Danareksa resmi menjadi pengelola kawasan industri terluas di ASEAN. Status itu didapat setelah perusahaan BUMN itu menerima tambahan 13 ribu hektare lahan dari konsolidasi aset.
Inti artikel
- Danareksa resmi menjadi pengelola kawasan industri terluas di ASEAN
- Status itu didapat setelah perusahaan BUMN itu menerima tambahan 13 ribu hektare lahan dari konsolidasi aset
- Pemerintah menempatkan langkah ini sebagai bagian dari penguatan holding industri
Pemerintah menempatkan langkah ini sebagai bagian dari penguatan holding industri. Tujuannya agar Indonesia punya daya saing lebih tinggi dalam menarik pabrik dan investasi asing di kawasan.
Konsolidasi Aset BUMN Serahkan 13 Ribu Hektare ke Danareksa
Proses penggabungan aset melibatkan beberapa kawasan industri milik BUMN lain. Seluruh lahan itu kini masuk ke dalam pengelolaan Danareksa secara terpadu.
Penambahan 13 ribu hektare terjadi dalam satu paket konsolidasi. Lahan tersebut sebelumnya tersebar dan dikelola terpisah sehingga potensinya belum optimal.
Dengan model holding, Danareksa bisa mengatur zonasi, infrastruktur, dan layanan investor dari satu atap. Efisiensi operasional pun diharapkan meningkat.
Total Lahan Industri Danareksa Jadi yang Terbesar di ASEAN

Setelah penambahan itu, portofolio kawasan Danareksa melampaui pengelola sejenis di negara tetangga. Posisi teratas di ASEAN memberi daya tawar baru saat berhadapan dengan investor global.
Luas yang dimiliki memungkinkan perusahaan menawarkan berbagai skema sewa dan pembangunan pabrik. Investor bisa memilih lokasi sesuai kebutuhan rantai pasok mereka.
Pencapaian ini juga menjadi sinyal bahwa Indonesia serius membangun ekosistem manufaktur terintegrasi. Banyak negara di kawasan tengah berlomba menarik relokasi pabrik dari Tiongkok.
Lahan Baru Terletak di Titik Strategis Dekat Pelabuhan dan Tol
Sebagian besar lahan tambahan berada di koridor industri utama. Jaraknya dekat dengan pelabuhan laut, jalan tol, dan jalur kereta barang.
Akses logistik yang baik menjadi nilai jual utama. Biaya distribusi produk jadi lebih rendah dibanding kawasan yang jauh dari infrastruktur.
Danareksa berencana menyesuaikan fasilitas pendukung di lokasi-lokasi itu. Mulai dari jaringan listrik stabil, air industri, hingga sistem pengolahan limbah terpusat.
Kementerian BUMN Dorong Holding Perkuat Daya Saing Nasional
Pejabat Kementerian BUMN menekankan bahwa konsolidasi bukan sekadar pindah aset. Tujuannya menciptakan satu entitas yang kuat dan fokus pada kawasan industri.
Holding diharapkan mampu bersaing dengan pengelola kawasan di Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Skala besar memberi ruang untuk negosiasi harga dan paket insentif yang lebih menarik.
Pemerintah juga meminta Danareksa menjaga standar lingkungan dan tata kelola. Investor modern kini sangat memperhatikan aspek keberlanjutan sebelum memutuskan lokasi pabrik.
Potensi Serap Investasi Manufaktur dan Buka Lapangan Kerja
Dengan lahan yang lebih luas, Danareksa bisa menampung lebih banyak pabrik dalam berbagai sektor. Mulai dari elektronik, otomotif, hingga makanan olahan.
Setiap kawasan baru berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja langsung. Efek berantai ke UMKM pemasok di sekitar lokasi juga diperkirakan cukup besar.
Pemerintah daerah setempat sudah dilibatkan untuk menyiapkan perizinan dan pelatihan tenaga kerja. Sinergi ini diharapkan mempercepat realisasi investasi masuk.
Rencana Pengembangan Kawasan Terpadu dalam Tiga Tahun ke Depan
Danareksa menyusun peta jalan pengembangan hingga 2027. Prioritas utama adalah membangun infrastruktur dasar di lahan yang baru diterima.
Beberapa kawasan akan diarahkan menjadi kawasan industri hijau. Di sana akan disiapkan pembangkit energi terbarukan dan sistem daur ulang air.
Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan swasta untuk pembangunan pabrik siap pakai. Skema build-to-suit diharapkan mempercepat hunian lahan oleh investor.
Jika seluruh rencana berjalan, kontribusi kawasan Danareksa terhadap ekspor manufaktur nasional bisa meningkat signifikan. Indonesia punya modal baru untuk bersaing di rantai pasok global.







