PT OASA menegaskan komitmen ekspansi di pengelolaan sampah modern setelah anak usahanya PT Indoplas Dewata Energi masuk Konsorsium Bumi Biru Indonesia. Konsorsium itu ditetapkan Danantara sebagai mitra terpilih Batch-2 untuk proyek PSEL Lampung Raya berkapasitas desain 1.167 ton sampah per hari.
Inti artikel
- Respons ini dilengkapi penyesuaian proyek sejenis di Tangerang Selatan agar selaras Perpres 109/2025
- Direktur Utama OASA Bobby Gafur Umar menekankan kolaborasi multipihak sebagai kunci dorong transisi energi bersih di Indonesia
- Konsorsium Bumi Biru Indonesia beranggotakan SUS Environment Inc
Respons ini dilengkapi penyesuaian proyek sejenis di Tangerang Selatan agar selaras Perpres 109/2025. Direktur Utama OASA Bobby Gafur Umar menekankan kolaborasi multipihak sebagai kunci dorong transisi energi bersih di Indonesia.
Susunan Mitra di Konsorsium Bumi Biru Indonesia
Konsorsium Bumi Biru Indonesia beranggotakan SUS Environment Inc. dan PT Indoplas Dewata Energi. Indoplas adalah anak usaha emiten OASA yang fokus mengolah limbah menjadi energi.
SUS Environment membawa pengalaman teknologi internasional di fasilitas sejenis. Indoplas menyumbang pemahaman pasar lokal serta jaringan operasional di dalam negeri.
Gabungan ini memberi konsorsium kemampuan merancang solusi terintegrasi untuk volume sampah besar. OASA memandang keikutsertaan Indoplas sebagai pintu masuk penting ke program infrastruktur nasional.
Skala Pengolahan dan Posisi dalam Program Batch-2

Proyek PSEL Lampung Raya dirancang mengolah sekitar 1.167 ton sampah setiap hari. Angka itu menempatkannya di antara fasilitas terbesar dalam rangkaian pengembangan Batch-2 nasional.
Program Batch-2 mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah di sejumlah daerah prioritas. Tujuannya mengurangi tumpukan di tempat pemrosesan akhir sekaligus menghasilkan listrik yang bisa disalurkan ke jaringan.
Kapasitas tersebut diharapkan mampu menangani limbah kota secara berarti. Listrik yang keluar mendukung bauran energi terbarukan setempat.
Kehadiran Indoplas memperkuat peran swasta nasional di rantai pasok energi dari sampah. Langkah ini sejalan target pemerintah memperluas pemanfaatan limbah sebagai sumber daya.
Sikap Dirut OASA soal Kolaborasi Multipihak

Bobby Gafur Umar menilai kolaborasi pemerintah, swasta, dan penyedia teknologi sangat krusial. Model multipihak menurutnya mampu menyelesaikan tantangan teknis, regulasi, dan pendanaan secara bersamaan.
Ia menekankan pengelolaan sampah modern mustahil mencapai skala berdampak tanpa sinergi erat. OASA menyatakan siap mendukung penuh inisiatif Danantara di proyek Lampung Raya.
Pernyataan Dirut itu menjadi penegas kesiapan perusahaan berkontribusi di setiap tahap. Kolaborasi digambarkan sebagai fondasi agar target pengurangan emisi dan transisi energi tercapai lebih cepat.
Penyesuaian Proyek Tangerang Selatan ke Aturan Baru
Selain fokus di Lampung, OASA melanjutkan penyesuaian proyek PSEL Tangerang Selatan. Penyesuaian dilakukan agar memenuhi seluruh ketentuan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Perpres itu mengatur kerangka baru pembangunan dan operasional fasilitas energi dari sampah. Perusahaan menyesuaikan desain teknis, skema kerja sama, dan aspek kepatuhan lingkungan.
Proses ini menjaga proyek tetap layak hukum sebelum tahap konstruksi lanjutan. OASA berharap penyesuaian selesai dalam waktu dekat sehingga realisasi bisa berlanjut mulus.
Keyakinan OASA terhadap Prospek Energi dari Sampah
OASA yakin sektor pengolahan sampah menjadi energi akan menjadi pendorong utama energi bersih Indonesia. Perusahaan berkomitmen mendukung pengelolaan sampah modern, transisi energi, dan pemotongan emisi karbon.
Masuknya Indoplas ke proyek skala besar menambah optimisme membuka peluang serupa di kota lain. Optimaise News merangkum keyakinan itu sebagai bagian strategi jangka panjang emiten di energi terbarukan.
Bobby Gafur Umar menekankan prospek jangka panjang sektor ini menjanjikan. OASA akan terus mencari kolaborasi baru demi memperkuat posisi di industri energi dari sampah.
FAQ Keterlibatan OASA di Proyek PSEL Lampung Raya
Siapa saja anggota Konsorsium Bumi Biru Indonesia?
Konsorsium terdiri dari SUS Environment Inc. dan PT Indoplas Dewata Energi sebagai anak usaha OASA.
Berapa kapasitas desain PSEL Lampung Raya?
Kapasitas desain mencapai sekitar 1.167 ton sampah per hari dan masuk program Waste-to-Energy Batch-2 nasional.
Apa sikap Dirut OASA terhadap proyek ini?
Bobby Gafur Umar menilai kolaborasi multipihak sangat krusial dan OASA siap mendukung penuh pengelolaan sampah modern serta transisi energi.
Bagaimana status proyek PSEL Tangerang Selatan?
OASA masih menyesuaikan proyek tersebut agar sesuai ketentuan Perpres 109/2025 sebelum melanjutkan tahap berikutnya.







