Protelindo Grup Djarum Tawarkan VTO SUPR Rp45.000 ke 100%

Protelindo Grup Djarum buka VTO SUPR Rp45.000 (24 Juli-24 Agustus 2026). Kuasa 99,1% bersama iForte, target 100% go private. Premium di atas Rp43.850.

Author Image

Dyah

Protelindo bersama iForte sudah memegang 99,1 persen saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Sisa float publik tinggal sangat tipis. Kini penawaran tender sukarela atau VTO seharga Rp45.000 per saham dibuka sebagai pintu penutup menuju kepemilikan 100 persen.

Inti artikel

  • Protelindo bersama iForte sudah memegang 99,1 persen saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
  • Sisa float publik tinggal sangat tipis
  • Kini penawaran tender sukarela atau VTO seharga Rp45.000 per saham dibuka sebagai pintu penutup menuju kepemilikan 100 persen

Langkah ini menjadi dorongan terakhir sebelum go private. Rencana delisting sukarela sudah disetujui pemegang saham pada 20 Mei 2026. Harga tawaran itu memberi premium nyata di atas level pasar harian Rp43.850.

Peta Kepemilikan SUPR: 99,1% Sudah Terkonsolidasi

Protelindo saat ini memegang 1.107.187.889 saham atau 97,33 persen. iForte menyusul dengan 29.411.765 saham setara 2,58 persen. Gabungan keduanya mencapai 99,1 persen total.

Jika seluruh sisa saham publik terserap penuh, Protelindo diproyeksikan menguasai 1.137.579.698 saham. Angka itu setara 100 persen kepemilikan. Konsolidasi ini menempatkan SUPR sepenuhnya di bawah payung grup.

Free float yang sudah di bawah 15 persen membuat saham masuk papan Full Call Auction. Kondisi itu mendorong penutupan sisa kepemilikan publik agar struktur lebih rapi.

Harga VTO vs Pasar: Premium di Atas Rp43.850

Harga penawaran VTO ditetapkan Rp45.000 per saham. Level itu lebih tinggi dibanding harga pasar SUPR yang berada di Rp43.850. Selisihnya memberi ruang bagi pemegang minoritas.

Dasar legal mengharuskan harga di atas rata-rata tertinggi 12 bulan yang mencapai Rp42.295. Tawaran Rp45.000 jelas memenuhi dan melampaui acuan tersebut. Bagi sisa pemegang publik, angka Rp45.000 versus Rp43.850 berarti selisih langsung sekitar Rp1.150 per saham.

Jendela 24 Juli sampai 24 Agustus 2026 jadi waktu krusial. Pemegang minoritas bisa menimbang tender atau menahan. Keputusan itu berdampak langsung pada nilai realisasi mereka.

Jadwal Tender 24 Juli, 24 Agustus dan Target 100%

Periode VTO berlangsung dari 24 Juli hingga 24 Agustus 2026. Ini merupakan update eksekusi setelah rencana disetujui pada RUPSLB Mei lalu. Targetnya jelas: serap seluruh sisa float.

Setelah VTO selesai, Protelindo diproyeksi pegang 100 persen saham. Proses voluntary delisting bisa dilanjutkan sesuai tahapan Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham minoritas punya satu bulan penuh untuk mendaftarkan sahamnya.

Keputusan harus diambil dalam rentang itu sebelum penutupan. Keterlambatan berarti kehilangan kesempatan premium yang ditawarkan saat ini.

Cara Transaksi: Crossing BEI dan Settlement KSEI

Transaksi VTO dilakukan lewat mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia. Cara ini memudahkan penyerapan saham dalam volume besar tanpa mengganggu harga pasar terbuka. Investor ritel cukup mengikuti prosedur melalui sekuritas masing-masing.

Penyelesaian mengikuti ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI. Setelah tender berhasil, saham berpindah tangan dan settlement selesai sesuai jadwal KSEI. Proses ini standar untuk penawaran tender sukarela di pasar modal Indonesia.

Mekanisme crossing menjaga kelancaran tanpa tekanan likuiditas harian. Settlement KSEI memastikan kepastian hukum bagi semua pihak yang ikut serta.

Relasi Protelindo, TOWR dalam Rencana Go Private

Protelindo merupakan entitas di bawah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). TOWR sendiri bagian dari Grup Djarum yang aktif di infrastruktur telekomunikasi. Rencana go private SUPR bertujuan efisiensi pengelolaan aset dan operasional jangka panjang.

Dengan kepemilikan penuh, grup bisa lebih leluasa mengatur strategi tanpa tekanan free float. Langkah ini sejalan evaluasi strategi setelah free float menipis. Delisting diharapkan merapikan struktur kepemilikan di bawah payung TOWR dan Protelindo.

Bagi pemegang minoritas, VTO Rp45.000 menjadi opsi exit dengan premium. Sintesis peta 99,1 persen, harga di atas pasar, jadwal Juli, Agustus, serta mekanisme crossing dan KSEI memberi gambaran utuh untuk memutuskan. Semua data itu sudah tersedia dalam satu rangkaian yang jelas.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.