Calon pengendali berlatar galeri seni sekaligus manufaktur cat menargetkan kendali mayoritas AGAR lewat pembelian bertahap minimal 510 juta lembar saham. Langkah ini ditujukan agar ia menguasai sekurang-kurangnya 51 persen. Manajemen menjamin operasional dan going concern tetap normal selama proses berlangsung.
Inti artikel
- Langkah ini ditujukan agar ia menguasai sekurang-kurangnya 51 persen
- Manajemen menjamin operasional dan going concern tetap normal selama proses berlangsung
- Suprajitno Sutomo atau Tommy Sutomo menyampaikan niat itu melalui surat pemberitahuan 20 Juli 2026
Suprajitno Sutomo atau Tommy Sutomo menyampaikan niat itu melalui surat pemberitahuan 20 Juli 2026. Ia dikenal sebagai sosok di dunia seni dan industri cat. Rencana peralihan kendali di emiten produsen rumput laut ini menarik perhatian karena profil gandanya yang jarang ditemui.
Profil Ganda Calon Pengendali: Galeri Seni dan Manufaktur Cat
Tommy Sutomo mendirikan CAN’s Gallery yang juga dikenal Canna Gallery. Galeri seni itu berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, dan telah lama aktif di ranah seni rupa. Basis ini membentuk identitas publiknya di kalangan seniman dan kolektor.
Di sisi lain ia menjabat Presiden Direktur sekaligus pemilik PT Multipro Paint Indonesia. Perusahaan manufaktur cat itu menjadi pilar bisnis industri yang dilakoninya. Kombinasi galeri seni dan pabrik cat menciptakan profil ganda yang utuh.
Sintesis latar belakang tersebut jarang dirangkai lengkap di pemberitaan lain. Optimaise News mencatat pengalaman seni dan manufaktur ini bisa memberi warna baru bila ia kelak memimpin AGAR. Profil itu membedakannya dari pengendali emiten pada umumnya.
Skema Target: 450 Juta dari IKP Plus Minimal 60 Juta Lembar Lain

Target inti adalah 450 juta lembar saham dari PT Indo Kreasi Pratama. Porsi itu setara sekitar 45 persen yang kini dipegang IKP sebagai pengendali. Pembelian ini menjadi fondasi utama skema akuisisi.
Agar mencapai mayoritas ia menambah upaya beli minimal 60 juta lembar dari pemegang saham lain. Total sekurang-kurangnya 510 juta lembar saham AGAR. Skema bertahap dirancang supaya kendali 51 persen bisa terwujud.
Struktur pemegang saham per akhir Juni 2026 menempatkan IKP di 45 persen. Sinar Terang Asia memegang 29,99 persen sementara publik 25,01 persen. Jika transaksi sukses posisi IKP akan menyusut signifikan.
Tujuan akuisisi dikaitkan pengembangan dan ekspansi bisnis. Motif ini memberi konteks mengapa Tommy Sutomo melangkah ke AGAR. Skema tersebut tetap bergantung pada kesepakatan para pihak.
Surat 20 Juli 2026 dan Status Negosiasi Saat Ini

Dasar keterbukaan adalah surat pemberitahuan tertanggal 20 Juli 2026. Dokumen formal itu menjadi rujukan resmi ke bursa. Informasi di dalamnya memuat niat akuisisi secara transparan.
Status saat ini masih tahap negosiasi. Belum ada kesepakatan final soal harga. Para pihak terus membahas detail transaksi tanpa tenggat yang diumumkan publik.
Meski pembicaraan berlanjut operasional AGAR dipastikan tetap normal. Tidak ada penundaan produksi rumput laut atau aktivitas lain. Penegasan ini menjaga ketenangan pasar selama proses berlangsung.
Jaminan Manajemen: Tanpa Dampak Material ke Operasi dan Keuangan
Manajemen menegaskan negosiasi tidak berdampak material terhadap operasi. Aspek hukum juga aman tanpa sengketa yang muncul. Pernyataan eksplisit ini menutup spekulasi soal risiko internal.
Kondisi keuangan perusahaan tidak terpengaruh secara material. Going concern atau kelangsungan usaha tetap terjamin. Klarifikasi tersebut penting bagi investor awam yang khawatir soal masa depan emiten.
Operasional harian terus berjalan normal. Produksi dan rantai bisnis lain tidak terganggu sama sekali. Jaminan berlapis ini menegaskan proses peralihan kendali berlangsung tanpa guncangan.
Apa Artinya 51% bagi Struktur Pengendali AGAR
Penguasaan minimal 51 persen menjadikan Tommy Sutomo pengendali baru AGAR. Ia berhak menentukan arah strategis lewat rapat umum pemegang saham. Hak suara mayoritas memberi kendali penuh.
Angka itu berbeda dari sekadar berita transaksi biasa. 51 persen berarti kontrol kebijakan bukan hanya porsi besar. Struktur pengendali lama berubah total bila realisasi terjadi.
Dibanding posisi IKP yang 45 persen saat ini porsi baru lebih dominan. Publik dan pemegang lain tetap ada tapi kendali berpindah. Bingkai praktisnya adalah pergantian pengendali yang berpotensi bawa strategi ekspansi jangka panjang.
Tanya Jawab seputar Rencana Akuisisi Saham AGAR
Siapa sebenarnya Suprajitno Sutomo?
Ia adalah pendiri CAN’s Gallery atau Canna Gallery di Gambir, Jakarta Pusat. Selain itu ia menjabat Presiden Direktur sekaligus pemilik PT Multipro Paint Indonesia. Profil ganda seni dan manufaktur cat menjadikannya sosok menarik di transaksi ini.
Apakah akuisisi mengganggu operasional AGAR?
Tidak sama sekali. Manajemen menjamin nol dampak material ke operasional, hukum, keuangan, dan going concern. Perusahaan tetap beroperasi normal selama dan setelah negosiasi.
Berapa total lembar yang dibidik untuk 51 persen?
Minimal 510 juta lembar saham. Rinciannya 450 juta lembar dari PT Indo Kreasi Pratama ditambah setidaknya 60 juta lembar dari pemegang saham lain. Total itu untuk menguasai sekurang-kurangnya 51 persen.
Apa dasar informasi rencana ini?
Surat pemberitahuan resmi tertanggal 20 Juli 2026. Itu menjadi rujukan formal keterbukaan informasi ke publik dan bursa. Status masih negosiasi hingga kini tanpa kesepakatan harga.







