Pengesahan RUU Pusat Finansial Internasional oleh DPR menjadi pemicu utama lonjakan IHSG menembus ambang baru. Indeks naik 1,07 persen melewati level 6.300 pada 21 Juli 2026 dan memperpanjang reli beruntun sembilan hari di tengah tekanan global.
IHSG dibuka sudah naik 0,67 persen atau 41,79 poin ke 6.273,57. Volume 26,41 miliar saham senilai Rp9,82 triliun dengan frekuensi 1,57 juta menunjukkan partisipasi pasar yang tinggi sejak pagi.
Volume dan Frekuensi Transaksi Mencerminkan Antusiasme Pasar
Aktivitas perdagangan hari itu ditandai volume 26,41 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp9,82 triliun sementara frekuensi tembus 1,57 juta kali.
Angka-angka tersebut menggambarkan antusiasme investor yang meningkat tajam. Banyak pelaku pasar memanfaatkan momentum positif untuk menambah posisi di emiten unggulan.
Dengan likuiditas memadai, pergerakan indeks terasa lebih stabil dan terarah. Hal ini menjadi fondasi reli yang sudah berlangsung tanpa jeda selama sembilan hari berturut-turut.
RUU PFII Jadi Katalis Domestik di Sesi Siang

Berita pengesahan RUU PFII oleh DPR datang sebagai katalis kuat di sesi siang. Investor merespons cepat dan mendorong IHSG menembus 6.300 untuk pertama kali dalam rangkaian reli terkini.
RUU Pusat Finansial Internasional dinilai mampu meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai hub keuangan regional. Respons positif pasar mencerminkan harapan aliran investasi baru yang lebih struktural.
Sesi pagi sudah hijau, namun akselerasi utama terjadi usai konfirmasi legislatif. Katalis domestik ini efektif menahan sentimen negatif dari luar negeri yang beredar bersamaan.
RDG Bank Indonesia serta Kondisi Perbankan Jadi Fokus Investor

Selain RUU, investor menaruh perhatian pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Arah kebijakan moneter tetap relevan bagi prospek bursa ke depan.
OJK mencatat pertumbuhan kredit 11,5 persen secara tahunan. Perbankan dinilai solid dan siap mendukung kegiatan ekonomi secara luas.
Stabilitas sektor keuangan memberi kepercayaan tambahan kepada pelaku pasar. Kombinasi ini memperkuat fondasi penguatan IHSG di level psikologis baru.
Ketegangan Timur Tengah dan Penguatan Dolar AS Bayangi Aliran Modal
Isu global masih membayangi aliran modal masuk ke emerging market. Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi yang bisa memicu gejolak harga energi dunia.
China memilih menahan LPR di level yang sama. Di Amerika Serikat, dolar AS menguat diikuti kenaikan yield obligasi US Treasury.
Tekanan dari penguatan dolar berpotensi mengurangi daya tarik aset di kawasan. Namun IHSG tetap solid berkat dukungan faktor dalam negeri yang lebih dominan pada hari itu.
Dominasi Saham Penguat di Tengah Reli Sembilan Hari
Sebanyak 389 saham menguat pada penutupan hari itu. Sementara itu 337 emiten stagnan dan 239 melemah sehingga net penguat tetap unggul.
Dominasi penguat menjadi ciri khas reli sembilan hari ini. Berbagai sektor ikut terangkat seiring optimisme yang menyebar ke mayoritas emiten.
Optimaise News menyoroti kemampuan IHSG menembus level psikologis baru meski dihadapkan pada ketidakpastian global. Penguatan 1,07 persen menegaskan respons pasar yang sehat terhadap langkah kebijakan domestik. Reli beruntun ini juga menarik perhatian investor yang mencari peluang di tengah kondisi moneter yang relatif stabil.







