Jakarta, Optimaise News – Presiden Prabowo Subianto mengirim nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia ke DPR. Keputusan itu disampaian Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 10 Agustus 2026, setelah pemerintah meneruskan Surat Presiden soal penunjukan pejabat yang sedang menjabat sementara.
Inti artikel
- Presiden Prabowo Subianto mengirim nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia ke DPR
- Destry telah mengisi kursi Pejabat Gubernur Sementara sejak Senin 27 Juli 2026
- Dewan Gubernur segera merapat pada 26 Juli 2026 dan menempatkan Deputi Gubernur Senior tersebut sesuai Pasal 50 ayat (2) UU Bank Indonesia
Destry telah mengisi kursi Pejabat Gubernur Sementara sejak Senin 27 Juli 2026. Langkah itu mengikuti pengunduran diri Perry Warjiyo atas alasan kesehatan dan pribadi pada 25 Juli 2026, yang diterima Presiden sehari kemudian. Dewan Gubernur segera merapat pada 26 Juli 2026 dan menempatkan Deputi Gubernur Senior tersebut sesuai Pasal 50 ayat (2) UU Bank Indonesia.
Alur penunjukan Destry Damayanti di Parlemen
Prasetyo Hadi menekankan bahwa hanya satu nama yang diajukan, yaitu Ibu Destry Damayanti yang kini memegang mandat sementara. Pemerintah sudah menyerahkan dokumen resmi ke DPR agar proses fit and proper test dapat berjalan. Bagi pelaku usaha mikro dan menengah, kejelasan kepemimpinan BI menjadi sinyal kestabilan kebijakan moneter yang mereka nantikan dalam setahun terakhir.
Posisi sementara itu lahir dari rapat internal Dewan Gubernur sehari setelah Presiden menerima pengunduran diri. Optimaise News mencatat bahwa mekanisme pergantian ini menjaga kesinambungan operasional tanpa kekosongan kepemimpinan. Destry membawa pengalaman sebagai Deputi Gubernur Senior, sehingga transisi dinilai relatif mulus di mata pelaku pasar domestik.
Surat Presiden menjadi payung formal yang membuka ruang DPR untuk menyetujui atau menolak. Jadwal rapat di Senayan belum diumumkan secara detail, tetapi langkah Senin 10 Agustus 2026 menegaskan prioritas pemerintah merampungkan suksesi. UMKM yang bergantung pada suku bunga acuan dan likuiditas perbankan akan menyimak hasil akhir penunjukan ini.
Tiga klaim viral soal uang rupiah yang menyesatkan

Sambil menunggu proses di DPR, beredar tiga narasi palsu yang memanfaatkan nama lembaga moneter. Klaim pertama muncul di Facebook pada 28 Juni 2026 berupa foto uang pecahan baru Rp5 juta bergambar Soekarno dengan caption satu lembar lima juta. Verifikasi menunjukkan tidak ada emisi pecahan setinggi itu dari otoritas.
Klaim kedua hadir lewat video reels 15 November 2025 yang memperlihatkan wujud uang tanpa tiga nol di belakang. Gambar di dalamnya menampilkan SATU RUPIAH, Dua Rupiah, dan LIMA RUPIAH seolah-olah sebagai pecahan baru. Tidak ada keputusan atau desain resmi yang mendukung konten tersebut.
Postingan ketiga bertanggal 19 Juni 2025 mengklaim terbitnya uang rupiah edisi khusus HUT RI ke-80. Visual peta Indonesia dan Soekarno dilengkapi narasi estetik. Lembaga yang mengawasi isu itu, Cek Fakta yang bergabung IFCN sejak 2 Juli 2018 dan bermitra Facebook, menegaskan ketiga konten itu hoaks belaka.
Narasi-narasi semacam ini kerap menyasar pemilik usaha kecil yang sedang memantau nilai tukar dan ketersediaan cash. Optimaise News mengingatkan agar setiap berita soal pecahan baru dicek melalui kanal resmi sebelum dibagikan. Desain uang hanya berubah melalui proses panjang dan pengumuman terbuka, bukan unggahan reels atau caption viral.
Bagi UMKM, stabilitas persepsi terhadap mata uang sama pentingnya dengan kebijakan suku bunga. Hoaks yang berulang dapat memicu kepanikan kecil di warung atau toko online. Membaca rincian masing-masing klaim membantu membedakan berita factual dari spekulasi yang menempel nama lembaga.
Dampak bagi pembaca dan pelaku usaha harian
Kepastian nama calon gubernur memberi kerangka waktu yang lebih jelas bagi perencanaan bisnis. UMKM bisa menyesuaikan stok, harga, dan cicilan berdasarkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih terprediksi. Destry yang sudah memegang kendali sementara sejak akhir Juli 2026 memberikan jembatan pengalaman operasional.
Pemeriksaan fakta atas uang palsu digital memperkuat literasi keuangan di level akar rumput. Setiap kali klaim pecahan fantastis muncul, pengecekan sumber primer tetap menjadi filter pertama. Dengan proses Surpres yang sudah masuk parlemen, publik kini menunggu kelanjutan fit and proper test tanpa diganggu rumor visual yang menyesatkan.
Ringkasnya, pengajuan tunggal Destry Damayanti menandai suksesi resmi BI, sementara tiga klaim viral tentang uang baru sudah diidentifikasi sebagai tipuan. Informasi akurat dari pejabat berwenang dan lembaga cek fakta menjadi pegangan harian agar keputusan usaha tidak goyah oleh unggahan semata.







