Jakarta, Optimaise News – Petinju Puerto Rico Prichard Colon meninggal pada Kamis 13 Agustus 2026 dalam usia 33 tahun, 11 tahun setelah cedera otak yang membuatnya tak pernah kembali ke ring. Ayahnya, Richard Colón, menyampaikan kabar itu lewat media sosial dan menegaskan sang putra kini berada di tempat yang lebih baik.
Inti artikel
- Ayahnya, Richard Colón, menyampaikan kabar itu lewat media sosial dan menegaskan sang putra kini berada di tempat yang lebih baik
- Nama Prichard Digget Colon juga muncul di akun publik sebagai identitas yang dikenal penggemar
- Semua itu terhenti sebelum sabuk dunia profesional sempat diraih
Hidupnya berubah di EagleBank Arena, Fairfax, Virginia, pada 17 Oktober 2015, saat beberapa pukulan ke belakang kepala oleh Terrel Williams berujung pendarahan otak. Optimaise News merangkum dari keterangan keluarga dan federasi bahwa karier tak terkalahkan itu berakhir dalam satu malam, disusul 221 hari koma dan perawatan penuh keluarga.
Awal Karier Gemilang yang Berakhir Memukul
Lahir 19 September 1992, ia pindah ke Puerto Rico sekitar usia 10 tahun dari Maitland, Florida, lalu menonjol di amatir dengan rekor 170-15 dan emas Pan American Youth 2010. Di profesional ia mencatat 16-0, 13 di antaranya knockout, dan sempat disebut prospek welter Karibia yang membawa bendera pulau itu dengan gaya teknis.
Nama Prichard Digget Colon juga muncul di akun publik sebagai identitas yang dikenal penggemar. Semua itu terhenti sebelum sabuk dunia profesional sempat diraih. Yang tersisa kemudian adalah juara kehormatan dari WBC, pengakuan atas semangat juang di luar ring, bukan lagi angka kemenangan.
Duel yang Mengubah Kehidupan Prichard Colón
Laga 17 Oktober 2015 di Virginia mempertemukannya dengan Terrel Williams. Williams beberapa kali mendaratkan pukulan ke belakang kepala, jenis pukulan kelinci yang dilarang. Colon protes kepada wasit, tetapi pertandingan berjalan terus hingga ia terjatuh di ronde kesembilan.
Usai bel, pusing dan muntah muncul di ruang ganti, lalu kolaps. Diagnosis hematoma subdural memaksa operasi darurat. Williams kemudian berkata kepada The Washington Post pada 2019 bahwa peristiwa itu memengaruhi hidup Colon selamanya, dan memengaruhi hidupnya sendiri selamanya. Ia sempat vakum lebih dari dua tahun, kalah pertama kali dari Thomas Dulorme pada 2019, dan menarik diri dari sorotan publik.
11 Tahun Berjuang di Vegetatif State
Setelah operasi, Colon koma 221 hari. Ketika sadar, ia tidak lagi berbicara dan berjalan seperti semula. Sebagian laporan menyebut tahap vegetatif yang panjang, dengan upaya komunikasi lewat komputer selama rehabilitasi.
Seluruh perawatan intensif ditanggung keluarga, terutama orang tua Nieves dan Richard. Gugatan terhadap pihak medis dan promotor yang sempat dijalankan tidak pernah sampai ke persidangan, menurut catatan yang dihimpun dari media internasional.
Pesan Ayah yang Terakhir untuk Melestarikan Keninginan Putra
Richard menulis, dikutip TMZ: “Selamat pagi, semuanya. Dengan perasaan menyesal, saya mengabarkan bahwa putra saya Prichard telah meninggal dunia. Dia kini ada di tempat yang lebih baik.” Ia berterima kasih atas cinta dan doa bertahun-tahun dan meminta doa terus mengalir.
Dalam versi yang dilaporkan The Ring, ayahnya menyesal belum bisa mewujudkan keinginan putranya berlibur ke Puerto Rico. Itulah gap yang paling manusiawi dari kabar duka ini: janji pulang kampung yang tertahan oleh tubuh yang tak pulih. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, keluarga meminta publik menempatkan doa di pusat, bukan spekulasi medis.
Warisan Petinju yang Mengingatkan Keselamatan di Tinju
WBC menyatakan duka mendalam. Organisasi itu menyebut Colon ikon keberanian, menobatkannya Juara Dunia Kehormatan, dan mengaitkan tragedi ini dengan penguatan aturan: toleransi nol untuk pukulan belakang kepala serta protokol medis lebih ketat. WBO, lewat Gustavo Olivieri, menilai hidupnya ditentukan keberanian dan ketekunan yang menyentuh komunitas tinju.
Bagi pembaca di Indonesia yang mengikuti tinju lewat layar, kasus ini menjadi contoh konkret mengapa wasit, dokter sisi ring, dan pengawasan pukulan ilegal bukan detail teknis belaka. Rekor 16-0 tetap utuh di kertas, tetapi warisan yang lebih keras adalah standar keselamatan yang diperbarui setelah satu malam di Virginia.







