pembinaan, serta sanggup mencari sumber pendanaan secara mandiri. Alur ini melengkapi gambaran kemandirian finansial di tingkat pusat: sponsor mendominasi, APBN tipis, kolaborasi tetap dibuka, dan fondasi daerah mulai dibenahi.







