Bandung, Optimaise News – Juventus menutup tur pramusim di Australia dengan kemenangan 2-0 atas Palermo di Stadion Optus, Perth, Selasa (11/8/2026) malam WIB. Duel yang ramai dicari sebagai palermo vs juventus itu dipecahkan Kenan Yildiz di menit ke-44 dari umpan Zeki Celik, lalu dikunci Arkadiusz Milik menjelang akhir laga.
Inti artikel
- Juventus menutup tur pramusim di Australia dengan kemenangan 2-0 atas Palermo di Stadion Optus, Perth, Selasa (11/8/2026) malam WIB
- Bagi Si Nyonya Tua asuhan Luciano Spalletti, hasil bersih ini menjadi penutup leg internasional sebelum pulang ke Italia
- Laga uji coba terakhir dijadwalkan melawan Juventus Next Gen di Stadion Allianz, Turin, Senin 17 Agustus waktu setempat
Bagi Si Nyonya Tua asuhan Luciano Spalletti, hasil bersih ini menjadi penutup leg internasional sebelum pulang ke Italia. Laga uji coba terakhir dijadwalkan melawan Juventus Next Gen di Stadion Allianz, Turin, Senin 17 Agustus waktu setempat.
Dua gol di Perth: menit 44 dan menit akhir
Babak pertama sempat steril meski Juventus lebih banyak memegang bola. Francisco Conceicao dan Yildiz sempat menguji garis gawang, sementara Palermo menjawab lewat usaha spekulatif dan tandukan Joel Pohjanpalo yang belum mengarah.
Skor terbuka di menit ke-44. Zeki Celik melepaskan tembakan yang ditepis Jesse Joronen, dan Yildiz menuntaskan sisa bola. Menjelang sirene, sekitar menit 86-87, Milik merampungkan umpan Manuel Locatelli menjadi 2-0 dan meraih clean sheet.
Data laga yang dihimpun dari sumber yang dirangkum Optimaise News menunjukkan dominasi jelas: penguasaan 62 persen berbanding 38, tembakan 18 lawan 9, peluang besar 4-1, expected goals 1,92 lawan 0,60, serta 44 sentuhan di kotak penalti lawan dibanding 12.
Rangkaian hasil pramusim Bianconeri sebelum dan sesudah Palermo

Peta pramusim Bianconeri sebelum laga ini berantai cukup padat. Di Eropa mereka mengalahkan Standard Liege dan OGC Nice, lalu menang 1-0 atas Chelsea di Hong Kong. Di Perth, derby lawan Inter berakhir kalah 1-2, dan malam itu giliran Palermo yang dikalahkan 2-0.
Bagi Palermo, bentrok ulang dengan Juventus punya aroma nostalgia. Klub Serie B itu terakhir bertemu Si Nyonya Tua di Serie A musim 2016/2017 sebelum degradasi, lalu bangkit di kasta kedua. Pertemuan pramusim di Perth jadi ujian nyata bagi skuat Filippo Inzaghi tanpa beban poin kompetisi.
Hasil positif tanpa kebobolan setelah kekalahan dari Inter memberi sinyal bagus untuk tempo permainan. Spalletti mendapatkan menit bagi starter sekaligus cadangan dalam satu malam yang relatif aman secara skor.
Rotasi Spalletti dan Filippo Inzaghi di Stadion Optus
Susunan awal Juventus mengandalkan Perin di bawah mistar, dengan Celik, Federico Gatti, Teun Koopmeiners, dan Cabal di barisan belakang. Weston McKennie berpasangan Douglas Luiz di gelandang; Francisco Conceicao, Kerim Alajbegovic, Yildiz, dan Randal Kolo Muani mengisi lini serang.
Setengah babak kedua langsung ramai pergantian: Rugani, Locatelli, dan Zhegrova masuk menit 46. Menit 61 menyusul Miretti, Cambiaso, Boga, dan Milik; Arthur muncul menit 73, Kelly menit 80. Transisi Kolo Muani ke Milik serta Conceicao ke Zhegrova memperlihatkan frekuensi uji opsi ofensif menjelang musim 2026/2027.
Palermo memulai dengan Joronen; Cassandro, Magnani, Ceccaroni, Augello; Segre, Ranocchia; Gyasi, Hernani, Johnsen; dan Pohjanpalo. Federico Barba, eks kapten Persib Bandung, masuk menit 61 menggantikan Ceccaroni dan main sekitar 29 menit berdampingan Patryk Peda. Ia sempat digojek Milik pada momen gol kedua, meski permainan belakang Palermo cukup menahan tekanan panjang.
Langkah berikutnya: Allianz Stadium lawan Next Gen 17 Agustus
Usai tur Australia, rombongan Juventus dijadwalkan kembali ke Italia. Uji coba internal lawan Juventus Next Gen di Stadion Allianz, Turin, Senin 17 Agustus waktu setempat menjadi jembatan terakhir sebelum kompetisi resmi digulirkan.
Dalam rangkuman Optimaise News, rantai pramusim itu terbaca sebagai peta kesiapan: menang di Eropa, menang di Hong Kong, kalah derby di Perth, lalu menang 2-0 atas Palermo, dilanjut sesi internal di Allianz. Rotasi starter-bangku di Optus menjadi laboratorium taktik bagi Spalletti tanpa risiko poin Serie A.
Bagi pembaca yang mengikuti palermo vs juventus sebagai penutup leg luar negeri, makna laga ini lebih dari skor semalam. Dua gol, angka dominasi, serta jam terbang pemain baru dan cadangan menjadi bekal konkret menjelang musim baru.







