Cuplikan rapat koordinasi Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri di kediaman Kertanegara diubah seolah menjadi pengumuman bantuan dana hibah lewat audio buatan AI yang hampir sempurna.
Akun Facebook mengunggah klip itu pada 15 Juli 2026, menampilkan Prabowo berdampingan dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa plus imbauan menulis nama di komentar dan nomor WhatsApp. Optimaise News mencatat penelusuran membuktikan klaim tersebut palsu dan didominasi konten generatif.
Hasil Deteksi Hive Moderation pada Visual dan Suara
Analisis Hive Moderation menempatkan skor visual hanya 4,6 persen sebagai buatan AI. Artinya wajah dan bingkai kamera masih bersumber dari rekaman nyata pejabat.
Lapisan audio justru menembus 99 persen skor AI. Kesenjangan mencolok ini menandakan suara diisi ulang secara sintetik di atas cuplikan resmi.
Sebagaimana Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Prabowo, kombinasi skor itu menjadi bukti kuat manipulasi suara, bukan siaran istana.
Pemisahan visual rendah-AI dan audio hampir penuh-AI sering dipakai pelaku agar wajah pejabat tetap kredibel sambil memalsukan pesan.
Jejak Asli Rekaman dari Pertemuan Terbatas Oktober 2025

Cuplikan yang diedarkan identik dengan momen Prabowo memanggil sejumlah menteri, termasuk Purbaya Yudhi Sadewa dan Sjafrie Sjamsoeddin, untuk rapat terbatas di kediaman Kertanegara pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Dalam rekaman, Purbaya duduk di sisi kanan Presiden, sementara Sjafrie berada di kiri. Posisi duduk itu menjadi penanda visual yang sama persis di versi palsu.
Momen pertemuan diunggah akun Instagram Kementerian Sekretariat Negara pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kanal YouTube media yang meliput Kertanegara juga menyimpan cuplikan sejenis sebagai sumber primer.
Dengan rujukan tanggal dan unggahan Setneg itu, jejak footage resmi bisa dilacak tanpa bergantung pada postingan Facebook Juli 2026.
Apa yang Sebenarnya Dibahas Prabowo Bersama Purbaya dan Menteri Lain

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan rapat koordinasi itu bertujuan melaporkan update sekaligus kendala yang terjadi dalam pemerintahan.
Isu yang dibahas mencakup strategi serapan pajak, riset yang ditargetkan untuk swasembada energi dan pangan, serta ketersediaan pasokan pupuk secara nasional.
Pembicaraan juga menyentuh jumlah lahan sawit yang berhasil direbut kembali oleh negara. Tidak ada agenda pengumuman hibah publik atau ajakan daftar lewat komentar.
Catatan Optimaise News menunjukkan konteks rapat internal jauh berbeda dari narasi bantuan dana yang diselipkan di unggahan media sosial.
Modus Komentar Nama plus Nomor WhatsApp yang Menyertai Klaim
Dalam klip palsu, suara yang seolah milik Prabowo berkata: “Jangan skip video ini saya Prabowo Subianto ingin mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar segera daftar bantuan dana hibah, silakan tulis nama dan asal dari mana di komentar nanti saya bantu”.
Postingan dilengkapi teks “KLARIFIKASI LANSUNG PAK PURBAYA BERSAMA PRESIDEN PRABOWO MENGENAI PROGRAM DANA HIBAH”. Narasi itu memberi kesan konfirmasi resmi padahal tidak bersumber dari istana.
Unggahan juga menyertakan nomor WhatsApp agar penonton melanjutkan percakapan di ruang pribadi. Pola minta data nama, asal, dan kontak lewat komentar plus chat WA merupakan modus klasik penipuan bantuan sosial.
Siapa pun yang mengisi data berisiko diarahkan ke skema penipuan lanjutan, bukan program pemerintah yang sah.
Ciri Video Resmi Istana versus Manipulasi yang Beredar
Video resmi yang dibagikan tim media istana dan Instagram Setneg menampilkan percakapan koordinasi pemerintahan tanpa ajakan daftar hibah. Bahasa dan alur di dalamnya konsisten dengan agenda update internal.
Versi manipulasi menempelkan audio baru, mengubah tujuan rekaman, lalu menyisipkan kontak WhatsApp. Perbedaan paling mencolok terletak pada isi pernyataan dan skor AI di saluran suara.
Warga dapat membedakan dengan memeriksa sumber primer Setneg atau liputan rapat Oktober 2025, bukan hanya mengandalkan unggahan berlabel “klarifikasi” di Facebook.
Kehadiran nomor WhatsApp dan ajakan tulis nama di komentar hampir selalu menjadi sinyal waspada pada konten yang mengatasnamakan pejabat.
FAQ
Apakah video Prabowo bersama Purbaya yang mengumumkan dana hibah itu benar?
Tidak. Klaim itu palsu; footage berasal dari rapat terbatas Oktober 2025 yang suaranya diisi ulang secara sintetik.
Berapa persen deteksi AI menurut Hive Moderation?
Visual sekitar 4,6 persen AI, sedangkan audio mencapai 99 persen buatan AI.
Kapan dan di mana rekaman asli dibuat?
Rapat terbatas di kediaman Kertanegara pada 16 Oktober 2025, diunggah Instagram Kementerian Sekretariat Negara 17 Oktober 2025.
Apa yang dibahas dalam rapat itu sebenarnya?
Update kendala pemerintahan, serapan pajak, swasembada energi-pangan, pasokan pupuk, dan lahan sawit—bukan program hibah.







