Bogor, Optimaise News – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan enam lembaga segera merombak tata niaga rokok elektrik. Amanat itu dibacakan Menko Polkam Djamari Chaniago pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido, Bogor, 23 Juli 2026. Langkah multi-lembaga menjadi prioritas pertama, bukan sekadar peringatan formal.
Inti artikel
- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan enam lembaga segera merombak tata niaga rokok elektrik
- Amanat itu dibacakan Menko Polkam Djamari Chaniago pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido, Bogor, 23 Juli 2026
- Langkah multi-lembaga menjadi prioritas pertama, bukan sekadar peringatan formal
Temuan etomidate di liquid vape oleh BNN memicu urgensi kebijakan. Prabowo tak ragu larang total vape jika masih disalahgunakan. Larangan bersifat bersyarat. Kajian bersama harus buktikan dulu risiko dominan dan fungsi vape sebagai pintu narkotika jenis baru.
Enam Lembaga Diminta Segera Rombak Tata Niaga Rokok Elektrik
Enam pihak yang wajib duduk bersama adalah Kepala BNN, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala BPOM, dan Dirjen Bea Cukai. Mereka diminta merancang pengawasan berlapis di jalur impor serta distribusi vape tanpa penundaan.
Pengawasan ketat bertujuan menutup celah yang sering dimanfaatkan sindikat. Sinergi antarlembaga diharapkan membuat tata niaga lebih tertib. Prabowo menekankan aksi konkret segera agar peredaran tidak lepas kendali.
Instruksi ini menuntut hasil terukur dalam waktu dekat. Koordinasi yang longgar hanya akan memperbesar risiko kesehatan masyarakat. Enam lembaga jadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan.
Syarat Larangan Total: Risiko Dominan dan Pintu Narkotika Baru

Larangan total vape hanya dijalankan bila kajian enam lembaga menunjukkan risiko lebih besar daripada manfaat. Vape harus terbukti terus berperan sebagai pintu masuk narkotika baru. Prinsip salus populi suprema lex esto menjadi landasan utama.
Ini bukan larangan otomatis untuk semua produk. Pengawasan berlapis dulu dijalankan. Opsi larang total vape jika masih berisiko baru dibuka setelah bukti ilmiah solid dari kajian bersama.
Klarifikasi bersyarat ini penting bagi publik. Importir dan toko legal tetap beroperasi sambil menyesuaikan diri. Keputusan final menunggu hasil koordinasi multi-lembaga agar tidak merugikan pihak patuh.
Temuan Lab BNN: Etomidate, Kanabinoid Sintetis, dan Metafifemin

Uji laboratorium BNN pada sampel liquid vape mendeteksi kanabinoid sintetis, metafifemin, dan etomidate. BNN temukan vape disalahgunakan sindikat narkoba lewat zat berbahaya itu. Temuan tersebut jadi pemicu langsung amanat Presiden.
Secara global ada 1.452 new psychoactive substances. Sebanyak 178 jenis sudah teridentifikasi masuk Indonesia. Prevalensi nasional penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa.
Etomidate yang semula untuk keperluan medis kini masuk daftar ancaman serius. Data ini memperkuat desakan agar tata niaga vape dikendalikan ketat sebelum penyalahgunaan semakin meluas.
Remaja 15, 24 Tahun Jadi Lonjakan Tertinggi Penyalahgunaan
Kelompok usia 15 hingga 24 tahun mencatat lonjakan tertinggi penyalahgunaan narkotika. Remaja dan dewasa muda paling rentan karena vape sering diposisikan sebagai tren gaya hidup modern.
Kaitan medium tren anak muda dengan pilihan kebijakan paling keras terlihat jelas. Jika dibiarkan longgar, vape mudah jadi sarana masuk zat baru. Perlindungan generasi muda menuntut regulasi tegas namun berbasis bukti.
Angka 4,15 juta jiwa merefleksikan ancaman nyata. Pencegahan lewat rombakan tata niaga dianggap langkah paling logis saat ini. Tanpa kontrol, risiko paparan NPS pada anak muda akan terus naik.
Jejak Kebijakan: Rekomendasi BNN, FGD, hingga Permenkes 15/2025
Timeline kebijakan membentuk alur terintegrasi. BNN lebih dulu merekomendasikan pelarangan ketat vape kepada Komisi III DPR. Forum group discussion dan seminar menyusul untuk membahas temuan lab secara mendalam.
Kemenkes kemudian menerbitkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 yang memasukkan etomidate ke narkotika golongan 2. Kini instruksi Presiden menyatukan enam lembaga sebagai puncak koordinasi nasional.
Sintesis ini menunjukkan proses bertahap berbasis data. Dari rekomendasi teknis hingga perintah eksekutif. Optimaise News mencatat rantai kebijakan memastikan keputusan responsif tapi tidak tergesa-gesa.
Bagi rantai impor dan distribusi, dampak langsung berupa pengawasan lebih ketat di Bea Cukai. Pengguna produk legal wajib patuh aturan baru sambil menunggu kepastian final. Langkah ini memberi kejelasan yang sebelumnya tersebar terpisah.







