Jakarta, Optimaise News – Persib Bandung resmi lepas dari larangan registrasi pemain FIFA pada Rabu 12 Agustus 2026. Status itu hilang hanya dua hari setelah nama klub muncul di daftar Senin 10 Agustus 2026 terkait sengketa gaji Robert Rene Alberts senilai Rp 3 miliar.
Inti artikel
- Persib Bandung resmi lepas dari larangan registrasi pemain FIFA pada Rabu 12 Agustus 2026
- Robert Rene Alberts menangani Persib pada periode 2019-2022
- Ia keluar pada 2022 dengan sisa kontrak yang seharusnya berjalan hingga 2025
Keputusan tersebut menutup proses lama di meja FIFA dan memberi ruang full bagi Maung Bandung yang baru juara Super League 2025/2026 untuk menyiapkan skuat musim 2026/2027 tanpa hambatan regulasi.
Bagaimana sengketa Alberts sampai memicu ban FIFA Persib
Robert Rene Alberts menangani Persib pada periode 2019-2022. Ia keluar pada 2022 dengan sisa kontrak yang seharusnya berjalan hingga 2025. Klaim finansial sebesar Rp 3 miliar kemudian diajukan ke FIFA dan sempat memasukkan klub ke daftar larangan.
Persib menempuh jalur penyelesaian formal. Kewajiban pembayaran dipenuhi lewat mekanisme resmi FIFA hingga perkara dinyatakan tuntas. Dokumen publik FIFA per 12 Agustus 2026 sudah tidak lagi mencantumkan nama klub di daftar transfer ban.
Dalam sebulan yang sama, ini menjadi sengketa kedua yang diselesaikan Persib setelah urusan dengan Daisuke Sato. Dua kasus beruntun menuntut fokus administrasi yang rapi agar aktivitas rekrutmen tidak mandek lebih lama.
Dampak langsung bagi juara Super League yang butuh skuat baru

Sebagai juara Super League musim 2025/2026, Persib membutuhkan keleluasaan mendaftarkan pemain baru. Meski sempat terbatas, aktivitas transfer tetap berjalan. Kini hambatan regulasi hilang total sehingga proses registrasi bisa dilanjutkan normal.
Tiga nama yang sudah digarap untuk persiapan 2026/2027 adalah Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, dan Mariano Peralta. Kehadiran mereka menandai niat klub memperkuat lini tanpa menunggu penyelesaian berkas yang berlarut.
Optimaise News mencatat bahwa pencabutan status ini memberi kelegaan operasional. Klub juara biasanya menjadi target pasar, sehingga kecepatan pencatatan kontrak ke sistem FIFA menjadi penentu kesiapan kompetisi berikutnya.
Transfer ban FIFA dan langkah cepat Persib menutup perkara
Munculnya nama klub di daftar 10 Agustus 2026 membuat tim manajemen bergerak cepat. Dalam 48 jam kewajiban diselesaikan, status dihapus, dan proses dengan Alberts ditutup permanen oleh FIFA. Kecepatan itu mengurangi risiko gangguan pada window rekrutmen.
Klub menyampaikan rasa syukur setelah seluruh tahapan formal selesai. Mereka menegaskan bahwa langkah pembayaran langsung diambil begitu keputusan terkait perkara lama diketahui, lalu FIFA mengonfirmasi penutupan dan pencabutan permanen larangan registrasi.
Bagi penggemar Maung Bandung, peristiwa ini mengakhiri bayang-bayang sanksi yang sempat mengancam rotasi skuat. Hukuman transfer ban yang sempat menggantung kini jadi catatan administrasi yang sudah dilalui, bukan beban berkelanjutan.







