Malang, Optimaise News – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang secara resmi membuka Pekan QRIS Nasional 2026 pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan tema Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak. Kepala KPwBI Malang Indra Kuspriyadi mengaitkan momentum itu dengan optimalisasi penggunaan QRIS di kawasan Malang Raya, Probolinggo, dan Pasuruan, sambil meresmikan Forum Komunikasi APEL BIMA bersama OJK, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas.
Inti artikel
- Pekan QRIS Nasional 2026 di wilayah kerja BI Malang digelar sebagai ajang memperluas penerimaan satu standar pembayaran
- Hadir OJK, APH, Diskopindag, perwakilan Diskominfo, Disdikbud Kota Malang, dan komunitas terkait
- Indra Kuspriyadi menempatkan pembukaan di tengah kabar baik ekonomi kawasan MPP
Rangkaian yang sama juga memayungi promo tarif Trans Jatim mulai Rp81 selama 11, 17 Agustus 2026 melalui QRIS Tap dan QRIS Dinamis di Gerbangkertasusila dan Malang Raya. Optimaise News merangkum, pejabat BI menekankan pertumbuhan transaksi nontunai di wilayah kerja yang melampaui 100 persen, inflasi lokal di bawah rata-rata nasional, serta literasi anti-penipuan lewat tagline Kalau Ragu, STOP Dulu.
BI Malang buka Pekan QRIS Nasional dengan tema Rayakan Digitalisasi
Pekan QRIS Nasional 2026 di wilayah kerja BI Malang digelar sebagai ajang memperluas penerimaan satu standar pembayaran. Hadir OJK, APH, Diskopindag, perwakilan Diskominfo, Disdikbud Kota Malang, dan komunitas terkait.
Indra Kuspriyadi menempatkan pembukaan di tengah kabar baik ekonomi kawasan MPP. Tujuh kabupaten dan kota di Malang, Probolinggo, dan Pasuruan pada triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan di atas Jawa Timur maupun nasional.
“Rasanya ini menjadi salah satu kabar baik yang harus kita jaga agar jangan sampai momentum pertumbuhan ekonomi ini tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya. Pertumbuhan ini diciptakan dari aktivitas ekonomi yang sedemikian pesat di area Malang Raya, Probolinggo Raya dan Pasuruan Raya,” ujar Indra.
Ia menambah, inflasi wilayah kerja BI Malang tetap terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional, sehingga daya beli masyarakat relatif terjaga. Kredit perbankan dan transaksi nontunai ikut menopang aktivitas; penggunaan transaksi digital bahkan tumbuh lebih dari 100 persen. Bagi pembaca di Malang, angka itu menandai ruang bagi penggunaan QRIS Malang yang lebih harian, bukan hanya event setahun sekali.
Peluncuran Forkom Apel Bima untuk perlindungan konsumen digital

Di momen yang sama, KPwBI Malang meluncurkan Forum Komunikasi Aksi Penguatan Kolaborasi Literasi Perlindungan Konsumen Bersama (Forkom Apel Bima). Forum ini menjadi wadah kolaborasi BI dengan OJK, kepolisian, pemda, perbankan, lembaga terkait, dan komunitas untuk literasi serta perlindungan konsumen.
Indra mengingatkan kemudahan digital harus sejalan dengan pemahaman risiko. Edukasi literasi digital, kata dia, perlu digeser ke usia dini karena generasi muda menjadi pengguna utama teknologi.
“Gunakan teknologi dengan bijaksana. Kendali ada di tangan pengguna. Jangan memberikan PIN kepada pihak mana pun karena PIN itu Personal Identification Number, harus dipegang masing-masing,” imbuh Indra. Dalam rangkuman Optimaise News, pesan itu dipertegas lewat SPECTRA Sunset Talks dengan tagline Kalau Ragu, STOP Dulu, yang mendorong konsumen berhenti, memeriksa, lalu memastikan kebenaran informasi sebelum bertransaksi.
Promo tarif Trans Jatim Rp81 disematkan di HUT Ke-81 RI
Sebagai kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bank Indonesia membuka promo Trans Jatim 11, 17 Agustus 2026. Promo berlaku di wilayah Gerbangkertasusila dan Malang Raya, kecuali layanan Luxury.
Pembayaran memakai dua jalur QRIS. QRIS Tap mematok Rp81 per perjalanan. QRIS Dinamis memberi potongan 81 persen: penumpang umum sekitar Rp950, pelajar, santri, dan mahasiswa sekitar Rp475 per perjalanan. Integrasi QRIS dengan transportasi massal ini menjadi bukti nyata optimalisasi penggunaan QRIS untuk mobilitas harian, bukan sekadar slogan.
| Metode | Tarif / potongan | Kuota per hari | Rincian kuota |
|---|---|---|---|
| QRIS Tap | Rp81 / perjalanan | 221 | 179 umum, 42 pelajar/santri/mahasiswa |
| QRIS Dinamis | potongan 81% (umum ~Rp950; pelajar ~Rp475) | 3.135 | 2.475 umum, 660 pelajar/santri/mahasiswa |
Kuota harian terbatas, sehingga penumpang perlu cek ketersediaan sebelum berangkat. Khofifah menekankan program ini sekaligus kampanye Pakai QRIS untuk Indonesia Maju dan memperkuat ekosistem transportasi publik digital.
Inovasi QRIS Tuntas dan QRIS Antarnegara dipresentasikan
Pada rangkaian PQN 2026, Bank Indonesia dan mitra strategis memperkenalkan inovasi termasuk QRIS Tuntas dan QRIS Antarnegara. Semangat #AyoPakaiQRIS digaungkan agar satu standar pembayaran memberi kemudahan, keamanan, akses pasar lebih luas bagi UMKM, serta transaksi yang efisien bagi pemerintah daerah.
Di tingkat nasional, transaksi QRIS sempat dicatat melonjak 111,94 persen year on year, dengan volume sekitar 31 miliar transaksi dan nilai Rp2.970 triliun. QRIS didukung sekitar 61,7 juta pengguna dan lebih dari 44 juta merchant, didominasi UMKM. Inbound dari wisatawan mancanegara mencapai Rp4,3 triliun hingga Mei 2026, sementara outbound warga Indonesia Rp1,47 triliun. Angka 111,94 persen itu menjadi barometer: optimalisasi harian di BI Malang selaras dengan gelombang nasional, termasuk konektivitas lintas negara lewat QRIS Antarnegara.
Risiko penipuan digital dan literasi dari Indra Kuspriyadi
Indra menekankan digitalisasi pembayaran harus beriringan dengan literasi dan perlindungan konsumen. “Selain kita mendorong penggunaan transaksi non tunai melalui digitalisasi, kami juga mendorong meningkatnya pemahaman masyarakat akan segala jenis konsekuensi dari penggunaan digitalisasi tersebut,” jelasnya.
Masyarakat diminta segera melaporkan indikasi penipuan ke kanal resmi Bank Indonesia untuk sistem pembayaran atau ke Indonesia Anti Scam Center (IASC). Langkah praktis sederhana: hentikan transaksi jika ragu, jangan bagikan PIN atau OTP, cocokkan nama merchant di aplikasi bank, dan laporkan ke IASC atau BI jika ada permintaan transfer mendesak yang tak wajar. Hubungan inflasi terkendali di MPP dengan penggunaan QRIS juga dibaca sebagai cermin daya beli: transaksi nontunai tumbuh kala harga relatif stabil, sehingga literasi anti-scam wajib menyertai perluasan merchant.







