Bogor, Optimaise News – Kiper Ajax Amsterdam Maarten Paes merespons kekalahan Timnas Indonesia 0-3 dari Vietnam di matchday ketiga Grup A ASEAN Championship 2026 lewat akun X-nya, meski ia tidak masuk skuad. Ia menekan pesan dukungan dan sisa peluang grup setelah laga di Stadion Pakansari, Bogor, Senin malam, 3 Agustus 2026.
Inti artikel
- Ia menekan pesan dukungan dan sisa peluang grup setelah laga di Stadion Pakansari, Bogor, Senin malam, 3 Agustus 2026
- Tiga gol Vietnam masuk ke gawang Nadeo Argawinata lewat Nguyen Van Vi (menit 6), Nguyen Hai Long (14), dan Rafaelson (71)
- Skuad John Herdman tetap di peringkat ketiga dengan enam poin
Tiga gol Vietnam masuk ke gawang Nadeo Argawinata lewat Nguyen Van Vi (menit 6), Nguyen Hai Long (14), dan Rafaelson (71). Skuad John Herdman tetap di peringkat ketiga dengan enam poin. Optimaise News merangkum sinyal moral dari kiper absen itu bagi suporter menjelang laga sisa.
Pesan X Maarten Paes usai gawang Nadeo kebobolan tiga kali
Paes menulis di @MaartenPaes30 segera setelah laga. Ia tidak membahas skor atau lineup, melainkan fokus pada dukungan publik. Unggahan itu memakai hashtag #AFF dan emoji bendera Indonesia.
Kutipannya utuh: “Keep supporting the Team, still all to play for Indonesia #AFF” (Terus dukung tim, semuanya masih bisa diperjuangkan untuk Indonesia). Nada itu berbeda dari reaksi pemain yang main di lapangan. Paes berbicara dari luar skuad, sebagai penjaga gawang Timnas yang sedang berkarier di Ajax.
Bagi pembaca suporter, pesan singkat itu menegaskan bahwa kekalahan 0-3 di Pakansari belum menutup perhitungan grup. Ia mengingatkan bahwa sisa laga masih menentukan, tanpa mengomentari detail taktik atau grebek gawang.
Alasan pemain Eropa termasuk Paes absen di turnamen non-kalender FIFA
Paes dan sejumlah pemain yang berkarier di Eropa tidak memperkuat Timnas di ASEAN Championship 2026. Turnamen digelar di luar kalender FIFA resmi. Klub-klub Eropa tidak wajib melepas pemain untuk kompetisi regional semacam ini.
Konsekuensinya, skuad John Herdman harus mengandalkan komposisi yang tersedia di dalam negeri dan di luar Eropa. Absensi kiper Ajax menjadi salah satu contoh paling terlihat. Di gawang, Nadeo Argawinata yang mendapat kepercayaan di Pakansari.
Catatan Optimaise News menunjukkan, konteks kalender ini juga menjelaskan mengapa pesan Paes dari jarak jauh terasa relevan. Ia tidak bisa turun ke lapangan, tetapi tetap menyuarakan dukungan publik agar tekanan pada tim tidak membesar usai tiga gol Vietnam.
Posisi klasemen Grup A Timnas setelah matchday ketiga di Pakansari
Kekalahan 0-3 menempatkan Timnas Indonesia tetap di posisi ketiga Grup A dengan enam poin. Hasil itu datang di matchday ketiga. Vietnam unggul lewat gol cepat Van Vi dan Hai Long di babak pertama, lalu Rafaelson menutup di menit 71.
Angka enam poin masih memberi ruang matematis di sisa jadwal grup. Frasa “still all to play for” dari Paes sejalan dengan fakta klasemen itu: peringkat ketiga belum final, dan poin yang sudah dikumpulkan belum sia-sia.
Bagi suporter, membaca skor 0-3 bersamaan dengan enam poin membantu menjaga ekspektasi realistis. Laga di Pakansari menjadi ujian terbuka, bukan penutup turnamen. Sintesis ini memadukan absensi Paes, pesan X-nya, dan posisi poin tanpa mengulang evaluasi taktik lapangan.
Konteks dukungan publik menjelang laga sisa lawan Singapura
Setelah Pakansari, perhatian beralih ke sisa laga, termasuk menghadapi Singapura. Pesan Paes dari luar skuad memberi sinyal moral yang berbeda dibanding kutipan pemain atau pelatih yang turun di laga. Ia menekankan dukungan, bukan analisis kegagalan bertahan.
Dukungan publik menjadi faktor yang bisa dipegang saat skuat tanpa sejumlah pilar Eropa. Dengan turnamen non-FIFA, jembatan emosional dari pemain yang absen seperti Paes membantu menjaga suasana di media sosial dan tribun.
Sisa peluang grup tetap ada selama poin dan peringkat masih terbuka. Membaca unggahan Paes bersama fakta enam poin memberi gambaran utuh: kekalahan telak 0-3 tidak otomatis menghapus aspirasi lolos, selama publik dan skuad tetap selaras ke depan.







