Jakarta, Optimaise News – Pejabat OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan data IASC per 14 Januari 2026 di rapat kerja Komisi XI DPR RI Jakarta: 432.637 aduan penipuan membuat warga kehilangan Rp9,1 triliun. Volume sekitar 1.000 kasus harian jauh melampaui mitra kerja sama luar negeri yang hanya 150-400 aduan per hari, menandai eskalasi serius di tanah air.
Inti artikel
- Hanya Rp432 miliar yang bisa diselamatkan dari total kerugian itu
- Lebih dari 397.000 rekening diblokir, tetapi pelaku sering memindahkan uang ke e-wallet, kripto, atau emas digital dalam hitungan menit
- Bagi pelaku UMKM, modus belanja palsu menjadi ancaman harian yang paling menggerogoti omzet
Hanya Rp432 miliar yang bisa diselamatkan dari total kerugian itu. Lebih dari 397.000 rekening diblokir, tetapi pelaku sering memindahkan uang ke e-wallet, kripto, atau emas digital dalam hitungan menit. Bagi pelaku UMKM, modus belanja palsu menjadi ancaman harian yang paling menggerogoti omzet.
Skala Kerugian dan Rescue yang Minim
Friderica Widyasari Dewi (Kiki) menekankan bahwa angka harian seribu laporan menandakan gelombang penipuan terus naik di masyarakat. Dari total Rp9,1 triliun yang hilang, dana yang berhasil ditahan hanya Rp432 miliar. Perbandingan mitra negara OJK memperlihatkan contrast tajam: mereka rata-rata menerima 150 hingga 400 aduan sehari.
Optimaise News mencatat bahwa pelaporan IASC sudah mencapai 432.637 kasus hingga pertengahan Januari 2026. Jawa menyumbang porsi terbesar dengan lebih dari 303.000 aduan, disusul Sumatera. Pola geografis ini mengisyaratkan konsentrasi target di kawasan padat ekonomi digital.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total laporan IASC | 432.637 |
| Kerugian masyarakat | Rp9,1 triliun |
| Dana terselamatkan | Rp432 miliar |
| Rekening diblokir | >397.000 |
| Laporan harian | ~1.000 |
| Laporan Jawa | >303.000 |
| Kasus belanja palsu | ~73.000 |
| Mitra luar negeri (harian) | 150-400 |
Dominasi Modus Belanja dan Ancaman UMKM

Penipuan lewat transaksi belanja mendominasi sekitar 73.000 kasus. Pelaku biasanya menawarkan barang murah via marketplace atau chat, meminta transfer di muka, lalu menghilang. UMKM yang bergantung pada jual-beli daring paling rentan karena sering terburu-buru menutup deal.
Modus lain mencakup panggilan palsu mengaku petugas bank, tawaran investasi bodong, lowongan kerja fiktif, dan janji hadiah undian. Hampir semua skema meminta korban mengirim data rekening atau kode OTP. Begitu uang berpindah, pelacakan menjadi sulit karena jalur digital sudah dialihkan.
Di Jawa, frekuensi aduan tertinggi memaksa pelaku usaha kecil memperketat verifikasi mitra dagang. Banyak pemilik warung online kini menunda pengiriman barang sampai pembayaran benar-benar masuk rekening resmi, bukan e-wallet sementara.
Langkah Cepat dan FAQ Anti-Scam

OJK dan IASC terus memblokir ratusan ribu rekening, namun ketimpangan antara dana hilang dan dana terselamatkan tetap lebar. Edukasi konsumen digencarkan di rapat bersama DPR agar publik memahami pola serangan baru. Optimaise News menyarankan UMKM memasang sistem dual-approval transfer untuk mengurangi risiko transfer kilat.
Pertanyaan yang sering muncul dari pelaku usaha dan korban: bagaimana membedakan tawaran belanja asli? Jawabannya: cek rating toko lama, minta nomor rekening resmi perusahaan, dan jangan pernah kirim OTP. Berikut ringkasan tanya-jawab praktis.







