Jakarta, Optimaise News – Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan sahampenyedikitnya US$2,93 miliar atau Rp52,3 triliun per orang setelah ayahnya meninggal dunia pada Maret 2026 di usia 86 tahun. Pengalihan tersebut berasal dari kepemilikan Michael di perusahaan holding keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan.
Inti artikel
- Pengalihan tersebut berasal dari kepemilikan Michael di perusahaan holding keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan
- Saham Michael di PT Dwimuria Investama Andalan berjumlah 49 persen
- Setelah meninggal, kepemilikan tersebut dibagi rata kepada keempat anaknya
Proses transfer saham ini menjadikannya salah satu peristiwa pembagian kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir, menurut laporan detikcom dan media lain yang disusun Optimaise News.
Pembagian Saham Dwimuria yang Hanya 49 Persen Dibagi Merata
Saham Michael di PT Dwimuria Investama Andalan berjumlah 49 persen. Setelah meninggal, kepemilikan tersebut dibagi rata kepada keempat anaknya. Setiap anak kini memperoleh sekitar 12,25 persen saham Dwimuria.
Hitungan nilai saham berdasarkan kepemilikan di Bank Central Asia saja mencapai US$11,7 miliar atau Rp209,1 triliun per 11 Agustus 2026. Rincian pembagian ini membuat setiap pewaris menerima estimasi nilai Rp52,3 triliun. Namun, bukan berarti mereka menerima uang tunai penuh, melainkan kepemilikan saham di perusahaan holding.
Nilai Saham Michael Rp209,1 Triliun Jadi Dasar Hitungan Warisan
Nilai tersebut dihitung dari posisi Dwimuria sebagai pemegang saham pengendali terakhir BCA. Michael dan Robert Budi Hartono menguasai lebih dari separuh saham Bank Central Asia melalui struktur perusahaan induk tersebut.
Perubahan struktur kepemilikan dicatatkan dalam laporan keterbukaan informasi BCA kepada Bursa Efek Indonesia. Optimaise News mencatat bahwa nilai Rp209,1 triliun menjadi fondasi perhitungan warisan keluarga Hartono yang sangat besar.
Robert Budi Hartono Kini Pemegang Kendali Terakhir BCA
Setelah Michael Bambang Hartono meninggal, Robert Budi Hartono kini menjabat sebagai pemegang saham pengendali terakhir PT Dwimuria Investama Andalan. Dokumen OJK Nomor SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026 mengonfirmasi perubahan tersebut.
PT DIA yang semula dikendalikan bersama kini hanya dipimpin oleh Robert Budi Hartono dengan kepemilikan saham tetap 51 persen. BCA telah menyampaikan penyesuaian ini secara resmi, menjaga stabilitas kepemilikan bank terbesar di Indonesia.
Jaringan Bisnis Keluarga Hartono Meluas ke Djarum dan Lainnya
Warisan ini tidak hanya mencakup BCA. Empat anak Michael Bambang Hartono juga memperoleh kepentingan di PT Djarum, Pusat Perbelanjaan Grand Indonesia, PT Polytron, dan sektor perkebunan serta e-commerce.
Victor Hartono, putra sulung Robert Budi Hartono, kini menjabat CEO Djarum. Keberlanjutan usaha keluarga ini semakin kuat dengan generasi baru yang memegang pimpinan strategis.
Transfer Kekayaan Ini Melebihi Warisan Tokoh Singapura
Nilai warisan Hartono melampaui warisan Wee Cho Yaw dari keluarga United Overseas Bank Ltd, yang bernilai US$10 miliar atau Rp178,72 triliun. Total kekayaan gabungan keluarga Hartono mencapai US$28,6 miliar.
Proses pembagian saham Dwimuria yang berjalan secara berkelanjutan melalui kepemilikan saham mempertahankan kendali keluarga atas aset-aset strategis. Transfer besar ini menunjukkan pentingnya stabilitas kepemilikan di era bisnis Indonesia yang dinamis.







