Jakarta, Optimaise News – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026) menepis kabar bahwa Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno sakit dan akan meninggalkan jabatan. Ia menegaskan pejabat itu sehat dan belum ada wacana pengunduran diri.
Inti artikel
- Ia menegaskan pejabat itu sehat dan belum ada wacana pengunduran diri
- Rangkuman Optimaise News mengikat bantahan istana dengan data lapangan agar pembaca melihat pejabat aktif, bukan absen di kabinet
- Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan soal rumor mundur karena kesehatan
Pada hari yang sama di Jawa Timur, Pratikno memimpin rakor percepatan pemadaman karhutla nasional, meninjau kawasan Bromo, dan merinci sisa dua titik api plus kendala operasi modifikasi cuaca. Rangkuman Optimaise News mengikat bantahan istana dengan data lapangan agar pembaca melihat pejabat aktif, bukan absen di kabinet.
Apa yang ditegaskan Mensesneg di Istana Merdeka
Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan soal rumor mundur karena kesehatan. Ia bilang sakit saja tidak, apalagi mengundurkan diri, dan mengakui belum mendengar isu itu sebelumnya.
Menurutnya, kondisi Pratikno yang diketahuinya sehat. Tidak ada kabar pejabat itu sedang sakit. Ia juga mengaitkan konteks kabinet: sampai saat itu belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih; jika ada perubahan, prioritasnya mengisi jabatan yang sedang kosong, bukan mengganti pejabat yang masih bertugas.
Kontras rumor vs aktivitas di kawasan Bromo

Sementara istana meredam spekulasi, Pratikno berada di lapangan Jawa Timur. Ia mengadakan rapat koordinasi percepatan pemadaman kebakaran di seluruh Indonesia, termasuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan meninjau lokasi terdampak.
Rombongan melibatkan jajaran daerah dan TNI-Polri. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mendampingi bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, dengan pemaparan dari Korem 083/Bhaladika Jaya. Pratikno menyebut Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius pada kebakaran Bromo.
Profil ringkas pejabat yang sering dirujuk di entri Pratikno – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, menjadi konteks latar bagi publik yang mencari siapa Menko PMK; yang relevan hari itu bukan biografi panjang, melainkan kehadiran operasional yang membantah narasi pejabat absen.
Titik api tersisa dan kendala medan tebing

Pratikno menjelaskan puncak kejadian sempat mencapai sekitar 36 titik kebakaran. Saat tinjauan, tersisa dua titik api. Versi lain mencatat penurunan dari puluhan titik (termasuk sebutan sempat 34) ke dua sisa yang masih harus dituntaskan.
Dua lokasi sulit: P30 di Kecamatan Sumber, Probolinggo, dan Dingklik di Kecamatan Tosari, Pasuruan. Keduanya di tebing yang sulit dijangkau manual. Luas terdampak diperkirakan sekitar 889 hektare di empat wilayah: Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.
Kepala BNPB Suharyanto menyebut water bombing dengan tiga helikopter untuk dua titik tebing itu. Helikopter kemudian akan dialihkan ke lokasi kebakaran lain, sehingga dua titik residual perlu padam secepat mungkin. Pratikno menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan kepada Korem 083/Bhaladika Jaya dan BPBD Jawa Timur. Bupati Haris menekankan karhutla Bromo berpotensi berulang sehingga butuh penanganan komprehensif, berkelanjutan, dan mitigasi.
OMC menunggu awan: jadwal prediksi dan peran daerah
Operasi modifikasi cuaca di Bromo untuk sementara tidak bisa dijalankan karena tidak ada awan. Pratikno memperkirakan, sesuai ramalan, awan memadai untuk OMC sekitar empat hari kemudian.
Pemerintah mempertimbangkan OMC bila potensi awan mencukupi; Kepala BNPB akan melaksanakan. Tujuannya bukan hanya membasahi kawasan terdampak, tetapi mencegah munculnya titik api baru. Sementara menunggu kondisi langit, water bombing dan penguatan kapasitas daerah tetap diandalkan.
Pratikno meminta kehadiran sekretaris daerah, TNI, dan Polri agar masing-masing daerah memperkuat kapasitas. Pemerintah nasional harus mengawal banyak wilayah sekaligus, sehingga OMC dijalankan hanya sejauh ada awan memadai.
Koordinasi pusat-daerah saat energi nasional terbagi bencana
Karhutla Bromo berlangsung di tengah beban multi-bencana. Energi pusat tersebar ke banyak daerah: kebakaran di luar Bromo dan bencana banjir di provinsi lain. Penanganan tidak bisa menunggu hanya dari pusat.
Pratikno meminta kepala daerah dan pimpinan daerah bergerak cepat menanggung jawab padam dan cegah di wilayah masing-masing. Bagi pembaca, itu berarti: sambil OMC belum bisa, andalan praktis adalah water bombing residual, pengawasan agar api tidak merembet, serta respons cepat BPBD-pemda setempat sebelum aset udara dialihkan.
Dalam rangkuman Optimaise News, hari yang sama menjadi ujian kredibilitas: bantahan status jabatan di istana sejalan dengan kehadiran Menko PMK di jalur operasional, bukan kevakuman di kabinet.







