Newport Akui Kelalaian di The Sounds Project

Direktur Newport Handoko Sasongko akui kelalaian pengawasan booth The Sounds Project usai video hafalan Ad-Dhuha berhadiah miras viral; DPR desak BPKN.

Author Image

Adel

Newport Akui Kelalaian di The Sounds Project

– Direktur Newport Handoko Sasongko mengakui adanya kelalaian pengawasan di lapangan setelah video di booth merek minuman beralkohol itu di festival musik The Sounds Project, Minggu (9/8/2026), viral di media sosial. Dalam keterangan tertulis Selasa (11/8/2026), dia menyampaikan permohonan maaf kepada umat Muslim, tokoh agama, dan masyarakat Indonesia, serta menegaskan aktivitas yang mengaitkan hafalan Surah Ad-Dhuha dengan hadiah minuman beralkohol bukan program atau konsep promosi perusahaan.

Inti artikel

  • Suasana booth ramai saat MC menanyakan identitas dan pesanan usai hafalan selesai
  • Beberapa warganet juga mengaitkan konten semacam itu dengan akun Instagram @newport.tanpabatas yang sempat hilang setelah kritik publik
  • Handoko mengaku Newport menyesali kelemahan pengawasan, termasuk potensi pengunjung mengambil alih mikrofon dari MC di lapangan

Optimaise News merangkum dari sejumlah sumber, Handoko menekankan kejadian muncul secara spontan dari pengunjung di lokasi Ecopark Ancol, Jakarta Utara, sementara manajemen sudah membuka evaluasi internal dan tindakan terhadap personel terkait agar peristiwa serupa tidak terulang.

Pengakuan spontan pengunjung di booth festival musik

Menurut penjelasan resmi Newport, aktivitas di booth bukan challenge yang dirancang perusahaan. Handoko Sasongko menyatakan aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi dan pihak perusahaan menyesalkan situasi itu tidak ditangani dengan benar pada saat kejadian.

Video yang beredar memperlihatkan perempuan melafalkan Surah Ad-Dhuha di area booth miras, lalu mendapat hadiah botol produk diiringi sorak riuh. Suasana booth ramai saat MC menanyakan identitas dan pesanan usai hafalan selesai. Beberapa warganet juga mengaitkan konten semacam itu dengan akun Instagram @newport.tanpabatas yang sempat hilang setelah kritik publik.

Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport, manajemen menekankan penghormatan terhadap nilai agama, keyakinan, budaya, dan adat istiadat masyarakat Indonesia sebagai bagian penting dari setiap interaksi merek.

Tindak lanjut evaluasi dan tindakan terhadap personel

Tindak lanjut evaluasi dan tindakan terhadap personel
Ilustrasi Tindak lanjut evaluasi dan tindakan terhadap personel.

Handoko mengaku Newport menyesali kelemahan pengawasan, termasuk potensi pengunjung mengambil alih mikrofon dari MC di lapangan. Evaluasi internal sudah digelar, disertai tindakan terhadap personel terkait serta penguatan arahan dan prosedur kepada tim serta mitra yang terlibat di kegiatan lapangan.

Perusahaan menyebut kejadian ini sebagai peringatan keras untuk merumuskan standar operasional yang lebih ketat. Aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, dan etika kemasyarakatan akan dijadikan landasan agar kejadian serupa tidak pernah terulang.

Desakan DPR: investigasi BPKN dan evaluasi izin

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian mengecam keras dugaan promosi miras merek Newport yang memanfaatkan pembacaan ayat Al-Quran di festival musik. Ia menilai isu tersebut menyentuh etika bisnis, perlindungan konsumen, serta penghormatan terhadap nilai agama dan kehidupan sosial, bukan sekadar salah strategi pemasaran.

Kawendra meminta Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menginvestigasi praktik tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, ia menekankan sanksi tegas sesuai aturan, bukan berhenti pada permintaan maaf. Dia juga mendesak Kementerian Perdagangan mengevaluasi aspek perizinan dan distribusi produk bila investigasi menemukan pelanggaran.

Dalam pandangan legislator itu, kreativitas marketing tetap memiliki batas ketika bersinggungan dengan norma agama dan kepatutan. Kasus ini, ujarnya, perlu menjadi pembelajaran industri soal responsible marketing tanpa memanfaatkan simbol atau ayat agama untuk kepentingan komersial.

Respons penyelenggara acara dan laporan ke polisi

Penyelenggara The Sounds Project mengecam perilaku yang dikaitkan challenge agama sebagai promosi. Pihak penyelenggara menegaskan tidak pernah menyetujui skema semacam itu dan sudah menegur sponsor terkait.

Di ranah penegakan hukum, Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara memonitor dan mendalami kejadian. Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) melaporkan perkara ke Bareskrim Polri dengan tuduhan menyentuh penistaan agama. Advokat Muhammad Rizki juga melaporkan lima pihak ke Polda Metro Jaya, yakni EO, produsen miras, dua MC, dan perempuan yang melafazkan ayat.

JATMAN DKI Jakarta melalui Mudir Ustadz Irawan Santoso Shiddiq mendesak polisi segera menangkap pelaku korporasi yang dinilai menistakan agama dengan mempromosikan miras melalui ayat Al-Quran. MUI melalui Asrorun Ni’am Sholeh menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan secara agama, moral, etika, maupun hukum.

Komitmen standar operasional lebih ketat

Handoko Sasongko menyatakan manajemen Newport berkomitmen penuh mencegah pengulangan. Strict guidelines yang lebih ketat, penguatan prosedur mitra, dan penempatan sensitivitas agama sebagai landasan operasional menjadi agenda yang diklaim akan digarap.

Bagi pembaca, rangkaian maaf perusahaan, desakan legislatif, lidik polisi, serta respons EO menegaskan batas marketing di ruang publik Indonesia. Festival musik massal dengan sponsor minuman beralkohol berisiko tinggi jika pengawasannya longgar, khususnya ketika konten keagamaan menyentuh hadiah produk miras, termasuk referensi produk seperti Newport Passion Blue 620 ml yang kerap muncul di perbincangan katalog merek.

Dalam rangkuman Optimaise News, sintesis kronologi dari viral hingga klarifikasi multi-pihak menunjukkan isu ini sudah melampaui sekadar “khilaf” branding. Industri hiburan dan sponsor diminta menata SOP agar sensitivitas agama tidak dikorbankan demi traffic booth.

FAQ
Apa yang diakui Direktur Newport soal insiden booth?
Handoko Sasongko mengakui kelalaian pengawasan di lapangan dan menegaskan aktivitas hafalan Surah Ad-Dhuha berhadiah miras bukan program atau challenge resmi perusahaan, melainkan muncul spontan dari pengunjung.
Kapan dan di mana kejadian di festival terjadi?
Insiden berlangsung di booth Newport pada The Sounds Project, Minggu (9/8/2026), di Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Permohonan maaf tertulis disampaikan Selasa (11/8/2026).
Apa desakan anggota DPR terkait kasus ini?
Kawendra Lukistian meminta BPKN investigasi dugaan praktik promosi dan, bila ada pelanggaran, minta Kementerian Perdagangan evaluasi perizinan serta distribusi, plus sanksi tegas sesuai aturan.
Siapa saja yang sudah melapor ke kepolisian?
ALMI mengadu ke Bareskrim Polri. Advokat Muhammad Rizki melaporkan lima pihak ke Polda Metro Jaya: EO, produsen miras, dua MC, dan perempuan pelafaz. Polsek Pademangan dan Polres Metro Jakarta Utara memonitor kasus.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.