Serang, Optimaise News – Nguyễn Văn Vĩ mencetak brace dan diganjar man of the match saat timnas Vietnam menggulung Laos 5-0 pada laga pembuka kualifikasi Asian Cup 2027. Kemenangan telak itu menjadi peletakan fondasi poin penting di grup, sekaligus menandai peran decisive bek sayap kiri yang masuk dari bangku cadangan.
Inti artikel
- Văn Vĩ sendiri menekankan kemenangan kolektif lebih penting ketimbang mengejar hat-trick pribadi
- Vietnam memulai kampanye kualifikasi Asian Cup 2027 dengan hasil yang meyakinkan
- Skor 5-0 atas Laos meredam tekanan laga pembuka dan memberi ruang napas di klasemen awal
Pelatih Kim Sang Sik mengaku lega dengan skor akhir, namun pantauan Optimaise News mencatat ia masih menyimpan penyesalan teknis. Văn Vĩ sendiri menekankan kemenangan kolektif lebih penting ketimbang mengejar hat-trick pribadi.
Brace Nguyễn Văn Vĩ buka jalan kemenangan 5-0 atas Laos
Vietnam memulai kampanye kualifikasi Asian Cup 2027 dengan hasil yang meyakinkan. Skor 5-0 atas Laos meredam tekanan laga pembuka dan memberi ruang napas di klasemen awal.
Nguyễn Văn Vĩ masuk menggantikan Khuất Văn Khang di babak kedua. Di posisi bek kiri ia langsung aktif naik membantu serangan, menahan bola lebih tenang, dan menyelesaikan peluang dengan efektif.
Salah satu golnya datang di menit ke-82 yang mengubah angka menjadi 4-0. Brace itu, ditambah kontribusi di fase build-up, membuatnya diganjar gelar pemain terbaik laga.
Kim Sang Sik puas tapi masih simpan penyesalan
Setelah laga, Kim Sang Sik menyatakan kepuasan atas kemenangan telak. Ia menilai skuad menjalankan rancangan pertandingan dengan disiplin tinggi.
Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu masih menyesal pada beberapa momen. Penyesalan itu tidak menghapus nilai tiga poin, tetapi menjadi catatan evaluasi internal sebelum laga berikutnya.
Bagi pembaca di kawasan ASEAN, sinyal ini penting: Vietnam tidak puas hanya dengan skor besar. Mereka ingin kualitas penguasaan dan ketajaman yang lebih merata di seluruh 90 menit.
Persiapan tape Laos dan instruksi pelatih yang dijalankan
Sebelum kick-off, staf pelatih sudah membedah video dan pola permainan Laos. Analisis itu jadi peta lapangan bagi para pemain, termasuk Văn Vĩ yang mendapat instruksi spesifik.
Văn Vĩ mengakui ia bermain sesuai arahan Kim Sang Sik. Pelatih juga ingin kontribusi serangan dari sayap kiri bertambah, bukan hanya stabilitas bertahan.
Hasil di lapangan menunjukkan kepatuhan itu berbuah. Transisi dari defend ke attack di sisi kiri lebih bersih, dan peluang finishing datang dari ruang yang sudah dipelajari di sesi analisis.
Dedikasi gol untuk keluarga dan fans di tengah euforia
Usai pertandingan, Văn Vĩ mendedikasikan gol-golnya untuk keluarga serta fans yang setia menanti. Ia menolak dikaitkan dengan penyesalan pribadi karena belum hat-trick.
Menurutnya, yang utama adalah kemenangan Vietnam. Ia juga menegaskan selalu bermain dengan usaha penuh, terlepas ada atau tidaknya gol di papan skor.
Pernyataan itu membedakan narasi individualisme dari budaya tim yang sedang digarap Kim. Optimaise News menelusuri informasi bahwa pesan serupa berulang di ruang ganti: skor besar berharga, tapi mental kolektif lebih berharga.
Posisi sayap kiri yang semakin solid di timnas
Dibanding opsi sebelumnya, Văn Vĩ dinilai lebih chững chạc, pegang bola mantap, dan efektif saat ikut menyerang. Statusnya sebagai pilihan utama sayap kiri di timnas makin menguat.
Di level klub, ia juga menunjukkan konsistensi. Saat Nam Định imbang 1-1 lawan Johor Darul Ta’zim di Shopee Cup, Văn Vĩ mencetak gol rebound setelah penalti Caio Cesar gagal di menit 33, lalu diganjar man of the match. Hasil itu membantu Nam Định juara Grup B dan lolos semifinal.
Fans Vietnam sempat merangkai formula “Sơn Hào Hải Vị” dari nama Xuân Son, Vĩ Hào, Quang Hải, dan Văn Vĩ sebagai ciri skuad yang berdaya serang. Sintesis dari brace kualifikasi Asian Cup, performa klub, dan peran sayap kiri memberi gambaran stabilitas lini belakang-serang Vietnam ke depan, meski Kim tetap menyimpan catatan penyesalan di balik skor 5-0.





