Pengiriman smartphone global turun 11 persen dalam tiga bulan terakhir menurut Counterpoint Research. Angka tersebut menempatkan industri pada level terendah sejak 2013.
Kelangkaan chip memori menjadi biang keladi karena produsen memprioritaskan kebutuhan AI. Biaya produksi yang melonjak langsung dibebankan ke harga jual konsumen.
Xiaomi, Vivo, dan Oppo paling terpukul lantaran model mereka sangat sensitif terhadap harga memori. OEM low-mid range secara kolektif mencatat penurunan pengiriman dua digit year-on-year.
Optimaise News melihat pergeseran ini sebagai sinyal konsolidasi pasar. Samsung meraih pangsa 24 persen berkat pertumbuhan 4 persen, sementara Apple menguasai 20 persen dengan kenaikan 3 persen.
Mengapa Pengiriman Smartphone Anjlok Terjadi Sekarang
Kapasitas fabrikasi memori dialihkan besar-besaran ke server dan perangkat AI. Stok DRAM serta NAND untuk ponsel pun menipis tajam di rantai pasok global.
Harga komponen naik dan menekan margin brand yang biasa bermain di volume tinggi. Mereka terpaksa menaikkan harga eceran sehingga daya beli melemah, terutama di segmen menengah ke bawah.
Konsumen merespons dengan menunda pembelian baru. Akibatnya volume pengiriman langsung tergerus di hampir seluruh kategori non-premium.
Tekanan ini tidak merata. Brand dengan ekologi kuat dan basis pelanggan setia relatif lebih mampu bertahan dibanding merek yang mengandalkan harga kompetitif semata.
Pemenang di Tengah Smartphone Anjlok Persen

Di saat banyak pemain volume merosot, Samsung justru memperkuat posisi. Pertumbuhan 4 persen membawa mereka ke puncak pangsa 24 persen.
Apple mencatat kenaikan 3 persen hingga mengamankan 20 persen pasar. Kedua raksasa premium ini lebih kebal karena kemampuan negosiasi suplai dan margin yang lebih tebal.
Xiaomi, Vivo, serta Oppo kehilangan momentum signifikan. Sensitivitas terhadap fluktuasi harga memori membuat mereka kalah bersaing saat biaya komponen melonjak.
OEM low-mid range lain mengalami nasib serupa. Penurunan dua digit year-on-year menjadi realitas yang sulit dihindari di fase krisis saat ini.
Kondisi tersebut mempercepat konsolidasi. Pemain kecil dan menengah semakin terdesak sementara porsi pasar beralih ke brand berskala global.
Proyeksi Pengiriman Smartphone Global Anjlok 11 Persen Berlanjut

Total pengiriman global diproyeksikan turun sekitar 14 persen sampai akhir tahun. Krisis kelangkaan chip diperkirakan berlanjut hingga 2027.
Artinya tekanan harga dan pasokan belum akan mereda dalam jangka pendek. Brand harus menyesuaikan strategi inventori, pricing, serta portofolio produk secara agresif.
Konsumen berpotensi menghadapi harga smartphone yang terus naik. Pilihan model entry-level yang terjangkau semakin terbatas di berbagai pasar.
Hanya perusahaan dengan skala ekonomi besar yang punya ruang manuver lebih lebar. Mereka bisa mengamankan alokasi komponen lebih baik dibanding kompetitor niche.
Optimaise News menekankan bahwa pergeseran prioritas industri semikonduktor ke AI telah mengubah peta kompetisi secara struktural. Volume saja tidak lagi cukup untuk bertahan.
Tanya Jawab Seputar Pengiriman Smartphone Anjlok 11 Persen dalam 3 Bulan
Apa penyebab utama pengiriman smartphone anjlok 11 persen? Kelangkaan chip memori karena produsen memprioritaskan kebutuhan AI, sehingga biaya produksi naik dan dibebankan ke harga jual konsumen.
Brand mana yang paling terdampak dari smartphone anjlok persen ini? Xiaomi, Vivo, Oppo, serta seluruh OEM low-mid range yang mengalami penurunan pengiriman dua digit year-on-year.
Siapa yang justru diuntungkan? Samsung meraih pangsa 24 persen dengan pertumbuhan 4 persen dan Apple menguasai 20 persen dengan kenaikan 3 persen.
Berapa lama krisis diperkirakan berlangsung? Proyeksi menunjukkan total pengiriman turun sekitar 14 persen hingga akhir tahun, dan krisis berlanjut sampai 2027.







