Lionel Messi, 39 tahun, membuka keraguan besar soal masa depan sepak bolanya setelah ayah sekaligus agennya, Jorge Messi, meninggal dunia di rumah sakit Rosario, Argentina, Jumat 7 Agustus 2026. Mendiang berusia 68 tahun meninggalkan putranya yang mengaku tak tahu harus melangkah ke mana.
Inti artikel
- Mendiang berusia 68 tahun meninggalkan putranya yang mengaku tak tahu harus melangkah ke mana
- Kabar duka dunia sepak bola papanya Messi datang usai turnamen besar
- Jorge wafat setelah berjuang melawan penyakit lama
Optimaise News merangkum unggahan Instagram sang kapten Argentina: ia hanya tahu bermain bola, kini ragu apakah akan terus melakukannya lebih lama. Di kolom komentar, rival abadi Cristiano Ronaldo menulis pesan duka singkat yang langsung disorot publik.
Kehilangan tak terduga yang mengguncang Messi di usia 39 tahun
Kabar duka dunia sepak bola papanya Messi datang usai turnamen besar. Jorge wafat setelah berjuang melawan penyakit lama. Keluarga berada di Rosario; pemakaman tertutup digelar di Perez dekat kota itu.
Messi baru saja memimpin Argentina sampai final Piala Dunia 2026. Mereka kalah 0-1 dari Spanyol. Kondisi fisiknya pun tak prima karena pikiran terbagi pada kesehatan ayah.
Di unggahan penghormatan, La Pulga menulis rasa kosong. “Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpamu, saya tidak tahu bagaimana harus melangkah maju,” katanya. Lanjutan kalimatnya menegaskan keraguan karier: ia kini cukup ragu untuk terus bermain.
Pesan Ronaldo yang mengharukan: pelukan erat untuk Leo

Pada Rabu 12 Agustus 2026, Cristiano Ronaldo menanggap postingan itu. “Pelukan erat untukmu dan orang-orang yang kamu cintai dalam masa sulit ini, Leo. Tetap kuat,” tulisnya.
Frasa itu menandai momen empati di luar rivalitas lapangan yang selama lebih dari satu dekade menjadi buah bibir global. Beberapa media sempat mengingat pola serupa saat Pele meninggal dunia, Lionel Messi dan Cristiano sama-sama mengucapkan duka singkat, meski konteks kali ini lebih personal bagi keluarga Messi.
Dalam rangkuman Optimaise News, dukungan itu tampil sederhana tapi tepat waktu: rival yang biasanya bersaing gelar memilih bahasa manusia, bukan skor.
Mengapa Jorge Messi menciptakan ikatan hingga Messi tak tahu mau bekerja apa
Jorge bukan hanya ayah. Ia mendampingi Lionel sejak pindah ke Barcelona saat remaja, lalu berperan sebagai agen sepanjang karier profesional. Kepergiannya terasa ganda: kehilangan keluarga dan mitra bisnis yang paling dipercaya.
Messi menyayangkan waktu yang menurutnya terlalu cepat. Ayah selalu di sisinya sejak awal; tinggal sedikit sisa perjalanan karier, namun Jorge tak sempat menyelesaikannya bersama. Pertanyaan itu membuat pundaknya berat, seolah identitas “hanya bermain sepak bola” tiba-tiba retak.
Bagi pemain dewasa yang kehilangan pendamping terdekat, ceritanya bisa jadi cermin: identitas lapangan sering ditopang satu orang di balik layar. Tanpa sosok itu, keputusan besar butuh jeda, bukan tekanan konten viral.
Dampak kepergian ayah terhadap Piala Dunia 2026 yang gagal sampai di final dengan trofi
Jorge sempat memohon agar putranya main di satu Piala Dunia terakhir. Kondisinya memburuk hanya beberapa hari menjelang turnamen. Messi berjanji membawa Argentina sejauh mungkin supaya ayah punya alasan bangkit; ia sampai final, tapi trofi juara tak bisa dipersembahkan.
Setiap laga, Messi menunggu pesan dari ayah. Saat pesan itu jarang datang, barulah ia sadar betapa serius kondisi Jorge. Piala Dunia 2026 jadi turnamen besar pertama yang Jorge tak hadiri langsung; kontras tajam dengan Qatar 2022 saat ayah menyaksikan gelar juara Argentina.
Keputusan tetap main dinilai Messi sebagai bentuk penghormatan atas permintaan terakhir ayah. Namun usai laga berakhir dan liburan singkat, kabar duka menghantam lagi di rumah.
Inter Miami dan masa depan Messi tanpa pendamping ayah
Usai turnamen, Messi kembali ke Inter Miami. Laga klub sempat digelar tanpa ketajaman penuh karena duka; perhatian publik beralih ke status kontraknya. Belum ada pernyataan resmi pensiun, hanya keraguan yang terbuka di media sosial.
Langkah praktis yang masuk akal bagi sosok di ambang akhir karier: berikan jeda 3, 6 bulan bersama keluarga sebelum memutuskan lanjut atau berhenti. Keputusan terburu-buru di tengah duka sering menyesal belakangan; waktu tenang justru menjaga warisan di lapangan.
Dunia bola menunggu isyarat berikutnya dari Rosario atau Florida. Yang jelas, tanpa Jorge di samping, setiap kontrak, transfer, atau bahkan debut putra di akademi akan terasa berbeda bagi Messi.







