Prabowo soal Ramalan Juni Indonesia Collapse: Ini Udah Juli

Author Image

Bagus

18 Juli 2026

Prabowo soal Ramalan Juni Indonesia Collapse: Ini Udah Juli

Presiden Prabowo Subianto menepis ramalan yang menyebut Indonesia akan collapse pada Juni 2026 saat memimpin panen raya terintegrasi bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Menurut pantauan Optimaise News, ia menilai prediksi semacam itu terus berganti tiap bulan namun tak pernah terbukti.

Acara digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Di hadapan jajaran TNI dan peserta panen, Prabowo menekankan pemerintahan tetap bekerja dengan optimisme.

Sindiran ramalan collapse yang terus bergeser

Prabowo menyindir pihak yang berulang kali meramal keruntuhan ekonomi nasional. Ia mencontohkan prediksi yang menunjuk Juni, lalu berpindah ke bulan berikutnya.

“Tiap bulan Indonesia akan collapse , Juni collapse , ini udah Juli. Juli collapse , collapse saja mikirnya, mikir collapse ya. Biarin aja,” kata Prabowo di Malang.

Dalam ringkasan Optimaise News, nada sindiran itu menegaskan bahwa waktu sudah berjalan melewati target ramalan tanpa skenario keruntuhan yang diisukan.

Respons terhadap narasi Indonesia Gelap

Respons terhadap narasi Indonesia Gelap

Prabowo juga menyinggung kampanye yang menggambarkan Indonesia sebagai negara gelap dan jelek. Ia menilai cara pandang itu hanya menghasilkan pesimisme berlarut.

“Tapi jangan membebek kepada kekuatan asing terus. Indonesia jelek, Indonesia apa, Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap, ya, gelap terus,” katanya.

Ia mengajak agar publik tidak terus-menerus mengikuti narasi asing yang merendahkan. Bagi yang tidak setuju dengan arah kerja pemerintah, ia bilang cukup duduk dan menonton tanpa menghambat.

Tekad bangkit dengan kekuatan sendiri

Tekad bangkit dengan kekuatan sendiri

Prabowo menyatakan jajarannya bertekad memberi yang terbaik agar Indonesia maju dan berdiri di kaki sendiri secepat mungkin. Kekayaan alam yang melimpah, katanya, harus dirasakan seluruh rakyat tanpa terkecuali.

Ia menilai rakyat sudah terlalu lama hidup kurang layak dibanding potensi sumber daya nasional. “Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” ujarnya.

Dengan bahasa militer, ia menyinggung istilah tinggalkan buritan: jalan terus, bekerja dengan semangat gembira dan optimistis. Orang berani, kata dia, justru gembira; orang sedih cenderung hanya duduk di kamar.

Percepatan pabrik etanol di sela panen raya

Di acara yang sama, Prabowo memaparkan rencana percepatan industri etanol untuk ketahanan energi. Indonesia mulai mengarah ke campuran bensin E10 dan menargetkan E20.

“Hari ini saya dipaparkan, dikasih lihat tadi, sudah mulai kita mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10 persen etanol. Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol. Kalau perlu sampai 50 pabrik,” ujarnya.

Ia membandingkan capaian India yang sudah E20 dan Brasil yang memakai E100. “India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa’ Indonesia enggak bisa? Indonesia bisa kan? Bisa, bisa,” kata Prabowo.