Jakarta, Optimaise News – Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh (56 tahun) menyebut target akumulasi dana pensiun sekitar Rp1 miliar saat mengakhiri masa bakti ASN. Ia meraihnya lewat perencanaan dan program bersama PT Taspen, bukan lewat pensiun baseliner otomatis.
Inti artikel
- Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh (56 tahun) menyebut target akumulasi dana pensiun sekitar Rp1 miliar saat mengakhiri masa bakti ASN
- Ia meraihnya lewat perencanaan dan program bersama PT Taspen, bukan lewat pensiun baseliner otomatis
- Pernyataan itu dikutip Minggu (9/8/2026)
Pernyataan itu dikutip Minggu (9/8/2026). Ia menegaskan: “Saya sudah membuktikan ternyata bisa,” dan “Saya insya Allah dapat Rp 1 miliar saat pensiun. Saya sudah buat programnya bersama Taspen.” Optimaise News merangkum, angka Rp1 miliar adalah target akumulasi program, bukan janji bulanan untuk seluruh PNS.
Zudan Arif Fakrulloh: target Rp1 M lewat program Taspen, bukan pensiun otomatis
Zudan menjelaskan nominal besar itu lahir dari program perencanaan pensiun. Investasi bertahap dan disiplin menabung membuat manfaat hari tua bisa berkembang sesuai skema yang dipilih ASN.
Ia mengikuti pengelolaan di PT Taspen. Dengan catatan itu, target akumulasi bisa dicapai sebelum rencana single salary atau gaji tunggal ASN diterapkan penuh di tingkat kebijakan.
Bagi pembaca ASN, poinnya sederhana: baseliner legal hanya berpijak gaji pokok. Tanpa kontribusi ekstra di lembaga pengelola, pendapatan pasca-pensiun mudah terasa jauh di bawah gaji aktif.
Jebakan 75% gaji pokok: tukin DJP hingga Rp117 juta absen dari perhitungan
Undang-undang Nomor 11 Tahun 1969 mengatur besar pensiun paling banyak 75% dari gaji pokok terakhir sebulan. Tunjangan keluarga, pangan, jabatan, umum, maupun tunjangan kinerja (tukin) tidak masuk rumus itu.
Contoh baseliner: PNS golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun, gaji pokok terakhir Rp6,37 juta (PP Nomor 5 Tahun 2024). Manfaat pensiun sekitar Rp4,77 juta per bulan.
Di Ditjen Pajak, Perpres Nomor 37 Tahun 2015 mengatur tukin pelaksana Rp5,36 juta, Rp7,67 juta, sementara eselon III sampai eselon I bisa Rp42,05 juta, Rp117,37 juta. Saat pensiun, tukin itu hilang dari basis perhitungan. Itulah celah yang membuat banyak ASN merasakan penurunan tajam tanpa program tabungan hari tua tambahan.
Single salary vs skema lama: simulasi eselon I Pajak tembus Rp92,8 juta/bulan
Zudan kerap menyinggung single salary sebagai cara memperbesar basis dana pensiun. Skema itu menyatukan gaji pokok dan tunjangan menjadi satu komponen, sehingga nominal yang dihitung untuk pensiun membesar.
Simulasi pejabat struktural eselon I di lingkungan Ditjen Pajak: tukin Rp117,37 juta plus gaji pokok Rp6,37 juta menghasilkan Rp123,74 juta. Dengan batas 75%, manfaat bulanan sekitar Rp92,80 juta.
Simulasi itu masih bergantung pada penerapan resmi sistem gaji tunggal. Sebelum itu, formula lama (75% gaji pokok saja) tetap menjadi jangkar hukum yang berlaku di lapangan.
Portofolio Taspen di BEI: BBTN, LSIP, JSMR dan sebaran sektor
PT TASPEN (Persero) menempatkan investasi di setidaknya 15 emiten BEI. Data KSEI per 31 Juli 2026 menunjukkan porsi kepemilikan sekitar 1,04% hingga 4,95%.
Porsi terbesar tercatat di Bank Tabungan Negara (BBTN) 4,95%, dilanjut London Sumatra (LSIP) 3,41%, dan Jasa Marga (JSMR) 2,98%. Portofolio juga mencakup Indocement (INTP), Puradelta Lestari (DMAS), dan Bumi Serpong Damai (BSDE).
Sektor yang disentuh meliputi perbankan, infrastruktur, properti, semen, perkebunan, hingga kawasan industri. Dalam rangkuman Optimaise News, sebaran ini menggambarkan bagaimana dana kelolaan ASN disalurkan ke pasar modal, tanpa mengubah fakta bahwa manfaat individual tetap bergantung skema kepesertaan dan aturan pensiun yang berlaku.
THT vs manfaat pensiun: apa yang dibedakan BKN dan Taspen Life
Perbedaan istilah penting agar tidak salah paham soal Rp1 miliar. Dana pensiun pada arti reguler merujuk manfaat pasca-pensiun sesuai aturan (umumnya 75% gaji pokok). THT atau tabungan hari tua merujuk manfaat lewat skema kepesertaan dan perencanaan, termasuk instrumen di lingkup Taspen Life yang sempat diangkat dalam kegiatan BKN Menyapa BKD bertema manfaat THT ASN 1 miliar (Juni 2026).
Target Zudan berada di jalur perencanaan dan akumulasi bersama Taspen. Itu bukan klaim bahwa setiap PNS otomatis menerima Rp1 miliar saat keluar dari dinas.
Survey Populix 2024 yang dibahas di sejumlah forum menyebut prioritas investasi pekerja, termasuk Gen-Y: dana darurat 68%, tambah pendapatan 61%, beli aset 48%, dana pensiun 46%, pendidikan 40%. Artinya minat menyiapkan hari tua ada, tapi sering di belakang kebutuhan likuiditas jangka pendek.







